INDONEWS.ID

  • Jum'at, 29/09/2017 16:20 WIB
  • SMRC: Isu Kebangkitan PKI Hasil Mobilisasi Pendukung Prabowo, Gerindra dan PKS

  • Oleh :
    • very
SMRC: Isu Kebangkitan PKI Hasil Mobilisasi Pendukung Prabowo, Gerindra dan PKS
Diskusi SMRC saat rilis survei Isu Kebangkitan PKI Penilaian Publik Nasional, di Jakarta Pusat, Jumat (29/9/20017). (Foto: Detik.com)

Jakarta, INDONEWS.ID - Isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang ramai akhir-akhir ini ternyata tidak muncul secara alamiah, tetapi hasil mobilisasi para pendukung Prabowo Subianto dan partai pendukungnya yaitu Gerindra dan PKS.

Demikian temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), yang diluncurkan di Jakarta, hari ini, Jumat (29/9).

Baca juga : Jokowi Rencana Reshuffle Kabinet, Gerindra Akui Menterinya Bekerja Maksimal

Berdasarkan latar belakang pemilih partai, survei menemukan bahwa pemilih PKS tertinggi mengakui bahwa saat ini sedang terjadi kebangkitan PKI yaitu sebesar 37 persen, disusul pemilih partai Gerindra sebesar 20 persen. Selanjutnya, pemilih PAN sebesar 18 persen, Hanura 17 persen, PPP 16 persen, Demokrat 14 persen, PKB dan PDI Perjuangan masing-masing 11 persen, dan Nasdem serta Partai Golkar sebesar 6 persen.

Sedagkan berdasarkan preferensi pilihan calon presiden dalam Pilpres 2014 lalu, para pemilih Prabowo-Hatta paling besar menyetujui bahwa saat ini sedang terjadi kebangkitan PKI yaitu sebesar 19 persen, sedangkan pemilih Jokowi-JK hanya mencapai 10 persen.

Baca juga : Dapat Rekomendasi Gerindra, Denny Indrayana Pastikan Tiket ke Pilgub Kalsel

“Ini menunjukkan bahwa opini kebangkitan PKI di masyarakat tidak terjadi secara alamiah, melainkan hasil mobilisasi opini kekuatan politik tertentu, terutama pendukung Prabowo, mesin politik PKS dan Gerindra,” ujar peneliti SMRC Sirojudin Abbas di kantor SMRC dalam rilis survei bertajuk “Isu Kebangkitan PKI Penilaian Publik Nasional”, di Jakarta Pusat, Jumat (29/9/20017).

Bila keyakinan adanya kebangkitan PKI itu muncul secara alamiah maka keyakinan itu akan ditemukan secara proporsional pada pendukung Prabowo maupun Jokowi, di PKS, Gerinda, dan partaipartai lain juga.

Baca juga : Sebut PDIP Sarang PKI, Alfian Tanjung Diperiksa Polisi

Gejala hasil mobilisasi isu kebangkitan PKI, kata Sirojudin, juga terlihat pada warga yang cenderung punya akses ke media massa, terutama media sosial.

Warga yang setiap hari dan sering mengikuti berita di koran sebesar 24 persen yakin pada isu kebangkitan PKI. Selanjutnya yang sering mengkonsumsi berita di televisi sebanyak 14 persen yakin pada isu tersebut, dan yang sering mengikuti berita di radio sebesar 16 persen. Angka tertinggi terdapat pada responden yang sering mengakses berita di internet yaitu 25 persen yakin pada isu kebangkitan PKI

“Opini tentang adanya kebangkitan PKI lebih banyak terdapat pada warga yang intens mengikuti berita di media massa, terutama internet dan koran,” ujar Sirojudin.

Survei juga menemukan bahwa opini tentang kebangkitan PKI cenderung lebih banyak di kalangan muda, perkotaan, terpelajar, dan sejumlah daerah tertentu, terutama Banten, Sumatera, dan Jawa Barat. Semua demografi ini beririsan dengan pendukung Prabowo.

“Harusnya yang lebih tahu bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI lebih banyak di kalangan warga yang lebih senior sebab mereka lebih dekat masanya dengan masa PKI hadir di pentas politik nasional (1945- 1966) dibanding warga yang lebih junior (produk masa reformasi),” ujar Sirojudin. (Very)

 

Artikel Terkait
Jokowi Rencana Reshuffle Kabinet, Gerindra Akui Menterinya Bekerja Maksimal
Dapat Rekomendasi Gerindra, Denny Indrayana Pastikan Tiket ke Pilgub Kalsel
Sebut PDIP Sarang PKI, Alfian Tanjung Diperiksa Polisi
Artikel Terkini
Kepala BNPT: Pemuda Pancasila Harus Terlibat Cegah Penyebaran Paham Radikal Terorisme
Rocky Gerung: Kuasa Reshuffle Kabinet Ada di Tangan Oligarki
Presiden Jokowi Yakin Indonesia Berpeluang Besar Lewati "Middle Income Trap"
Debat Terbuka Adian Napitupulu vs Erick Thohir, Beranikah Mereka?
Kunker Komisaris Utama PTPN VI ke Unit Usaha Batang Hari, Jambi
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
eowyn