INDONEWS.ID

  • Kamis, 14/11/2019 23:30 WIB
  • Serahkan DIPA, Presiden Minta Segera Direaliasasikan untuk Pacu Pertumbuhan

  • Oleh :
    • very
Serahkan DIPA, Presiden Minta Segera Direaliasasikan untuk Pacu Pertumbuhan
Presiden Joko Widodo telah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2020 kepada kementerian dan lembaga serta daerah pada Kamis, 14 November 2019, di Istana Negara. (Foto: ist)

Jakarta, JENDELANASIONAL.ID -- Presiden Joko Widodo telah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2020 kepada kementerian dan lembaga serta daerah pada Kamis, 14 November 2019, di Istana Negara.

Setelah penyerahan tersebut, Kepala Negara meminta jajaran terkait untuk bersegera merealisasikan belanja negara yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi baik di pusat maupun daerah.

Baca juga : Melihat Alasan Jokowi Bubarkan 18 Lembaga Negara

Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa belanja negara tersebut harus benar-benar mendatangkan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan rakyat. Sebab, pola lama biasa ditemuinya acap kali hanya memprioritaskan pada realisasi atau pemenuhan belanja anggaran semata.

"Karena yang dulu itu bangga kalau realisasinya 99 persen atau 100 persen. Tapi rakyat merasakan atau tidak dari belanja-belanja itu?" ujarnya saat memberikan pengarahan seperti dikutip dari siaran Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Baca juga : Penjelasan Istana soal Mobil Dinas Wapres Kehabisan BBM di Jalan Saat Kunjungan ke Sukabumi

Maka itu, Presiden menekankan bahwa saat ini yang juga tak kalah pentingnya adalah memastikan bahwa anggaran dibelanjakan untuk barang berkualitas baik dan dikucurkan untuk program yang juga berjalan dengan kualitas yang baik sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Jangan hanya sent yang diurus, tapi (juga memastikan) delivered. Artinya apa? Menteri, kepala-kepala lembaga, gubernur, dan wali kota pastikan bahwa bukan hanya realisasi belanjanya yang habis, tapi dapat barangnya, dan rakyat dapat manfaatnya. Itu yang paling penting," tuturnya.

Baca juga : Didampingi Menhan, Presiden Tinjau Food Estate Hingga Posko Penanganan Covid-19 di Kalteng

Selain itu, Kepala Negara juga menekankan bahwa pemerintah pusat dan daerah berkepentingan untuk terus meningkatkan kontribusi penerimaan perpajakan. Namun, peningkatan penerimaan tersebut hendaknya juga diikuti dengan peningkatan belanja negara yang lebih berkualitas.

"Berkali-kali saya sampaikan, memang kita penting collect more, tapi spend better juga harus itu. Fokus dan harus lebih baik," tandasnya. (Very)

Artikel Terkait
Melihat Alasan Jokowi Bubarkan 18 Lembaga Negara
Penjelasan Istana soal Mobil Dinas Wapres Kehabisan BBM di Jalan Saat Kunjungan ke Sukabumi
Didampingi Menhan, Presiden Tinjau Food Estate Hingga Posko Penanganan Covid-19 di Kalteng
Artikel Terkini
Yenny Wahid: Kebijakan Afirmasi Berlaku Semua Sektor, Indonesia Timur Harus Menjadi Prioritas
Bantu Perluas Jaringan Nasabah, PNM Gelar Pelatihan Online di Tengah Pandemi
Dukung Pemerintah Lawan COVID-19, Bank BJB Serahkan Bantuan Melalui Gugus Tugas Nasional
Adaptasi Kebiasaan Baru, Dokter Reisa: Perhatikan Sirkulasi Udara Ruang Kerja
Pasien Sembuh COVID-19 Naik Jadi 37.636, Kasus Positif Jadi 78.572
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
gimli