Garuda Gandeng EIGER, Material Pesawat Bekas Disulap Jadi Produk Keren
Garuda Gandeng EIGER, Material Pesawat Bekas Disulap Jadi Produk Keren
Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Garuda Indonesia berkolaborasi dengan EIGER mengolah material pesawat yang sudah habis masa guna operasional menjadi produk tas kecil (pouch) fungsional. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya maskapai nasional tersebut memperkuat praktik penerbangan berkelanjutan melalui pemanfaatan kembali material bekas pakai.
Material yang diolah meliputi rompi pelampung (life vest) dan pelapis kursi pesawat (seat cover). Melalui pendekatan upcycling, kedua material tersebut diubah menjadi produk baru yang memiliki fungsi dan nilai tambah untuk kebutuhan perjalanan maupun aktivitas sehari-hari.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia dalam menerapkan prinsip green airline, terutama melalui pengelolaan sumber daya secara lebih bertanggung jawab. Bersama EIGER sebagai salah satu merek lokal Indonesia, Garuda mengembangkan inovasi yang memadukan aspek keberlanjutan, kreativitas, dan pengembangan produk.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, mengatakan upaya mewujudkan green airline tidak hanya dilakukan melalui efisiensi operasional penerbangan, tetapi juga dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya.
“Komitmen menuju green airline tidak hanya diwujudkan melalui efisiensi operasional penerbangan, tetapi juga bagaimana kami dapat mengelola sumber daya secara lebih bertanggung jawab. Bersama EIGER, kami ingin menunjukkan bahwa material pesawat yang telah menyelesaikan fungsi operasionalnya masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang fungsional dan bernilai tambah, sekaligus membuka ruang inovasi bersama brand lokal Indonesia,” ujar Thoma, dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026)
Produk hasil kolaborasi tersebut diperkenalkan melalui penerbangan showcase flight GA118 rute Jakarta–Kualanamu pada 6 Oktober 2026. Sebanyak 200 produk koleksi disiapkan untuk memperkenalkan inovasi ini kepada pelanggan Garuda Indonesia.
Dalam proses pengembangannya, Garuda menyediakan sekitar 60 kilogram material rompi pelampung dan 30 kilogram material pelapis kursi pesawat. Material tersebut diolah menjadi beberapa varian pouch, termasuk produk berbahan pelapis kursi berwarna hitam dan cokelat.
Karakteristik asli material tetap dipertahankan sehingga setiap produk memiliki ciri khas tersendiri. Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan perlengkapan, tas-tas tersebut juga membawa cerita tentang perjalanan penerbangan Garuda Indonesia.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari keikutsertaan Garuda Indonesia dalam _The Aviation Challenge (TAC) 2026_, ajang internasional yang diselenggarakan SkyTeam dengan dukungan International Air Transport Association (IATA). Program tersebut mendorong inovasi dan penerapan praktik keberlanjutan di industri penerbangan.
Melalui kolaborasi dengan EIGER, Garuda Indonesia berupaya memperluas pemanfaatan material operasional yang telah habis masa gunanya menjadi produk bernilai tambah. Langkah ini juga membuka peluang inovasi bersama industri lokal sekaligus mendukung penerapan praktik penerbangan yang lebih berkelanjutan.