INDONEWS.ID

  • Minggu, 27/10/2019 09:30 WIB
  • Demokrat Tak Dapat Jatah, Andi Arief: Ibu Mega Punya Dendam Kepada Keluarga SBY

  • Oleh :
    • Rikardo
Demokrat Tak Dapat Jatah, Andi Arief: Ibu Mega Punya Dendam Kepada Keluarga SBY
Jokowi saat menerima SBY di Istana (10/10/19)

Jakarta, INDONEWS.ID - Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrat Andi Arief menduga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri punya dendam kepada keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Andi Arif menilai penolakan terhadap Demokrat untuk masuk dalam kolasisi Joko Widodo (Jokowi) merupakan pengaruh kuat pimpianan koalisi yakni Megawati.

Baca juga : Andi Arief Sebut Keterangan Saksi BPN di MK Penuh Opini

"Kami mendengar ada ketidaksetujuan Demokrat masuk koalisi. Itu datang dari pimpinan koalisi Ibu Megawati," kata Andi Arief kepada wartawan, Sabtu (26/10/2019).

Menurut Andi Arief, penolakan terhadap Demokrat sama dengan penolakan terhadap putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Padahal, sebelum Jokowi rampung menyusung Kabinet Indonesia Maju, nama AHY santer disebut sebagai salah satu calon menteri.

Baca juga : Kasus Andi Arief Bukan Komoditas Politik, Negara Harus Rombak Pendekatan Pidana

"Demokrat ditolak masuk koalisi, sama artinya menolak AHY," kata Andi Arief.

Meski demikian, Andi Arief menyebut Demokrat tak kecewa dengan keputusan Jokowi soal kabinet. "Tapi Demokrat memaklumi ini. Tidak marah dan tidak kecewa," katanya.

Baca juga : Andi Arief: Saya Hanya Mengingatkan Supaya Aparat Cepat Bertindak

PDIP tegas membantah kalau Megawati punya dendam kepada SBY dan keluarga. Anggota Fraksi PDIP DPR Aria Bima menegaskan kegagalan Demokrat gabung koalisi Jokowi bukan karena campur tangan Megawati.

"Jadi tidak ada, kemarin AHY datang disambut dengan baik. Kemudian (Megawati) datang juga tausiah saat di TMP. Waktu 1998, zaman Pak Harto dihujat, Bu Mega minta mahasiswa jangan menghujat, malah dibela kok. Tidak ada watak Bu Mega dendam, beliau negarawan," sebut Aria Bima saat dimintai tanggapan.*(Rikardo).

 

Artikel Terkait
Andi Arief Sebut Keterangan Saksi BPN di MK Penuh Opini
Kasus Andi Arief Bukan Komoditas Politik, Negara Harus Rombak Pendekatan Pidana
Andi Arief: Saya Hanya Mengingatkan Supaya Aparat Cepat Bertindak
Artikel Terkini
Fikasa Group Tipu Triliunan Rupiah Uang Nasabah, Dilaporkan Ke Bareskrim Mabes Polri
Moeldoko Sampaikan Daftar Nama Lembaga Negara Berpotensi Dibubarkan Jokowi
Pengukuhan Pengurus GP Jamu Secara Online oleh Ketua Badan POM
Pemerintah Rencana Bubarkan 18 Lembaga Negara, Bamsoet: Harus Sertakan Solusi
Bertemu Dubes Qatar, Bamsoet: Indonesia Ingin Menjalin Kerja Sama Melalui Investasi
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
gimli