indonews

indonews.id

Ketika Lansia Ikut Berusaha: Cerita Lansiapreneur PNM di Panti Werdha Depok

Direktur Utama PNM Kindaris menjelaskan, Lansiapreneur merupakan bentuk baru dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Selama ini, dana TJSL PNM lebih banyak mengalir ke pembangunan tempat ibadah dan pengembangan pendidikan.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
zoom-in Ketika Lansia Ikut Berusaha: Cerita Lansiapreneur PNM di Panti Werdha Depok
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Kindaris bersama Opa Yusril dalam peluncuran PNM Lansiapreneur di Panti Werdha Muslim Rumah Oma, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026) Foto: Rikard Djegadut/Indonews.id

Jakarta, INDONEWS.ID – Aktivitas pagi hari di Panti Werdha Muslim Rumah Oma, Depok, Jawa Barat, kini punya rutinitas baru. Para oma dan opa penghuni panti mengambil telur dari kandang, memberi obat untuk ayam, lalu menebar pakan untuk ikan.

Ayam dan beberapa jenis ikan itu didatangkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), perusahaan pembiayaan plat merah lewat program yang disebut PNM Lansiapreneur. Ini merupakan program tanggung jawab sosial (TSJL) PNM yang diperkenalkan di panti tersebut pada Kamis (22/10/2026).

Bagi para penghuni, ternak itu lebih dari sekadar bantuan. Kandang ayam dan ikan memberi mereka alasan untuk bangun dan bergerak setiap hari serta memberi mereka ruang dan kesempatan untuk berinteraksi dengan makhluk hidup.

“Oh, sangat senang sekali kita bisa setiap hari ngasih makan. Terima kasih sama PNM, kita ada kesibukan gitu,” ujar seorang oma Wati, salah satu penghuni panti saat ditemui di sela kegiatan.

Saat ditanya apakah program itu bermanfaat, ia mengiyakan. “Iya, betul-betul. Kita ada kesibukan, ada kesenangan, jadi kita ada hiburan baru gitu,” katanya.

Opa Yusri, penghuni lainnya, menyebut bantuan itu juga menambah keterampilan para lansia. “Tentunya sangat positif sekali bantuan dari PNM ini. Kami bisa menjadi ada kegiatan, ada keterampilan dan menambah keterampilan. Seperti pagi kami memungut telur, mengasih obat ayam, mengasih makan ikan, semuanya,” tuturnya.

Di Luar Batas Usia Pembiayaan

Direktur Utama PNM Kindaris menjelaskan, Lansiapreneur merupakan bentuk baru dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Selama ini, dana TJSL PNM lebih banyak mengalir ke pembangunan tempat ibadah dan pengembangan pendidikan.

Menurut Kindaris, pilihan pada hewan ternak bukan kebetulan. Ia melihat para lansia lebih bersemangat ketika berinteraksi dengan makhluk hidup ketimbang merawat tanaman.

Program ini, kata Kindaris, lahir dari kekosongan layanan bagi warga lanjut usia. Layanan pembiayaan di Indonesia umumnya berhenti pada usia 65 tahun, termasuk dua lini bisnis PNM, yakni ULaMM dan Mekaar. Akibatnya, warga yang telah melewati batas usia itu nyaris tidak tersentuh program pemberdayaan ekonomi.

Padahal, jangkauan PNM di kelompok usia produktif terbilang luas. Hingga Juni 2026, PNM telah menyalurkan pembiayaan Rp32,3 triliun dan mengelola 12,4 juta nasabah aktif Mekaar, didukung 4.035 unit layanan, 62.028 pendamping, serta 881.118 kelompok nasabah di seluruh Indonesia. Secara kumulatif, PNM menyatakan telah melayani 23,3 juta nasabah Mekaar, sebagian besar perempuan prasejahtera yang menopang ekonomi keluarga.

Usaha yang didampingi PNM pun beragam. Di Mojokerto, misalnya, sebagian besar nasabah bergerak di sektor perdagangan, disusul pertanian, jasa, dan industri rumahan. Di Aceh, usaha nasabah tersebar mulai dari pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, kuliner, jasa, perdagangan, hingga industri pengolahan.

Pembiayaan itu dibarengi pendampingan. Sepanjang semester I 2026, PNM menggelar 26.776 program pelatihan dengan 723.883 peserta, mulai dari pelatihan reguler Mekaar, klaster usaha, PKU Akbar, hingga pameran produk. Sejak 2022 hingga Juni 2026, PNM mencatat 2.961.104 nasabah naik kelas dan memperoleh tambahan pendapatan.

Namun seluruh capaian itu berlaku bagi warga di bawah 65 tahun. Lansiapreneur hadir untuk kelompok yang berada di luar batas tersebut.

Kindaris menegaskan, bantuan bagi penghuni Rumah Oma tidak berbentuk kredit komersial. Meski begitu, hasilnya tetap bernilai ekonomi karena telur dan ikan dapat dijual oleh para penghuni. Karena itu, PNM mengemasnya sebagai program TJSL, dengan harapan warga lanjut usia tetap bisa berkreasi dan berusaha untuk menghidupi diri.

Kegiatan di Rumah Oma masih berstatus percontohan. Kindaris menyebut respons yang muncul positif, sehingga PNM berencana memperluas program ini ke lokasi lain bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), mengingat dana TJSL perusahaan terbatas.

“Mudah-mudahan ini menjadi model sehingga nanti banyak juga perusahaan-perusahaan yang TJSL juga masuk ke area seperti ini,” pungkas Kindaris.

Dari Ruang Pintar hingga Rumah Ibadah

Lebih lanjut, Kindaris menjelaskan, Di bidang pendidikan, program andalan PNM adalah Ruang Pintar, fasilitas belajar bagi anak-anak nasabah dan warga sekitar. Pekan lalu, dikutip Antara, PNM Cabang Padang membangun Ruang Pintar di Lintau Buo Utara, Sumatera Barat, untuk membantu anak putus sekolah kembali belajar. Program itu dikerjakan bersama pemerintah daerah setempat dan Yayasan Cahaya Ilmu Lintau.

Di wilayah Depok, sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, PNM juga pernah meresmikan Ruang Pintar Al-Jawahir di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Fasilitas tersebut dilengkapi buku, laptop, akses internet, printer, hingga paket gizi. Pada Februari 2025, PNM bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga meresmikan Ruang Pintar di Kampung Jimpitan, Batuceper, Kota Tangerang.

Untuk rumah ibadah, PNM menyalurkan bantuan melalui program PNM Peduli. Salah satunya pada Juli 2024, ketika PNM memberikan dana perbaikan sarana rumah ibadah di Bali agar masyarakat sekitar lebih nyaman beribadah.

Deretan program itu membuat Lansiapreneur terlihat berbeda. Untuk pertama kalinya, TJSL PNM masuk ke panti werda dan menyasar langsung warga lanjut usia.

Sebagai informasi, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKMK). Berdiri sejak 1 Juni 1999, PNM kini tergabung dalam Holding Ultra Mikro yang dipimpin PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Program utama PNM meliputi: PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), pembiayaan modal usaha tanpa agunan berbasis kelompok bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro dan ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro), pembiayaan usaha mikro dan kecil dengan plafon lebih besar bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya.

Perusahaan pembiayaan plat merah ini juga melakukan pendampingan bagi nasabah melalui PKU (Program Pengembangan Kapasitas Usaha), pendampingan, pelatihan, dan peningkatan keahlian bisnis bagi nasabah serta Jasa Manajemen dan Anak Usaha, layanan pendukung seperti pembiayaan ventura, sertifikasi, hingga jasa pengadaan barang dan jasa.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas