INDONEWS.ID

  • Jum'at, 28/06/2019 11:04 WIB
  • Putusan MK: Hermawi Taslim: Indonesia Miliki Budaya Politik yang Matang

  • Oleh :
    • very
Putusan MK: Hermawi Taslim: Indonesia Miliki Budaya Politik yang Matang
Wakil Direktur Advokasi dan Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin, Hermawi Taslim. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Pada akhirnya, setelah melalui pembacaan risalah persidangan selama sembilan jam, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak seluruh permohonan Tim Hukum Prabowo-Sandi dalam sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHUP) yang digelar sejak 14 juni lalu. Dalam putusan yang dibacakan secara bergantian oleh 9 (sembilan) hakim MK sejak pukul 12.30 siang hingga pukul 21.13 pada Kamis 26 juni 2019, akhirnya Ketua MK Anwar Usman mengetuk palu dan meyatakan permohonan pemohon Prabowo - Sandi,  ditolak untuk seluruhnya.           

Menurut  Wakil Direktur Advokasi dan Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin, Hermawi Taslim, dengan keputusan MK tersebut, pengadilan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHUP) praktis sudah berakhir seluruh proses rangkaian pilpres. Langkah selanjutnya, rakyat Indonesia  tinggal menunggu penetapan Komisi Pemilihan Umum atas presiden dan wakil presiden terpilih dan juga urusan protokoler untuk pelantikan dan pengambilan sumpah Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024.

Baca juga : Penyumbang Devisa Negara, Pemerintah Harus Belajar dari Drama Korea

“Rakyat Indonesia tinggal menunggu dua tahapan lagi yakni penetapan KPU untuk Presiden dan Wakilnya, serta penetapan tanggal pelantikan serta pengambilan sumpah Presiden dan Wakil untuk periode 2019-2024,” ujar Hermawi Taslim melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (28/6).

Tim Hukum pasangan Jokowi Ma’ruf Amin yang diketuai Yusril Ihza Mahendra, ini menambahkan, pihaknya sangat berterimakasih kepada seluruh rakyat Indonesia  yang telah dengan sabar mengikuti seluruh rangkaian proses pemilihan presiden 2019 yang dimulai dari taraf pendaftaran, verivikasi, kampanye, pencoblosan hingga persidangan MK.

Baca juga : Strategi Implementasi "Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila", Menyemai Nilai Kebangsaan di Tengah Tantangan Zaman

Taslim yang juga Wasekjen Partai Nasdem ini menilai, tingkat kesadaran politik masyarakat semakin baik,  masyarakat sudah semakin kritis dan tidak mudah terombang ambing oleh berbagai isu dan informasi yang tidak akurat. 

“Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan moril dan sikap bijaksana dari rakyat Indonesia yang tidak terombang-ambing oleh informasi yang tidak akurat. Sikap kritis masyarakat ini merupakan modal utama pemerintahan Jokowi – Ma’ruf dalam melanjutkan dan sekaligus menata ulang pranata kehidupan sosial yang lebih adil,  lebih bermartabat dan lebih terhormat di mata international,” ujar Hermawi Taslim. 

Baca juga : Satgas Yonif 742/SWY Perkenalkan Ecobrick Kepada Para Murid Di Perbatasan RI- RDTL

Masih menurut Hermawi Taslim, sidang pilpres 2019 di MK kali ini memberikan pelajaran politik yang sesungguhnya tidak hanya tentang kehidupan berdemokrasi tetapi juga berbudaya. Kesabaran dalam menunggu hasil keputusan MK terkait dengan pengadilan ini menjadikan bangsa Indonesia memiliki budaya politik yang matang.

Taslim juga menegaskan bahwa jika memang diperlukan, Tim Hukum pasangan 01 siap mendampingi  Presiden dan Wapres terpilih sebagaimana yang dimintakan oleh KH Ma’ruf Amin. Dalam pertemuan dengan Tim Hukum pasangan 01 di kediaman Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (26/01/2019),  KH Ma’ruf Amin meminta Tim Hukum 01 kelak dapat membantu pemerintahan dalam bidang penegakan hukum. (Very)

Artikel Terkait
Penyumbang Devisa Negara, Pemerintah Harus Belajar dari Drama Korea
Strategi Implementasi "Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila", Menyemai Nilai Kebangsaan di Tengah Tantangan Zaman
Satgas Yonif 742/SWY Perkenalkan Ecobrick Kepada Para Murid Di Perbatasan RI- RDTL
Artikel Terkini
Didik J Rachbini: Salim Said Maestro Intelektual yang Paling Detail dan Mendalam
Penyumbang Devisa Negara, Pemerintah Harus Belajar dari Drama Korea
Bupati Tanahdatar buka Grand Opening Sakato Aesthetic
Strategi Implementasi "Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila", Menyemai Nilai Kebangsaan di Tengah Tantangan Zaman
Satgas Yonif 742/SWY Perkenalkan Ecobrick Kepada Para Murid Di Perbatasan RI- RDTL
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas