Para Renang Sumbang 3 Emas untuk Indonesia, Jendi Pangabean: Jangan Cepat Puas
Kontingen para renang menyumbang tiga medali emas untuk Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Nagoya, INDONEWS.ID- Kontingen para renang menyumbang tiga medali emas untuk Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Berkat tambahan tiga emas, Indonesia ada di peringkat 8 klasemen sementara turnamen Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Total emas yang diraih Indonesia mencapai 14 emas, 20 perak dan 37 perunggu hingga total perolehan medali mencapai 71.
Tambahan tiga emas dari para renang itu membuat Kazakhstan digusur Indonesia ke peringkat 9 dengan perolehan 12 emas, 16 perak dan 22 perunggu.
Di atas Indonesia, di losisi 7 ada Thailand yang meraih 18 emas, 39 perak dan 63 perunggu hingga total 120 medali.
Sementara kontingen Tiongkok keluar sebagai juara umum Asian Para Games 2026 dengan perolehan 204 emas, 115 perak dan 108 perunggu hingga total 427 medali.
Jarak dengan peringkat kedua sementara Jepang sangat jauh. Kontingen Jepang meraih 63 emas, 60 medali perak dan 62 perunggu hingga, 185 medali.
Tentu hasil yang dicapai China dan Jepang masih sangat jomplang jika dibandingkan dengan pencapaian kontingen Indonesia.
Maka dari itu pesan perenang senior Indonesia Jendi Pangabean sangat relevan. Ia mengingatkan para atlet muda untuk tidak cepat berpuas diri setelah berhasil meraih medali.
"Dengan prestasi yang sudah diraih hari ini, ada level yang lebih tinggi lagi tentunya (untuk dikejar). Saya berharap mereka tetap bisa menjaga kondisi, konsisten," kata Jendi di Nagoya, Jepang, Jumat (23/10).
Jendi senang melihat perkembangan para atlet muda Indonesia yang mampu bersaing dengan perenang terbaik Asia, termasuk Abdil Majid Rahman yang merebut emas pada usia 17 tahun.
Tim para renang Indonesia mengumpulkan tiga emas melalui Maulana Rifky Yavianda yang memenangi nomor 100 meter gaya bebas S12 dan 100 meter gaya punggung S12, se sementara rta Abdil Majid dari nomor 100 meter gaya dada SB7.
Sementara itu, Jendi yang sebelumnya meraih emas pada Asian Para Games 2018 dan 2022 harus puas membawa pulang satu medali perak dari Nagoya.
Meski demikian, ia memandang keberhasilan para junior sebagai perkembangan positif bagi masa depan para renang Indonesia.
"Ini membuktikan adanya regenerasi di para renang. Saya harap kedepannya makin banyak atlet-atlet muda, karena saya juga menyadari sudah senior atau sudah berumur," ujarnya.
Jendi secara khusus mengapresiasi kemunculan Abdil Majid, Mutiara Cantik Harsanto, serta konsistensi Maulana Rifky yang kembali menunjukkan kemampuan bersaing di tingkat Asia.
Ia berharap keberhasilan pada Asian Para Games 2026 menjadi motivasi bagi para perenang muda untuk terus meningkatkan kemampuan, bukan menjadi alasan mengurangi intensitas latihan.
Menurut Jendi, disiplin merupakan salah satu kunci bagi atlet untuk mempertahankan prestasi dalam jangka panjang.
Sebagai sesama atlet yang menjalani pelatnas, ia juga ingin terus berbagi pengalaman dan saling mengingatkan dengan para juniornya.
"Kita juga bareng di Pelatnas, jadi kita bisa saling mengingatkan," kata Jendi.
Tim para renang Indonesia menuntaskan Asian Para Games 2026 dengan tiga emas, melampaui target awal satu medali emas dari cabang tersebut.