Kabar Baik! Unair Klaim Temukan Alat Pendeteksi Corona dalam Hitungan Jam
Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur mengklaim telah menemukan alat yang dapat mendeteksi virus corona dengan cepat menggunakan alat polimerisasi (PCR). Alat ini diklaim bisa mendeteksi virus dalam waktu hitungan jam.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur mengklaim telah menemukan alat yang dapat mendeteksi virus corona dengan cepat menggunakan alat polimerisasi (PCR). Alat ini diklaim bisa mendeteksi virus dalam waktu hitungan jam.
Demikian disampaikan Rektor Unair Mohammad Nasih, di Surabaya, Minggu (15/3). Nasih mengatakan, fasilitas lain yang dimiliki adalah Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL 3).
"Itu karena alatnya, metodenya, yang terpenting adalah alat dan metodenya karena kami menggunakan alat pengurai PCR, jadi bisa lebih cepat," katanya.
Menurutnya, selain alat yang memadai terdapat ahli yang mendukung pemeriksaan. Untuk itu, Nasir mengatakan, pihaknya sudah sangat siap melakukan pemeriksaan spesimen pasien terkait virus corona atau covid-19. Pemeriksaan akan melibatkan Institute of Tropical Disease (ITD) Unair dan Rumah Sakit Unair (RSUA).
"1000 persen kita sudah sangat siap," kata Nasih, di Surabaya, Minggu (15/3).
Lebih lanjut, Nasih menyatakan pihaknya juga bekerja sama dengan Kobe University, Jepang, untuk memasok reagen. Reagen sendiri merupakan pereaksi kimia yang dapat digunakan untuk memeriksa dan mendeteksi virus corona.
"Reagennya yaitu premier spesifik yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang yang suspect atau confirm virus corona," ujarnya
Sebenarnya, kata Nasih, sejak Januari 2020, pihaknya sudah melakukan identifikasi virus corona, namun hal itu harus dihentikan lantaran kebijakan Kementerian Kesehatan yang ingin pengujian terpusat di Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta.
Ketua ITD Unair Maria Lucia Inge Lusida menambahkan dengan tim dan alat yang dimiliki lembaganya seperti PCR dan reagen, proses identifikasi virus corona bisa berjalan lebih cepat tak membutuhkan hitungan hari.
"Dua sampai tiga hari sudah bisa. Tapi, kalau lima jam sudah selesai langsung kami umumkan," kata Inge.
Inge mengatakan pihaknya telah memiliki stok reagen yang memadai. Menurutnya reagen tersebut bisa digunakan untuk menangani 2000 sampel pasien yang masuk dari sejumlah rumah sakit.
"Kalau menipis tentu kami akan pesan lagi. Prinsipnya kami sudah siap. Karena kalau reagen-nya ada penanganan jadi lebih mudah dan cepat tanpa harus dikirim ke Jakarta," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah memutuskan pemeriksaan laboratorium terkait covid-19 tak lagi hanya dilakukan di Balitbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Presiden Joko Widodo meminta Kemenkes melibatkan Unair dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan coronaAchmadYurianto mengatakan kedua lembaga tersebut sudah bisa melakukan pemeriksaan virus corona mulai hari ini. Selain itu, Yuri menyebut pemerintah sudah menerima 10 ribuPCR untuk mendeteksi virus corona.*(Rikardo).