INDONEWS.ID

  • Minggu, 08/12/2019 23:59 WIB
  • Sambut Hari Antikorupsi, KPK: Pedang di Tangan Jokowi

  • Oleh :
    • Rikard Djegadut
Sambut Hari Antikorupsi, KPK: Pedang di Tangan Jokowi
Wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Saut Situmorang (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Hari Antikorupsi Sedunia jatuh pada Senin, 9 Desember 2019. Wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Saut Situmorang melontarkan ungkapan menyambut Hari Antikorupsi Sedunia 2019.

Dia mengatakan Presiden Jokowi adalah pemegang pedang pemberantasan korupsi. Saut menjelaskan, jika ingin berubah, Indonesia mesti meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi. Saat ini, Indonesia berada di angka 38.

Baca juga : Ketua KPK: Hari Anak Nasional Momentum Bentengi Penerus Bangsa dengan Nilai Antikorupsi

"Kalau mau berubah, 2045 dengan Indeks Persepsi Korupsi 50 atau 60, kita harus mulai dari sekarang. Pedang pemberantasan itu (ada di) kepala negaranya," kata Saut ketika ditemui di Festival Film Antikorupsi, Ciputra Artpreneur, Jakarta pada Minggu, 8 Desember 2019.

Memaknai Hari Antikorupsi, Saut pun menyebut hari itu menjadi penting agar dunia menyadari bahaya korupsi terhadap suatu negara.

Baca juga : PB PMII Dorong Erick Thohir Lapor 159 Dugaan Korupsi di BUMN ke KPK

"Hari itu dibuat agar dunia sadar bahwa korupsi bisa bikin kiamat suatu negara. Bikin negara bubar, tidak efisien, tidak efektif, tidak adil," katanya.*(Rikardo)

Baca juga : Bakal Diperiksa KPK, Intip Seberapa Kayanya Anies Baswedan
Artikel Terkait
Ketua KPK: Hari Anak Nasional Momentum Bentengi Penerus Bangsa dengan Nilai Antikorupsi
PB PMII Dorong Erick Thohir Lapor 159 Dugaan Korupsi di BUMN ke KPK
Bakal Diperiksa KPK, Intip Seberapa Kayanya Anies Baswedan
Artikel Terkini
Selamat! PNM Tunjuk Dodot Patria Ary Jadi Sekretaris Perusahaan
Mutasi 60 Pati, Alumnus SMAN 3 Jakarta, Kolonel Primadi Saiful Sulun Jadi Kapoksahli Pangdam IM
Kasal Laksamana Yudo Margono : Ekspedisi Jala Citra I Aurora, Gandeng Peneliti Nasional, Ekplorasi Laut
Pengelolaan APBN di Masa Pandemi Berpotensi Munculkan Krisis
Panglima TNI Mutasi dan Promosi Jabatan 60 Perwira Tinggi
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas