indonews

indonews.id

1.800 Personel Naik KRL Gerebek Kampung Bahari, Bandar Lagi-lagi Lolos

Sebanyak 1.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Brimob menggerebek Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Sebagian personel datang menumpang kereta rel listrik (KRL) untuk menembus kawasan yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu sarang peredaran narkoba di Ibu Kota.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
zoom-in 1.800 Personel Naik KRL Gerebek Kampung Bahari, Bandar Lagi-lagi Lolos
Ilustrasi. Polda Metro Jaya bersama Bareskrim Polri, BNN, dan Brimob menggerebek Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). (Foto: Dok. Indonews)

Jakarta, INDONEWS.ID – Sebanyak 1.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Brimob menggerebek Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Sebagian personel datang menumpang kereta rel listrik (KRL) untuk menembus kawasan yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu sarang peredaran narkoba di Ibu Kota.

Sebanyak 26 orang diamankan dan dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya untuk diperiksa. Namun, bandar yang menjadi target operasi dilaporkan kabur saat penggerebekan berlangsung.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso mengatakan, petugas masuk ke kawasan itu dari sejumlah arah sekaligus, sebagaimana dilansir Liputan6.com.

"Yang jelas kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi, ya," kata Bismo.

Ia menyebut transaksi narkoba masih berlangsung ketika petugas tiba di lokasi.

"Masih (ada transaksi), ya," ujarnya.

Mesin Pencetak Ekstasi Disita

Dari lokasi, petugas menyita ratusan gram sabu, ganja, ribuan butir ekstasi, senjata tajam, alat isap, dan senjata api. Polisi juga menemukan alat produksi ekstasi.

"Kemudian ada mesin, mesin pencetak ekstasi, ya," lanjut Bismo.

Uang tunai yang diduga hasil penjualan narkoba turut diamankan bersama barang bukti lain.

"Uang tunai ada. Hasil jadi satu sama barang bukti ganjanya," katanya.

Bismo juga mengungkap adanya perlawanan saat penggerebekan, yang diduga dilakukan untuk mengalihkan perhatian petugas dari target. Polisi menyatakan akan terus memburu bandar dan melanjutkan operasi ke lokasi lain.

Personel Datang Naik KRL

Penggunaan KRL dilakukan lewat koordinasi dengan KAI Commuter. Vice President Corporate Communication KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan, petugas menumpang kereta luar biasa rute Jakarta Kota–Tanjung Priok sekitar pukul 06.25 WIB.

"Perjalanan tersebut tidak berdampak pada perjalanan regular Commuter Line menuju Tanjung Priok," kata Karina.

Meski begitu, Karina mengakui tiga perjalanan reguler rute Jakarta Kota–Tanjung Priok terlambat 4 hingga 19 menit akibat kerumunan warga di jalur rel saat penggerebekan berlangsung. KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan tersebut.

Digerebek Berulang Kali

Penggerebekan ini bukan yang pertama. Pada Maret 2022, Polda Metro Jaya menurunkan sekitar 700 personel dan mengamankan 26 orang. Pada November 2022, petugas sempat dihadang petasan dan lemparan batu.

Penggerebekan berulang tercatat pada Mei dan September 2023, Juli 2024 dengan 31 orang diamankan, serta dua kali dalam sepekan pada November 2025, saat BNN menyita sekitar 89 kilogram sabu. Dalam operasi tahun lalu, petugas mendapati jaringan pengedar memasang CCTV untuk memantau pergerakan aparat.

Jumlah personel yang terus membesar, dari ratusan pada 2022 menjadi 1.800 pada operasi kali ini, belum diikuti hilangnya aktivitas peredaran di kawasan tersebut. Pola yang berulang adalah penangkapan pengguna dan pengedar kecil, sementara pengendali jaringan kerap lolos.

Pada 2022, Kapolda Metro Jaya saat itu sempat menyatakan ingin menjadikan Kampung Bahari bersih dari narkoba seperti Kampung Bali di Tanah Abang. Empat tahun berselang, target itu belum tercapai.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas