INDONEWS.ID

  • Minggu, 12/01/2020 18:01 WIB
  • Imbas Konflik Natuna, Kasum TNI Lakukan Pengecekan Kekuatan dan Kesiapsiagaan Prajurit di Nunukan

  • Oleh :
    • luska
Imbas Konflik Natuna, Kasum TNI Lakukan Pengecekan Kekuatan dan Kesiapsiagaan Prajurit di Nunukan

Samarinda, INDONEWS.ID -  Kepala Staf Umum TNI (Kasum TNI) Letjen TNI Joni Supriyanto melaksanakan kunjungan kerja didampingi Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Fadjar Prasetyo, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Widi Prasetijono, serta Danlantamal XIII Trk Laksma TNI Judijanto, sekaligus pengecekan kekuatan dan kesiapsiagaan prajurit perbatasan dalam mengamankan wilayah Indonesia di Kabupaten Nunukan, Sabtu (11/1/2020).

Dalam kegiatan Kasum TNI dan rombongan di Perbatasan RI- Malaysia melihat langsung pos- pos Pamtas Yonif Raider 600/Modang di wilayah pulau Sebatik di antaranya, pos Bambangan, pos Bukit Keramat, pos Tanjung Aru dan pos Aji Kuning serta di akhiri pos Kotis yang berada di wilayah Nunukan. 

Baca juga : Aktivitas Mencurigakan, Panglima TNI Diminta Kirim Pesawat Pengintai ke Laut Natuna

Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto menerangkan, kunjungan kerja ke perbatasan Nunukan adalah sebuah tugas dan keharusan seorang pimpinan, untuk mengetahui sampai dimana kekuatan dan kesiapan prajurit perbatasan dalam mengamankan wilayah Indonesia.

“Kunjungan kami ini terlepas dari isu yang sedang hangat yaitu konflik Natuna yang masih menjadi perbincangan dan perdebatan hangat,” katanya.

Baca juga : Pangkogasgabpad Tinjau Sarana dan Prasarana Observasi NI Grand Princess di Natuna

Selain mengecek kesiapan prajuritnya, pimpinan TNI juga ingin memberikan suntikan moril, bahwa menjaga perbatasan bukan hal yang mudah. Dimana, prajurit dituntut untuk selalu tanggap dan waspada terhadap segala ancaman, gangguan, hambatan maupun tantangan yang terjadi di wilayahnya.

“Mengingat wilayah ini berada di perbatasan negara, segala kemungkinan harus diwaspadai dan bertindak cepat sesuai aturan,” tegasnya.

Baca juga : Kasum TNI Terima Gelar Adat Sasak “Adipati Yudha Negara”

Pos Marinir Sei Pancang dan Pos AL Sei Pancang mendapat perhatian khusus oleh Kasum TNI, lantaran merupakan pos paling timur wilayah perbatasan pulau Sebatik, dan menjadi penanda bahwa bangsa Indonesia sangat memperhatikan perbatasannya.

“Di sana, ada pos AL Sei Pancang dengan dermaga yang sudah dibeton sepanjang sekitar 2 KM, dilengkapi Satuan Radar TNI AL Integrated Maritime Surveillance System (IMSS) Sebatik Coastal Surveillance Station Sebatik (CSS).

“IMSS dan CSS dapat mendeteksi ancaman ataupun bahaya, karena sudah dilengkapi dengan Radar, AIS dan Long Range Camera,” jelasnya.

Sebelum mengakihiri kunjungannya di Pulau Sebatik, Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto menyatakan kebanggaannya terhadap prajurit perbatasan. Sebab, meski dengan keterbatasan alutsista, mereka tetap mampu memberikan pengabdian dan dedikasi yang tinggi untuk negaranya.(Lka)

 

Artikel Terkait
Aktivitas Mencurigakan, Panglima TNI Diminta Kirim Pesawat Pengintai ke Laut Natuna
Pangkogasgabpad Tinjau Sarana dan Prasarana Observasi NI Grand Princess di Natuna
Kasum TNI Terima Gelar Adat Sasak “Adipati Yudha Negara”
Artikel Terkini
Pemerintah Sebut Pelayanan Rumah Sakit Kunci Peningkatan Angka Sembuh Pasien Covid-19
Empat Tawaran Strategi Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia
DPD Minta Bulog Bantu Petani untuk Menjaga Ketahanan Pangan Nasional
Kemendagri Desak Pemda untuk Mutakhirkan Data Ketahanan Pangan Daerah
Bamsoet: Jihad Lawan Narkoba Tidak Boleh Kendur Walau di Saat Pandemi
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas