INDONEWS.ID

  • Selasa, 24/03/2020 13:01 WIB
  • Cegah Virus Corona, Achmad Yurianto Minta Anak Muda `Diam` di Rumah

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Cegah Virus Corona, Achmad Yurianto Minta Anak Muda `Diam` di Rumah
Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.(Foto:Dokumen BNPB)

Jakarta, INDONEWS.ID - Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, meminta anak muda untuk tetap di rumah selama wabah virus corona berlangsung. Himbuan ini disampaikan demi mencegah penyebaran virus corona semakin meluas.

Menurut Achmad Yurianto, anak muda memiliki potensi besar sebagai pembawa (carrier)mikroorganisme SARS-CoV-2 yang menyebabkan covid-19 dan menularkan kepada orang tua atau manusia usia lanjut (manula) karena kebisaan keluar rumah. Karena itu, ia meminta anak muda untuk tetap di rumah.

Baca juga : Ahli Waris Pemegang Hak Cipta Sketsa Tugu Selamat Datang Gugat PT Grand Indonesia

"Jangan keluar rumah dan beraktivitas jika benar-benar tidak diperlukan," kata Yurianto dalam konferensi pers pada Sabtu,(21/03/2020) Gedung BNPB, Jakarta.

Pemerintah menghimbau kepada seluruh masyarakat termasuk anak muda untuk tetap di rumah, kata Yurianto, bukan alasan.Himbuan disampaikan agar anak muda ikut terlibat dalam memotong mata rantai penyebaran virus corona.

Baca juga : Koki Otonomi Prof Djo Akhirnya Terbit

Ia menegaskan, anak muda bukan tidak dapat terifeksi oleh virus corona. Virus corona dapat menyerang siapa saja, kecuali ada upaya pencegahan dini dengan cara isolasi diri di rumah,

"Anak muda yang nampak sehat dalam beberapa kasus justru bisa menjadi pembawa mikroorganisme SARS-CoV-2 kepada golongan manusia usia lanjut (manula). Ketika kita terkena dan tidak isolasi diri, ini problem mendasar sehingga sebarannya cepat," ungkap Yurianto.

Baca juga : Rizal Ramli: Politik Machiavelli Ala Influencer dan BuzzeRP

Lebih lanjut Yurianto menegaskan, sudah beberapa kali memberikan Informasi tentang upaya-upaya pencegahan penularan penyakit COVID-19, yang didasari kontak dekat akibat cemaran droplet sakit kepada orang lain baik melalui batuk atau bersin.

Materi cemaran yang berisi SARS-CoV-2itu, kata dia, dapat berada di udara (airborn) sehingga penting bagi siapa saja untuk menjaga jarak interaksi minimal satu meter.

"Kita ingatkan tetap laksanakan upaya menjaga jarak saat melaksananan kontak sosial, jangan kurang dari satu meter. Ini penting untuk menghindari kerumunan, pertemuan-pertemuan menghadirkan banyak orang yang memiliki peluang penularan penyakit ini," imbuhnya.

Lebih lanjut cemaran itu, menurut Yurianto, juga dapat tertinggal di benda mati. Banyak kejadian cemaran di benda mati tertinggal dan tidak sengaja disentuh orang sehat sehingga pindah tangan.

Kemudian korban yang tangannya tercemar memindahkan virus ke tubuhnya baik melalui area muka atau saluran napas karena tidak mencuci tangan.

Oleh karena itu, penting bagi seluruh masyarakat agar melakukan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Bagi masyarakat yang tengah menjalankan giat bekerja di rumah (Work From Home) juga diharapkan agar mematuhi protokol tersebut dan tidak keluar rumah tanpa alasan penting seperti memenuhi kebutuhan pangan atau kesehatan.

"Ada sebagian saudara-saudara yang tidak mungkin bekerja dari rumah agar berhati-hati terkait ini. Kemudian yang bekerja dari rumah pastikan jika tidak mendesak keluar rumah, jangan keluar rumah," tutupnya.*

 

Artikel Terkait
Ahli Waris Pemegang Hak Cipta Sketsa Tugu Selamat Datang Gugat PT Grand Indonesia
Koki Otonomi Prof Djo Akhirnya Terbit
Rizal Ramli: Politik Machiavelli Ala Influencer dan BuzzeRP
Artikel Terkini
Didampingi Menhan, Presiden Tinjau Food Estate Hingga Posko Penanganan Covid-19 di Kalteng
Ini Penampakan Helikopter Merah Putih yang Digunakan Presiden Jokowi
Ahli Waris Pemegang Hak Cipta Sketsa Tugu Selamat Datang Gugat PT Grand Indonesia
Gandeng LinkAja, PNM Lakukan Transformasi Digital Dorong Transaksi Non-tunai
Koki Otonomi Prof Djo Akhirnya Terbit
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
eowyn