INDONEWS.ID

  • Sabtu, 24/08/2019 01:32 WIB
  • Duduk Perkara Perseteruan Antara Kasatpol PP Pekanbaru dan Kombes BNNP Riau

  • Oleh :
    • Rikard Djegadut
Duduk Perkara Perseteruan Antara Kasatpol PP Pekanbaru dan Kombes BNNP Riau
Viral Kasatpol PP Pekanbaru dan Kabid BNN Riau adu mulut di tempat dugem (Foto: screenshoot/ dok ist)

Pekanbaru, INDONEWS.ID - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pekanbaru, Agus Pramono mengaku diancam oleh Kombes Pol Iwan Eka Putra, Kepala Bidang Penindakan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau.

Ancaman tembak itu dilontarkan Iwan saat Satpol PP Pekanbaru melakukan razia dan menanyakan kelengkapan perizinan Grand Dragon Pub dan KTV, di Jalan Kuantan III, Pekanbaru, Jumat (23/8/2019) dini hari.

Mantan Kepala Staf Korem 031/Wira Bima yang menaungi Provinsi Riau itu mengatakan, perilaku tidak terpuji yang diperlihatkan Kombes Iwan akan diteruskannya ke Kepala BNNP Riau dan Kapolda Riau.

"Saya pikir nanti koordinasi dengan Kepala BNN Riau, termasuk dengan Kapolda Riau. Perbuatan itu kurang baik menurut saya dan tidak benar menghalang-halangi saya dalam melakukan penertiban," jelasnya melansir koranriau pada Jum`at, (23/8/2019).

Bahkan, dalam rekaman video yang direkam beberapa wartawan, Kombes Iwan diduga melontarkan ancaman ingin menembak Agus Pramono.

Dalam rekaman itu, tangan Kombes Iwan ditahan beberapa satpam Grand Dragon.

"Menghalangi penertiban. Dan berkata ingin menembak saya. Saya tidak suka itu. Dia mengatakan kata-kata kotor," kata Agus.

Ketika pengancaman tersebut dilakukan, tuturnya, keduanya dilerai oleh petugas keamanan Grand Dragon.

"Kita tidak terima kalau razia ini dibilang tidak ada gunanya. Kita merazia atas aturan. Kita banyak keluhan dari warga tentang banyaknya hiburan malam yang menyalahi aturan," imbuhnya.

Razia dan Penertiban yang dilakukan Satpol PP Pekanbaru sejak Kamis malam itu mengamankan 16 orang di tempat berbeda. Dengan rincian 14 wanita dan dua pria.

Sementara itu, Kombes Iwan Eka Putra kepada wartawan mengatakan, ia berada di sana karena dapat informasi akan ada transaksi narkoba di depan pintu masuk Grand Dragon.

"Lalu saya atur anggota untuk berpencar di tempat-tempat memungkinkan jika pelaku kabur. Pas keluar lift, saya dihentikan (Satpol PP), ditanya ngapain di sini. Tidak mungkin saya jawab lagi penyelidikan, namanya juga undercover,” jelas Iwan.

Ia mengatakan, saat ini persoalan dia dengan Agus sudah selesai dan tidak ada masalah. “Sudah, sudah selesai, hanya salah paham saja,” katanya.*(Rikardo)

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Rizal Ramli Kritik Cara Penanganan Aktivis KAMI Oleh Kepolisian
Antispasi Ancaman La Nina, Doni Monardo: Mitigasi Nonstruktural Paling Penting
Sinergi BNPT dengan Ponpes dan Alim Ulama Diperlukan untuk Cegah Paham Radikal Terorisme
PTPN III Dukung Peningkatan Daya Saing Sektor Perdagangan Melalui Pemberdayaan UMKM
Seorang Brigjen Diperiksa Propam Mabes Polri Terkait Laporan LGBT
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir