indonews

indonews.id

Mantan Kabais Sebut Indonesia Saat Ini Memprihatinkan

Mantan Kabais Letjen (Purn) Yayat Sudrajat menilai saat ini Indonesia dalam kondisi sangat memprihatinkan, baik dari segi geografis, demografis maupun sosial budaya.

Reporter: luska
Redaktur: very
zoom-in Mantan Kabais Sebut Indonesia Saat Ini Memprihatinkan
Mantan Kabais Letjen (purn) Yayat Sudrajat hadiri halal bihalal para purnawirawan Kopassus di GOR Ciracas.(Indonews.id/Luska)

Jakarta, INDONEWS.ID - Mantan Kabais Letjen (Purn) Yayat Sudrajat menilai saat ini Indonesia dalam kondisi sangat memprihatinkan, baik dari segi geografis, demografis maupun sosial budaya.

Dikatakan mantan Sesmenko Polhukam ini mencontohkan beberapa waktu lalu dirinya mendapatkan laopran bahwa salah satu pulau Indonesia telah dimiliki oleh pihak asing, dan yang disayangkan warga Indonesia tidak boleh datang ke pulau tersebut. Padahal Indonesia sangat kaya akan potensi alam nya dengan memiliki ribuan pulau pulau yang sangat indah dan luar bisas

" Sayang beberapa pulau dapat dikuasai asing," kata Yayat Sudrajat yang juga Wakil Ketua Partai Berkarya di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (8/7/2018).

Keprihatinan kedua, lanjut Yayat, adalah banyaknya masuk tenaga asing ke Indonesia dan hampir menguasai berbagai jabatan hingga ke tenaga kasar (kuli). Padahal, lanjutnya, Bumiputra sangat membutuhkan lapangan pekerjaan tersebut. Tenaga kerja banyak dikuasai asing sehingga bumi putra tidak kebagian dan tersingkirkan.

Menurut Yayat, rasa nasionalisme dan pancasila saat ini telah mulai memudar bahkan nilai serta pemahaman pancasila sudah mulai tergerus. Dicontohkannya terus di lupakan contoh pehamanan ttg pancasila, seperti tidak diputarnya kembali film pengkhianatan G 30 s/PKI.

Menurut Yayat Film tersebut dapat menjadi pemahaman tentang nilai Pancasila bagi generasi muda sekarang ini.

"Film `G30S PKI` tidak boleh lagi diputar sehingga pemahaman terhadap G30S PKI semakin tidak tahu," ujar Yayat.

Mantan Direktur Kontra Terorisme Deputi Bidang Kontra Intelejen BIN itu juga menyinggung soal politikus PDIP Ribka Tjiptaning yang mengeluarkan buku `Saya Bangga Jadi Anak PKI`. Ribka juga merupakan Ketua Komisi IX DPR RI.

"Kita tahu ada yang namanya Doktor Ribka Tjiptaning, dia buat buku `Aku Bangga Jadi Anak PKI`. Ada wawancara, 20 juta kader PKI siap bangkit. Ditangkapkah dia? Tidak. Dia sekarang menjadi salah satu ketua komisi di DPR, apakah ideologi benar-benar dilaksanakan....?" tanya Yayat. (Lka)

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas