INDONEWS.ID

  • Jum'at, 09/02/2018 09:59 WIB
  • Wasekjen Partai Nasdem: Indonesia Butuh Generasi Milenial yang Cinta Negara

  • Oleh :
    • very
Wasekjen Partai Nasdem: Indonesia Butuh Generasi Milenial yang Cinta Negara
Wasekjen Partai Nasdem, Hermawi Taslim (tengah) diapit oleh Luluk Nur Hamidah (Pembicara dari Partai PKB) dan Sahat Sinurat (Ketum PP GMKI).

Medan, INDONEWS.ID - Generasi milenial  Indonesia harus mencintai negara dan bangsanya. Hanya dengan cara itu, bangsa dan negara Indonesia di masa mendatang akan tetap berdiri dan tidak tergerus perubahan zaman.

Untuk itu, langkah terbaik yang bisa dilakukan Generasi Milenial saat ini yaitu dengan kampanye menolak politik uang, melawan hoax, melawan intoleransi dan ujaran kebencian. Dengan cara ini, Generasi Mileneal bisa membangun masa depannya dengan lebih baik.

Baca juga : Peringatan Hari Anak Nasional, NasDem Dorong Pemerintah Desain Penguatan Anak Efek Covid-19

Demikian ditegaskan Wasekjen DPP Partai Nasdem, Hermawi Taslim dalam forum nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang bertemakan “Pendidikan Politik dan Pemilu”, yang berlangsung di Gedung Catholic Center, Medan, Kamis (8/2/2018).

“Partai Nasdem mengajak segenap anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia yang adalah generasi milenial untuk membangun masa depannya lebih baik dimulai sekarang. Caranya adalah dengan membangun dan menumbuhkan budaya politik baru.  Jika sekarang bangsa Indonesia menyaksikan politik uang, bertebaran informasi hoax, bertumbuhnya intoleransi  dan ujaran kebencian, saya himbau agar kalian melakukan aksi yang sebaliknya. Ini demi masa depan kalian dan Indonesia lebih baik. Itu juga berarti, kalian mencintai negara dan bangsa. Indonesia butuh cinta kalian,” ujar Hermawi Taslim.

Baca juga : PP GMKI Minta Pebisnis Gojek dan Grab Bantu Negara Tangani Pandemi

Taslim mengatakan, Partai Nasdem dalam kiprah politiknya senantiasa menata diri menuju partai modern dengan tiga fokus utama yakni terus memantapkan kehidupan kebangsaan yang berbasis Negara Kesatuan Republik Indonesia, menggelar pilkada tanpa mahar, serta membangun budaya politik yang bermartabat.

Taslim mengakui, pelaksanaan fokus utama itu bukannya tanpa tantangan dan mudah dilakukan. Namun karena fokus utama itu tidak bisa dilepaskan dari masa depan bangsa termasuk Generasi Milenial, maka fokus utama itu harus dilaksanakan tanpa tawar-menawar.

Baca juga : Partai NasDem Gelar Vaksinasi 1 Juta Dosis, Dimulai di 5 Titik di Jakarta

“Namun Partai Nasdem tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan Generasi Milenial yang mencintai negara dan bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Dan menjadi kewajiban Partai Nasdem juga membangun Generasi Milenial yang berkarakter Indonesia, sebagaimana dikehendaki para pendiri negara. GMKI harus memulai habitus baru dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Saya merasa yakin bahwa GMKI akan menjadi pioner dan berharap akan banyak kader GMKI yang menyusul alumnusnya seperti Pak Enggar Tiasto Lukito dan Yasona Laoli,” ujar Hermawi Taslim,  yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Advokasi Hukum (BAHU) DPP Partai Nasdem.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Sahat Sinurat, menjelaskan bahwa GMKI akan menjaga nilai-nilai luhur para pendirinya. Selain itu ditegaskan pula, GMKI akan menjadi penjaga empat pilar kebangsaan Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Sahat Sinurat mengatakan, hadir dalam forum tersebut yaitu 35 Dewan Pimimpinan Cabang (DPC) dari seluruh Indonesia dan para pembicara lain yakni Benny Pasaribu dari Partai Hanura, Anton Sihombing dari Partai Golkar dan Luluk Nur Hamidah dari Partai PKB. (Very)

 

Artikel Terkait
Peringatan Hari Anak Nasional, NasDem Dorong Pemerintah Desain Penguatan Anak Efek Covid-19
PP GMKI Minta Pebisnis Gojek dan Grab Bantu Negara Tangani Pandemi
Partai NasDem Gelar Vaksinasi 1 Juta Dosis, Dimulai di 5 Titik di Jakarta
Artikel Terkini
Dukung Masyarakat Aceh Terapkan Qanun LKS, Bank Mandiri Segera Menghentikan Operasional Cabang Terakhir
Buah Pertama Perubahan Otsus Papua, Rasisme Pecah di Merauke
Bersama Hadapi Pandemi, Masyarakat Indonesia Dapat Titipan "Salam Sehat dari Swedia"
Masih Pantaskah Negara Indonesia Mempunyai Sebutan Sebagai Negara Dermawan Saat Ini?
Jawab BuzzeRP, Rizal Ramli: Saya Dipecat Jokowi Karena Ganggu Cukong Reklamasi
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas