Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar Seminar Pendampingan UMKM, Dorong Pelaku Usaha Tangguh dan Berdaya Saing
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar Seminar Pendampingan UMKM, Dorong Pelaku Usaha Tangguh dan Berdaya Saing
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Politeknik STIA LAN Jakarta melalui Program Studi Administrasi Bisnis Sektor Publik (ABSP) bersama Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis dan Manajemen Statistik (HIMAMBISTIK) menyelenggarakan Seminar Pendampingan UMKM bertajuk “Wujudkan UMKM Tangguh & Berdaya Saing”. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Serbaguna Lantai 1 Kampus Politeknik STIA LAN Jakarta dan disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Politeknik STIA LAN Jakarta pada Rabu (21/10) di Jakarta.
Seminar ini menjadi salah satu bentuk komitmen institusi pendidikan dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui peningkatan pengetahuan, pemahaman, serta kapasitas pelaku usaha dalam menghadapi tantangan dunia usaha yang semakin dinamis. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung berbagai aspek pendampingan UMKM, khususnya dalam mendukung pengembangan usaha yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.
Acara diawali dengan sambutan Wakil Direktur I Bidang Akademik Politeknik STIA LAN Jakarta, Dr. Alih Aji Nugroho, M.P.A., yang menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan seminar sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa sekaligus pelaksanaan peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat. Menurutnya, seminar pendampingan UMKM dihadiri sekitar 70 pelaku UMKM sejabotabek yang akan difasilitasi BKPM dalam proses administrasi dan meningkatkan kualitas dari UMKM itu sendiri. UMKM di Indonesia menyumbang sekitar 60 % PDB perekonomian berdasarkan sensus ekonomi Indonesia. UMKM memegang peran kunci untuk izin usaha 90 % yang didominasi UMKM padat karya dan lainnya padat modal. UMKM merupakan salah satu aspek penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka peluang kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem usaha yang kondusif. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk membantu menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat, termasuk dalam pengembangan dan pendampingan UMKM.
Melalui kegiatan ini, Politeknik STIA LAN Jakarta terus mendorong terciptanya pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan yang memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Selanjutnya sambutan Ketua STIA LAN Innovation Hub, Heni Handayani, S.Hum, M.M. yang menjelaskan materi SI Hub mencakup tujuan, dasar pembentukan dan pengangkatan, syarat pembentukan incubator bisnis, produk seperti apa yang bisa di inkubasi, definisi incubator bisnis, skema peran inkubator bisnis bagi perguruan tinggi, ruang lingkup tugas SI Hub, struktur organisasi SI Hub, susunan pengurus per divisi, dan lain sebagainya.
SI Hub merupakan Unit pendukung akademik yang mengembangkan ekosistem inovasi, kewirausahaan, hilirisasi hasil penelitian, komersialisasi inovasi, dan pengembangan usaha rintisan (start-up) di lingkungan Politeknik STIA LAN Jakarta.
SI Hub menyelenggarakan inkubasi bisnis melalui: Kewirausahaan, Hilirisasi hasil penelitian & inovasi, Fasilitasi legalitas & akses pembiayaan, Pembinaan & pendampingan tenant, Pengembangan kemitraan, dan Monitoring & evaluasi berkelanjutan.
Pada bagian akhir, ia juga mempersilakan peserta UMKM untuk mendaftar dan bergabung sebagai tenant SI Hub dengan menggunakan barcord SI Hub.
Berikutnya Ketua Panitia, Nela Noviani, yang menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Politeknik STIA LAN Jakarta, narasumber, moderator, serta seluruh peserta yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Ketua Panitia menekankan pentingnya seminar pendampingan UMKM sebagai wadah untuk memperluas wawasan, membangun kepedulian terhadap pengembangan usaha masyarakat, serta mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM.
Ia juga berharap agar kegiatan ini tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta dalam memahami berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi UMKM. Melalui keterlibatan mahasiswa, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor usaha.
Seminar menghadirkan Chairul, S.T., Kepala Biro Umum dan Keuangan sekaligus Kepala Sekretariat Tim Pengembangan OSS, sebagai narasumber. Materi dipandu oleh Muhammad Rizki, S.E., M.M., CRP., dosen Politeknik STIA LAN Jakarta, yang bertindak sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Chairul, S.T., membahas pentingnya penguatan kapasitas UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan menghadapi persaingan usaha. Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pengembangan UMKM adalah pemahaman mengenai perizinan berusaha, termasuk pemanfaatan sistem Online Single Submission (OSS) sebagai sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik.
Online Single Submission (OSS) merupakan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik yang membantu pelaku usaha di Indonesia dalam mengurus legalitas dan memenuhi persyaratan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. Kehadiran OSS menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mendorong kemudahan berusaha, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sistem ini dikelola oleh Lembaga OSS di bawah Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Melalui pemanfaatan OSS, pelaku UMKM dapat mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) serta mengidentifikasi kebutuhan perizinan berdasarkan bidang dan tingkat risiko kegiatan usahanya. Legalitas tersebut menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun usaha yang lebih tertib, profesional, dan siap berkembang.
Pemahaman mengenai OSS juga relevan dalam upaya mewujudkan UMKM yang tangguh dan berdaya saing. Dengan administrasi usaha yang tertata dan pemenuhan persyaratan perizinan yang tepat, pelaku UMKM diharapkan semakin siap mengembangkan usahanya, memperluas peluang kemitraan, serta memenuhi persyaratan berbagai program pembinaan dan pengembangan usaha.
Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan pelaku usaha, OSS diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem usaha yang semakin kondusif. Namun, legalitas perlu diimbangi dengan inovasi produk, pengelolaan keuangan yang baik, strategi pemasaran, serta peningkatan kualitas layanan agar UMKM mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Dengan demikian, mengenal dan memahami OSS bukan sekadar mengetahui prosedur perizinan, melainkan juga menjadi bagian dari langkah strategis dalam membangun UMKM yang legal, profesional, tangguh, dan berdaya saing di era digital.
Melalui seminar ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya legalitas usaha dan pemahaman terhadap kebijakan perizinan dalam mendukung keberlangsungan bisnis. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi pelaku UMKM maupun mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam kegiatan pendampingan dan pengembangan usaha masyarakat.
Sesi seminar dipandu oleh Muhammad Rizki, S.E., M.M., CRP., yang mengarahkan jalannya diskusi agar materi yang disampaikan narasumber dapat dipahami peserta secara lebih terarah. Peran moderator juga menjadi penting dalam menghubungkan substansi materi dengan kebutuhan peserta, sehingga kegiatan berlangsung sebagai ruang pembelajaran dan pertukaran wawasan mengenai penguatan UMKM.
Kolaborasi antara Program Studi ABSP dan HIMAMBISTIK dalam penyelenggaraan kegiatan ini juga mencerminkan peran aktif sivitas akademika dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan wawasan, kemampuan komunikasi, keterampilan berorganisasi, serta pemahaman mengenai hubungan antara kebijakan publik, administrasi bisnis, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Melalui Seminar Pendampingan UMKM bertajuk “Wujudkan UMKM Tangguh & Berdaya Saing”, Politeknik STIA LAN Jakarta berharap semakin tumbuh kesadaran akan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong terciptanya UMKM yang memiliki legalitas usaha, pengelolaan yang baik, kemampuan beradaptasi, serta daya saing yang semakin kuat.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Politeknik STIA LAN Jakarta untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan dukungan kolaborasi dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan, UMKM diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat perekonomian nasional.*