INDONEWS.ID

  • Kamis, 25/01/2018 10:14 WIB
  • Panglima TNI : Penanggulangan Terorisme Demi Keutuhan NKRI

  • Oleh :
    • luska
Panglima TNI : Penanggulangan Terorisme Demi Keutuhan NKRI
doorstop wartawan usai rapim TNI di Cilangkap.(Indonews.id/Luska)

Jakarta, INDONEWS.ID - Sesuai UU TNI Nomor 34 tahun 2004 Pasal 7 Ayat (2) menjelaskan bahwa Tugas Pokok TNI melaksanakan Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang didalamnya tertera berperan dalam penanggulangan aksi terorisme. Terkait hal itu TNI memiliki kemampuan matra Darat, Laut dan Udara yang kesemuanya demi menjaga keutuhan NKRI.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan awak media usai menutup Rapim TNI Tahun 2018, bertempat di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018).

Baca juga : Waspadai Pihak-Pihak yang Benturkan Konsep Negara Pancasila dengan Agama

Panglima TNI menjelaskan bahwa dalam pembahasan RUU yang berjudul pemberantasan tindak pidana terorisme dirubah menjadi penanggulangan aksi terorisme dengan memasukan satu pasal untuk mewadahi kepentingan tugas dan peran TNI. “Saya jelaskan, itu bersifat permohonan dari TNI, supaya bisa masuk dalam pembahasan RUU sehingga kemampuan TNI dapat diwadahi dalam penanggulangan terorisme,” jelasnya.

Di sisi lain, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa TNI beserta jajaran harus mengamankan Pilkada tahun 2018 dan Pemilu Presiden dan Legislatif tahun 2019 sehingga tercapai Pilkada dan Pemilu Langsung Umum Bebas dan Rahasia (LUBER) serta Jujur dan Adil (Jurdil). “Pada tahun yang sama TNI juga mengamankan Asia Games dan KTT IMF World Bank yang akan dilaksanakan di Bali,” ucapnya.

Baca juga : Warung NKRI Digital, Cara BNPT Kolaborasikan Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Era Digitalisasi

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa Rapim TNI Tahun 2018 dilaksanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran tahun 2017 serta proyeksi program kerja tahun 2018. Tahun-tahun sebelumnya, TNI membentuk satgas-satgas untuk melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan (Opspamtas) dan Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Opsrahwan), namun pada tahun 2018 ini ditambah satu Satgas lagi yaitu, Satgas Kesehatan TNI. “Satgas Kesehatan TNI ini dioperasikan di wilayah-wilayah krisis kesehatan, terpencil, terisolir atau ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, saat ini diprioritaskan di Papua,” katanya.

“Saya perintahkan kepada Komandan Satuan agar terus melaksanakan monitoring dan evaluasi serta melaporkan terjadinya kemungkinan adanya wabah penyakit di wilayah tersebut. Segera laporkan, saya akan melaksanakan koordinasi dan evaluasi guna memberikan tindakan-tindakan yang diperlukan,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Baca juga : Peringatan Hardiknas Harus Jadi Momentum dalam Melindungi Generasi Muda dari Intoleransi
Artikel Terkait
Waspadai Pihak-Pihak yang Benturkan Konsep Negara Pancasila dengan Agama
Warung NKRI Digital, Cara BNPT Kolaborasikan Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Era Digitalisasi
Peringatan Hardiknas Harus Jadi Momentum dalam Melindungi Generasi Muda dari Intoleransi
Artikel Terkini
PTPN IV Regional 4 Jambi, Bantu Korban Banjir Bandang di Sumbar
HOGERS Indonesia Resmi Buka Gelaran HI-DRONE2 di Community Park, Pantai Indah Kapuk 2
Ketua Pengadilan Negeri Batusangkar Dirikan Dapur dan Pendistribusian untuk Korban Banjir Bandang Tanah Datar
Aksi PNM Peduli Serahkan Sumur Bor Untuk Warga Indramayu Dan Tanam Mangrove Rhizophora
PTPN IV Regional 4 Jambi, Bantu Beras Warga Solok
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas