Peringati Hari Pangan Sedunia dan Sumpah Pemuda, SMP Notre Dame Puri Indah Ajak Siswa Cintai Makanan Tradisional
Peringati Hari Pangan Sedunia dan Sumpah Pemuda, SMP Notre Dame Puri Indah Ajak Siswa Cintai Makanan Tradisional
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – SMP Notre Dame Puri Indah, Jakarta Barat, memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) sekaligus Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026). Siswa berbagi makanan tradisional dan mengikuti berbagai lomba.
Peringatan ini merupakan program tahunan sekolah. Menurut pihak sekolah, program ini bertujuan agar siswa makin mengenal, mencintai, dan menghargai makanan tradisional Indonesia, serta berani memperkenalkan kuliner Nusantara ke negara lain.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, generasi muda dihadapkan pada banyak pilihan, termasuk soal makanan. Lewat kegiatan ini, sekolah mengajak siswa kembali memperhatikan kekayaan pangan tradisional bangsa.
Setiap siswa diminta membawa satu jenis makanan tradisional. Rangkaian acara dibuka dengan upacara bendera bersama unit SD, SMP, dan SMA mulai pukul 07.30 WIB. Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia".
Pembina upacara, Sr. Maria Verdina, SND, mengingatkan siswa tentang pentingnya sikap disiplin dan kepedulian terhadap sesama.
"Sebagai generasi penerus bangsa, kalian harus bisa menjadi anak-anak yang disiplin, datang ke sekolah tepat waktu, tidak menyontek, membantu teman yang berkekurangan, dan menolong orang-orang yang kelaparan," kata Sr. Verdina dalam amanatnya.
"Menjadi generasi penerus bangsa yang berempati dan peduli harus benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari," lanjutnya.

Usai upacara, siswa SMP kembali ke kelas masing-masing untuk mengumpulkan makanan yang mereka bawa. Makanan itu kemudian dibagikan kepada siswa unit SD dan SMA, serta kepada office boy (OB), petugas kebersihan (cleaning service), dan petugas keamanan di lingkungan Notre Dame.
Penanggung jawab (PIC) kegiatan HPS, Ms Karla, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ini tidak hanya mengajak siswa mencintai makanan tradisional. Menurut dia, siswa juga belajar menghargai orang lain, mensyukuri rezeki yang dimiliki, dan berbagi dengan sesama.
Selain berbagi makanan, siswa mengikuti sejumlah lomba, yakni spelling bee, menghias makanan tradisional, majalah dinding (mading), menulis cerita pendek, membaca berita berbahasa Mandarin, pantomim, dan membaca puisi. Lomba-lomba itu menjadi ruang bagi siswa untuk menyalurkan bakat sekaligus melatih rasa percaya diri, kerja sama, dan keberanian.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama di Aula Lantai [perlu konfirmasi: nomor lantai] St. Julie Billiart.
Keluarga besar SMP Notre Dame Puri Indah berharap peringatan ini membuat siswa semakin mencintai makanan tradisional dan tumbuh menjadi generasi muda yang disiplin, kreatif, dan berempati. Bagi sekolah, langkah itu dimulai dari hal sederhana, yaitu menghargai produk lokal dan berbagi dengan sesama. (Yonas Selai/Guru Agama Katolik SMP Notre Dame)