Moreno Soeprapto Sebut Yayasan Otomotif Indonesia Perlu Dikaji, Pendanaan MotoGP Dikembalikan ke Pemerintah
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat Moreno Soeprapto menyebut kemungkinan menghidupkan kembali Yayasan Otomotif Indonesia masih perlu dikaji secara mendalam.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Pekanbaru, INDONEWS.ID - Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat Moreno Soeprapto menyebut kemungkinan menghidupkan kembali Yayasan Otomotif Indonesia masih perlu dikaji secara mendalam. Hal itu ia sampaikan di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMI 2026 di Pekanbaru, Riau, Rabu (4/11/2026).
Moreno mengaku masih mengingat yayasan tersebut sejak dirinya aktif membalap. Menurutnya, yayasan itu dulu memiliki tujuan yang baik.
"Saya pernah tempel stiker Yayasan Otomotif Indonesia, dan setahu saya tujuannya sangat bagus karena itu adalah dana abadi," kata Moreno.
Dana abadi itu, jelasnya, antara lain untuk pembinaan serta penyelenggaraan kejuaraan nasional maupun internasional. Dampaknya dirasakan pembalap dan membuat organisasi tetap sehat.
Yayasan tersebut terpisah dari struktur organisasi, karena IMI berperan sebagai regulator.
Moreno menyebut hal ini belum dibahas dalam Rakernas 2026. Namun, IMI perlu melakukan studi, khususnya terkait penyelenggaraan event nasional yang pasti memerlukan biaya.
"Tapi apakah diperlukan adanya Yayasan Otomotif Indonesia kembali, itu perlu kita kaji. Karena harus akuntabel dan juga bisa dipertanggungjawabkan dan harus sustainable," ujarnya.
Ia menambahkan, dana abadi itu harus bisa terus berjalan panjang, siapa pun ketua umumnya nanti.
"Jadi kita masih perlu studi yang mendalam," tegasnya.
Soal pendanaan MotoGP tahun depan, Moreno mengatakan IMI berharap kepada pemerintah. Menurut dia, penyelenggaraan dari tahun pertama sampai tahun kelima menunjukkan hasil positif, terutama bagi ekonomi dan tenaga kerja, mulai dari marshal sampai masyarakat di sekitar sirkuit.
"Sekarang kami kembalikan kepada pemerintah karena sumber anggarannya itu dari pemerintah," kata Moreno.
Ia juga menyinggung pembinaan pembalap nasional untuk menuju ajang tersebut.
"MotoGP itu kita mempunyai pembalap andalan dan local hero yang selama ini sudah terbentuk pathway rider-nya," ungkapnya.
Menurut Moreno, jenjang itu dimulai dari Moto Sport dan kelas di bawahnya di kejuaraan masing-masing. IMI juga sudah memisahkan motor bebek underbone dengan motor yang menuju MotoGP.
Pada kelas Moto Sport, yang kebetulan memakai merek Ovale, posisi duduk, engine brake, dan komponen lainnya sudah mengarah ke MotoGP.
"Jadi saya juga mohon dukungannya dari semua stakeholder supaya kita bisa menggunakan ekosistem ini," kata Moreno, seraya menyebut ekosistem tersebut dimulai dari anak usia dini.*
(Rikard Djegadut)