Mantan Dirut PNM Arief Mulyadi Tutup Usia, dari Account Officer hingga Membesarkan Mekaar
Kabar duka datang dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Direktur Utama PNM periode 2018–2026, Arief Mulyadi, meninggal dunia pada Selasa (27/10/2026) pukul 11.23 WIB. Kabar itu disampaikan langsung oleh keluarga besar PNM. Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di kawasan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Kabar duka datang dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Direktur Utama PNM periode 2018–2026, Arief Mulyadi, meninggal dunia pada Selasa (27/10/2026) pukul 11.23 WIB.
Kabar itu disampaikan langsung oleh keluarga besar PNM. Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di kawasan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat.
“Dedikasi dan pengabdian Almarhum akan selalu menjadi bagian dari perjalanan besar PNM,” tulis PNM dalam pengumuman dukanya.
Jajaran redaksi dan manajemen Indonews.id menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Arief Mulyadi.
"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ucap Asri Hadi selaku Dewan Redaksi Indonews.id pada Selasa (27/10/22).
Dari Lapangan ke Kursi Direktur Utama
Arief Mulyadi lahir pada 23 Juni 1968. Ia menamatkan pendidikan sarjana Ekologi di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman pada 1993, lalu meraih gelar magister Kajian Strategi Ketahanan Nasional dari Universitas Indonesia pada 2006.
Sebelum bergabung dengan PNM, Arief berkarier di Bank Nusa International pada 1994–1999 hingga menjabat Manager Retail Banking & UKM Group.
Pada 1999, ia masuk PNM sebagai account officer (AO) lapangan. Kariernya terus menanjak, mulai dari Executive Vice President Pengembangan Kapasitas Usaha & Riset pada 2013, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha, hingga Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko pada 2017.
Pada 13 Februari 2018, Arief diangkat menjadi Direktur Utama PNM. Ia kembali dipercaya memimpin perusahaan pelat merah itu untuk periode kedua pada April 2022. Kepemimpinannya berakhir pada pertengahan 2026, ketika posisinya digantikan Kindaris.
Meski menduduki kursi tertinggi, Arief dikenal tetap rajin turun ke lapangan. Ia kerap menyebut dirinya masih berjiwa AO.
“Sampai sekarang saya masih AO. CEO hanya akting,” ujar Arief suatu ketika kepada media.
Mekaar dan Pujian “Nobel”
Nama Arief lekat dengan Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), sebuah layanan pembiayaan PNM bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultramikro. Di bawah kepemimpinannya, jumlah nasabah Mekaar tumbuh pesat hingga menembus 15,2 juta orang pada awal 2024.
Capaian itu sempat membuat Presiden ke-7 RI Joko Widodo melontarkan pujian dalam kunjungan kerja di Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/2/2024). Jokowi membandingkannya dengan Grameen Bank di Bangladesh yang memiliki 6,5 juta nasabah.
“Saya kira Pak Arif Mulyadi bisa dapat Nobel kalau diajukan,” kata Jokowi kala itu, seperti dikutip dari Detik.com.
Kinerja keuangan PNM juga tumbuh. Pada 2024, laba bersih PNM bersama entitas anak tercatat Rp1,49 triliun. Hingga Agustus 2025, PNM melayani lebih dari 13,3 juta nasabah perempuan.
Sederet penghargaan pun mengalir. Arief meraih Top CEO in Sustainable Business Growth pada Bisnis Indonesia Top BUMN Awards 2021, The Best CEO: Excellent in Sustainable Business Growth pada ajang yang sama tahun 2023, masuk Top 100 CEO Infobank pada 2023 dan 2024, hingga dinobatkan sebagai CEO of The Year 2025 oleh Infobank.
Kini, sosok yang memulai langkah dari lapangan itu telah berpulang. Kerja kerasnya membuka akses permodalan bagi jutaan perempuan pelaku usaha kecil akan tetap tercatat dalam perjalanan PNM.
“Saya mencoba melakukan lebih pada pekerjaan saya. Jika diberi tugas 10, saya kasih 11 atau 12. Tidak sebaliknya,” ucap Arief semasa hidup.