INDONEWS.ID

  • Rabu, 25/04/2018 10:07 WIB
  • Presiden Joko Widodo Pimpin Upacara Apel Wanita TNI dan Polwan

  • Oleh :
    • luska
Presiden Joko Widodo Pimpin Upacara Apel Wanita TNI dan Polwan
Presiden Jokowi pimpin upacara korp wanita TNI dan Polwan.(Indonews.id/Luska)

Jakarta, INDONEWS.ID - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menjadi inspektur upacara dalam apel bersama wanita TNI, Polwan, dan segenap wanita komponen bangsa di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018) pagi.

Apel ini merupakan wadah pemersatu berbagai kekuatan wanita Indonesia sekaligus peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2018.

Baca juga : Bukan Sebatas Ancaman, Terungkap Rencana Jokowi Akan Reshuffle Kabinet Indonesia Maju

Dalam kesempatan ini Jokowi mengapresiasi segenap wanita di Indonesia atas kontribusi menjaga NKRI. Menurut Jokowi, korps wanita dibutuhkan karena wanita sosok yang lembut namun tegas.

"Saya ucapkan selamat Hari Kartini pada elemen wanita yang tidak gentar dan berani menghadapi risiko ketika memilih profesi ini. Saya juga memberikan apresiasi dan haturkan rasa terima kasih atas peran saudari yang meningkat dari waktu ke waktu," ucap Jokowi dalam sambutannya.

Baca juga : Yuri: Klaster Baru dari Secapa TNI AD Sudah Ditangani Secara Profesional

Presiden juga mengajak peserta yang hadir dan kaum perempuan untuk meneladani semangat Kartini. "Saya ajak saudari semua untuk terus meneruskan semangat juang Kartini membangun keadilan, memajukan bangsa dan negara, dan memgutamakan kepentingan rakyat Indonesia atas pribadi dan golongan," tutur dia.

"Dalam berbagai kesempatan, (wanita) benar-benar terampil, dan bisa dalam situasi sulit menjadi tenang dan terkendali, itulah kelebihan wanita. Lembut tapi tegas," tambahnya.

Baca juga : Bamsoet: Presiden Jokowi Akan Hadir Secara Fisik dalam Sidang Tahunan MPR

Jokowi juga berharap kontribusi korps wanita semakin signifikan dalam memberi rasa aman kepada masyarakat, mengingat banyaknya wanita yang telah menempati berbagi posisi di dalam korps.

"Masyarakat Indonesia telah menyaksikan, korps wanita tampil di depan untuk memberikan rasa aman, dan pelayan, dan semakin banyak di posisi strategis di Polri dan TNI," ujar Jokowi.

Jokowi juga menekankan, keberadaan wanita di korps-korps tersebut bukan semata-mata untuk memenuhi kuota yang disediakan namun karena memang Indonesia butuh sosok wanita.

"Bukan terjadi karena belas kasihan, bukan juga kuota dari pemerintah, tapi memang membutuhkan peran wanita yang lebih besar," lanjutnya.

Diketahui, apel bersama Wanita TNI, Polwan dan Segenap Wanita Komponen Bangsa bertujuan untuk memelihara semangat juang dan jiwa korsa guna meningkatkan motivasi dalam pengabdiannya kepada negara dan bangsa, juga untuk membangun keterhubungan, kebersamaan dan soliditas sehingga terbentuk sinergitas dan interoperabilitas dalam pengabdian NKRI.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan pesan Perempuan Indonesia dan persembahan atraksi kolosal dari 721 personel Prajurit TNI dan Polisi yang terdiri dari 406 personel yang dibagi dalam; aksi Bela RA Kartini (22 personel), kolene senapan (150), aksi bela diri (22), atraksi berkuda (15), aksi moge (motor gede (30), atraksi terjun payung (35), dan pertunjukan rampak gendang Jakarta (63). (Lka)

 

Artikel Terkait
Bukan Sebatas Ancaman, Terungkap Rencana Jokowi Akan Reshuffle Kabinet Indonesia Maju
Yuri: Klaster Baru dari Secapa TNI AD Sudah Ditangani Secara Profesional
Bamsoet: Presiden Jokowi Akan Hadir Secara Fisik dalam Sidang Tahunan MPR
Artikel Terkini
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Jakarta Bebas Hujan Seharian
Penjelasan Istana soal Mobil Dinas Wapres Kehabisan BBM di Jalan Saat Kunjungan ke Sukabumi
Pelaku Pembunuhan Yodi Prabowo Tertangkap, Polisi : Hoaks!
Data Pemilih Bermasalah Jelang Pilkada, Ini Arahan Mendagri untuk KPUD Papua
Karyawan Perusahaan Harus Dibekali Pengetahuan tentang Paham Radikal-Terorisme
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
gimli