indonews

indonews.id

575 Ribu Orang Turun ke Jalan, Demo Upah di Prancis Berujung 448 Penangkapan dan 53 Aparat Terluka

Aksi mogok dan demonstrasi nasional menuntut kenaikan upah di Prancis pada Kamis (5/11/2026) berujung 448 penangkapan. Sebanyak 53 aparat keamanan terluka.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
zoom-in 575 Ribu Orang Turun ke Jalan, Demo Upah di Prancis Berujung 448 Penangkapan dan 53 Aparat Terluka
Demonstrasi di Lyon, Prancis. (Foto: AP via Okezone.com)

Jakarta, INDONEWS.ID - Aksi mogok dan demonstrasi nasional menuntut kenaikan upah di Prancis pada Kamis (5/11/2026) berujung 448 penangkapan. Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat 53 aparat keamanan terluka dan 86 insiden kebakaran hingga pukul 18.00 waktu setempat.

Kementerian memperkirakan 575.000 orang turun ke jalan di seluruh negeri, termasuk 65.000 orang di Paris. Serikat pekerja CGT mengklaim jumlah peserta mencapai sekitar 1,6 juta orang.

Sekitar 70.000 polisi dan gendarmerie dikerahkan. Di Lyon, 40 orang terluka dan 24 orang ditangkap.

CGT menuntut kenaikan upah minimum 10 persen serta penyesuaian upah dengan kenaikan harga. Menurut CGT, aksi 5 November merupakan mobilisasi kedelapan sejak 29 September 2026.

"Tidak ada yang dapat menghentikan kami," kata Sekretaris Jenderal CGT Sophie Binet saat ikut berdemonstrasi di Paris, seperti dikutip Republika dari Anadolu Agency.

Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengumumkan konferensi sosial bersama serikat pekerja dan pengusaha di Matignon pada Senin (9/11/2026).*

(Rikard Djegadut)

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas