INDONEWS.ID

  • Selasa, 11/02/2020 07:30 WIB
  • Bertemu Jokowi di Australia, Veronica Koman Serahkan Data Tapol dan Korban Jiwa Papua

  • Oleh :
    • Rikardo
Bertemu Jokowi di Australia, Veronica Koman Serahkan Data Tapol dan Korban Jiwa Papua
Pengacara dan Aktivist HAM Veronica Koman (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Aktivis HAM Papua Veronica Koman mengklaim telah menyerahkan dokumen detail tahanan politik dan korban tewas Papua kepada Presiden Joko Widodo. Dokumen itu diserahkan saat berkunjung ke Canberra, Australia.

Veronica mengatakan, para aktivis mendesak agar krisis politik dan kemanusiaan di Papua segera dihentikan. Ia berharap pemerintah Australia membahas pelanggaran HAM di Papua dengan Presiden Indonesia Joko Widodo selama pertemuan bilateral minggu ini.

Baca juga : Data Veronica Koman Memang Sampah!

“Tim kami di Canberra telah berhasil menyerahkan dokumen-dokumen ini langsung kepada Presiden Jokowi. Dokumen ini memuat nama dan lokasi 57 tahanan politik Papua yang dikenakan pasal makar, yang saat ini sedang ditahan di tujuh kota di Indonesia," kata Veronica melalui siaran persnya.

Veronica dan timnya mengklaim juga menyerahkan nama beserta umur dari 243 korban sipil yang telah meninggal selama operasi militer di Nduga sejak Desember 2018, baik karena terbunuh oleh aparat keamanan maupun karena sakit dan kelaparan dalam pengungsian.

Baca juga : Status WNI Veronica Koman, Eks ISIS dan Simpatisan OPM Harus Dicabut

Veronica berujar di awal periode pertamanya pada 2015, Presiden Jokowi membebaskan lima tahanan politik Papua. Hal ini dipandang masyarakat sebagai langkah yang penuh dengan harapan baru bagi Papua.

"Namun pada awal dari periode keduanya saat ini, terdapat 57 orang yang dikenakan makar yang sedang menunggu sidang. Langkah ini hanya akan memperburuk konflik di Papua," katanya.

Baca juga : Pemerintah Perlu Pertimbangkan Pencabutan Status WNI Veronica Koman

Selain itu, Veronica menyebut sejumlah gubernur, bupati, pimpinan gereja, pimpinan adat, akademisi, aktivis dan mahasiswa telah memohon kepada Presiden Jokowi untuk menarik pasukan dari Nduga sejak Desember 2018. Namun, permintaan itu tidak pernah diindahkan.

Veronica mengatakan Presiden Jokowi secara langsung telah memegang data nama tahanan dan korban tewas di Papua. "Termasuk nama-nama dari 110 anak-anak dari total 243 sipil yang meninggal, akankah Presiden tetap tidak mengindahkan permintaan tersebut?” ujarnya.*(Rikardo).

 

 

Artikel Terkait
Data Veronica Koman Memang Sampah!
Status WNI Veronica Koman, Eks ISIS dan Simpatisan OPM Harus Dicabut
Pemerintah Perlu Pertimbangkan Pencabutan Status WNI Veronica Koman
Artikel Terkini
Ini Tiga Syarat yang Harus Dipenuhi Agar "Lockdown" Efektif
Pandemi Covid-19, Rizal Ramli: Bertindaklah Sekarang, Jika Tidak Rakyat Kecil Berjatuhan
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia Rekrut 5.816 Relawan untuk Penanganan Covid-19
Keseleo Lidah, Emrus Sihombing: Achmad Yurianto Dapat Dimaklumi
Cegah Covid-19, PMKRI dan Caritas Makassar Minta Masyarakat Tetap di Rumah
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
eowyn