INDONEWS.ID

  • Sabtu, 22/07/2017 10:01 WIB
  • Tutup Mukernas PPP, Presiden Jokowi Bicara Pendidikan Karakter dan Keseimbangan Ekonomi

  • Oleh :
    • Abdi Lisa
Tutup Mukernas PPP, Presiden Jokowi Bicara Pendidikan Karakter dan Keseimbangan Ekonomi
Presiden Jokowi pada Penutupan Musyawarah Kerja Nasional II dan Bimbingan Teknis Anggota DPRD Partai Persatuan Pembanguinan Se-Indonesia di Hotel Mercure, Jakarta, Jumat (21/7/2017). (Foto:Biro Pers Istana)
Jakarta, INDONEWS.ID - Menghadapi era perubahan yang akan berpengaruh pada peradaban, pendidikan karakter, diniyah, dan keagamaan dinilai penting ditanamkan pada generasi penerus bangsa. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat menghadiri Penutupan Musyawarah Kerja Nasional II dan Bimbingan Teknis Anggota DPRD Partai Persatuan Pembanguinan Se-Indonesia di Hotel Mercure, Jakarta, Jumat (21/7/2017). "Memperkuat dunia pendidikan, memperkuat pondok-pondok pesantren, pendidikan keagamaan yang masih menjadi kunci agar perubahan itu tidak mengubah kita," kata Presiden seperti dikutip dari siaran pers Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden. Presiden mengatakan , Generasi Y (Gen Y) yang saat ini berusia sekitar 15-25 tahun, akan menjadi generasi yang akan mendorong perubahan dan menguasai pasar. "Inilah tugas kita mengantisipasi bagaimana membangun karakter-katakter anak kita, memberikan isi kepada anak-anak kita, karakter-karakter yang Islami bisa menjaga karakter bangsa ini dari arus-arus perubahan global yang sangat cepatnya," kata Presiden. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa selain perubahan, ekonomi ke depan juga akan menghadapi berbagai tantangan. Untuk itu, Presiden mengakui saat ini Indonesia juga tengah mencari peluang investasi dari berbagai negara termasuk Timur Tengah. "Kenapa saya sekarang ini banyak mendekat ke Timur Tengah? Pertemuan-pertemuan itu penting sekali untuk menjaga keseimbangan agar warna kita tidak terlalu berada pada sisi (tertentu). Tidak terlalu kebarat-baratan, tidak terlalu ke-Tiongkok-Tiongkok-an dan tidak terlalu ke-Jepang-Jepang-an. Sehingga keseimbangan itulah yang terus ingin kita lakukan," ucap Presiden. Presiden mengungkapkan, agar ekonomi lebih terjamin, Indonesia seharusnya tidak tergantung kepada hanya sejumlah negara saja. "Perubahan ini arahnya kemana, semua kepala negara sulit menebak. Kalau punya keseimbangan, insya Allah keamanan ekonomi kita lebih terjamin," ujar Presiden. Mengakhiri sambutannya, Presiden Jokowi mengingatkan kembali bahwa tantangan ke depan tidak semakin mudah. Oleh sebab itu ia mengajak kita semua untuk bersatu memperkuat Ukhuwah Islamiyah Wathoniyah Basyariyah kita agar negara ini bisa maju dan bersaing dengan negara lain di dunia. Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi antra lain, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, KH Maimun Zubair dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. (Very)
Artikel Terkait
Ada Libur Panjang Akhir Oktober, Jokowi Ingatkan Potensi Penularan Covid-19
Jokowi : Kalau Tak Puas Dengan UU Ciptaker, Silakan Lakukan Uji Materi Ke MK
Jokowi Tegaskan UU Ciptaker Sederhanakan Perizinan Usaha
Artikel Terkini
Prof Djo Beri Pencerahan Tentang Omnibus Law UU Cipta Kerja
Pererat Silahturahmi, Kasal Terima Kunjungan Dirut SCM
Pjs Gubernur Fatoni Langsung Turun ke Masyarakat Bagikan Masker
PNM Tandatangani Dua Perjanjian Kerjasama untuk Tambahan Modal Kerja
Laporan PBB Terkait Dampak Covid-19 terhadap Perempuan dan Anak Perempuan
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir