INDONEWS.ID

  • Senin, 24/07/2017 13:24 WIB
  • Mendagri Prihatin Masih Ada Kepala Daerah yang Izinkan Kegiatan Ormas HTI

  • Oleh :
    • Abdi Lisa
Mendagri Prihatin Masih Ada Kepala Daerah yang Izinkan Kegiatan Ormas HTI
Jakarta, INDONEWS.ID Menyikapi adanya Kepala Daerah yang mengizinkan mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melaksanakan kegiatannya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku prihatin. Sebab seharusnya setelah Pemerintah mengeluarkan Perppu ormas, tidak boleh lagi ada kegiatan tersebut. Menurut Tjahjo, organisasi yang sudah tidak berbadan hukum, secara otomatis tidak boleh melaksanakan kegiatan, baik secara kelembagaan maupun perorangan Apalagi, mereka yang berstatus sebagai PNS. Namun demikian, politikus PDIP itu tidak menjelaskan siapa Kepala daerah yang dimaksud. "Ada juga kepala daerah yang (anggota HTI) boleh dakwah. Lho kok lucu, Ormas dibubarkan, tapi anggotanya boleh dakwah. Dakwah apa?", kata Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/7/2017). Tjahjo mengaku, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada seluruh kepala daerah, untuk menyeleksi para aparatnya. "Intinya disadarkan, diingatkan. Kalau enggak, harus disuruh mundur, kan repot. Tapi, kalau dia sebagai pengurus, ya silakan mundur karena sudah kader dia," kata Tjahjo. Seperti diketahui sebelumnya, pada Merdeka.com (20/7/2017), Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menegaskan, akan menjalankan perintah sesuai dengan perintah pemerintah. Namun, Sultan mengaku tidak akan melakukan pelarangan kegiatan ormas HTI.(hdr)
Artikel Terkait
Pembukaan Pojok Kopi Indonesia di ITPC Shanghai
Kasal Dampingi Presiden RI Tinjau Posko SAR Sriwijaya Air
PTPN Group Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Korban Banjir di Gunung Mas Jawa Barat
Artikel Terkini
Pembukaan Pojok Kopi Indonesia di ITPC Shanghai
Kasal Dampingi Presiden RI Tinjau Posko SAR Sriwijaya Air
Kaesang Pangarep Nge-tweet Lagi, Saham-saham CPO Pun Ikut Naik
PTPN Group Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Korban Banjir di Gunung Mas Jawa Barat
TNI AL Laksanakan Penandatanganan Kontrak Secara Kolektif Pengadaan Barang dan Jasa
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir