indonews

indonews.id

Sahli Haryo Limanseto: Media Lokal Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Daerah lewat Ekonomi Digital

Pemerintah mendorong media lokal mengambil peran sebagai penggerak ekonomi daerah dengan memanfaatkan pertumbuhan ekonomi digital. Dorongan itu disampaikan Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto dalam Local Media Summit 2026, Jumat (23/10/2026).

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Pemerintah mendorong media lokal mengambil peran sebagai penggerak ekonomi daerah dengan memanfaatkan pertumbuhan ekonomi digital. Dorongan itu disampaikan Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto dalam Local Media Summit 2026, Jumat (23/10/2026).

Menurut Haryo, ekonomi digital menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru yang bisa dipacu di tengah ketidakpastian global. Merujuk laporan e-Conomy SEA 2025, ia menyebut nilai transaksi bruto ekonomi digital Indonesia mendekati 100 [miliar] dolar AS, tumbuh sekitar 14 persen secara tahunan, dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Haryo menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional pada Semester I-2026 tercatat 5,45 persen (cumulative to cumulative). Capaian itu dinilai menunjukkan perekonomian masih berada di jalur yang sesuai dengan target pemerintah.

Ke depan, pemerintah akan memperkuat daya beli masyarakat, mendorong investasi, mempercepat hilirisasi, serta mengembangkan transformasi digital dan UMKM untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan.

Di tingkat daerah, pemerintah mengandalkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) untuk mengembangkan sektor unggulan. Saat ini terdapat 25 KEK dan 181 KI dengan total luas sekitar 125 ribu hektare. Khusus KEK, akumulasi investasi telah mencapai Rp368 triliun dan menyerap hampir 250 ribu tenaga kerja.

Untuk menopang ekonomi digital, pemerintah juga memperkuat infrastruktur digital dan pasokan energi. Kapasitas pusat data nasional yang kini berada di kisaran 0,45–0,58 gigawatt (GW) berpotensi naik hingga 11 GW pada 2030.

Di sisi energi, pemerintah merencanakan tambahan kapasitas listrik 69,5 GW sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, ditambah program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt peak (GWp).

Target itu menuntut sumber daya manusia yang memadai. Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030. Pemerintah merespons lewat penguatan pendidikan, program Digital Talent Scholarship, kerja sama pelatihan dengan penyedia teknologi dan negara lain termasuk melalui WAICO, serta insentif super tax deduction hingga 200 persen untuk pelatihan vokasi.

Dalam lanskap itu, Haryo melihat peluang bagi media lokal. Media daerah dinilai bisa mempromosikan produk UMKM, pariwisata, dan potensi unggulan daerah melalui pemasaran digital, produksi konten kreatif, dan kegiatan komunitas yang menjadi sumber pendapatan baru.

Ia mengakui industri media lokal tengah menghadapi perubahan lanskap periklanan, sehingga perlu mencari sumber pendapatan lain. Salah satu jalannya adalah transformasi menuju konsep Beyond Media, yakni pengembangan layanan kreatif, pengelolaan komunitas, dan penyelenggaraan kegiatan bernilai komersial.

Meski begitu, Haryo mengingatkan agar perluasan bisnis tidak menggerus prinsip dasar jurnalisme.

"Dalam memperluas peluang bisnis tentu harus tetap diimbangi dengan independensi editorial dan kredibilitas informasi, karena kepercayaan publik merupakan modal utama keberlanjutan industri media," tegas Haryo.



© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas