INDONEWS.ID

  • Kamis, 26/03/2020 21:30 WIB
  • Dampak Terburuk Virus Corona, Pemprov DKI Didorong Lakukan Karantina Wilayah

  • Oleh :
    • Ronald T
Dampak Terburuk Virus Corona, Pemprov DKI Didorong Lakukan Karantina Wilayah
Virus Corona. (Foto: Ilustrasi)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan simulasi penyebaran virus korona atau covid-19. Beberapa skenario digambarkan dalam simulasi itu.

Baca juga : Update Covid-19, Positif COVID-19 Bertambah 1.671, Total Jadi 74.018 Kasus

"Dari hasil simulasi forkopimda, DKI Jakarta paling banyak terpapar oleh virus ini. Skenario terburuk adalah bisa mencapai 6.000-8.000 orang positif," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono dalam video konferensi pers di Jakarta, Kamis, (26/3/2020).

Untuk mengantisipasi meledaknya pasien korona, pemerintah pusat membuka rumah sakit darurat di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Rumah sakit di DKI tak punya daya tampung sebanyak itu.

Baca juga : Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi, Tanggapan Menteri Erick Tohir Mengejutkan

"Ini latar belakang didirikan di rumah sakit darurat. Pemerintah sudah mengaktivasi apabila penyebaran virus ini tidak bisa kita bendung," kata Eko.

Sementara itu,  di lokasi yang berbeda, Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menerapkan karantina wilayah berdasarkan tingkat risiko penyebaran virus korona (covid-19). Menurutnya, karantina bisa dilakukan di kelurahan dengan tingkat penyebaran korona tinggi.

Baca juga : Pilot Terlibat Narkoba, Garuda: Kita Akan Dipecat, Tak Ada Toleransi!

"Selain bisa mengurangi penyebaran kasus, dampak ekonomi yang ditimbulkan juga tidak terlalu berat,” ujarnya di Jakarta, Kamis, (26/3/3030).

Menurutnya, kelurahan memiliki unit pengamatan yang kecil. Sehingga Pemprov DKI lebih mudah mengawasi dan memenuhi kebutuhan warga yang dikarantina. Seperti distribusi pangan dan obat-obatan.

Idris menganggap karantina tingkat kelurahan lebih efektif jika diikuti karantina sektoral. Membatasi jam operasional atau menutup pusat keramaian untuk sementara waktu, seperti pasar bisa dilakukan.

“Untuk pasar, Pemprov DKI bisa membatasi operasional hanya sekian jam per hari atau hanya dibuka pada hari-hari tertentu, terutama pasar yang tidak menjual bahan makanan,” tandasnya. (rnl)

 

Artikel Terkait
Update Covid-19, Positif COVID-19 Bertambah 1.671, Total Jadi 74.018 Kasus
Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi, Tanggapan Menteri Erick Tohir Mengejutkan
Pilot Terlibat Narkoba, Garuda: Kita Akan Dipecat, Tak Ada Toleransi!
Artikel Terkini
Update Covid-19, Positif COVID-19 Bertambah 1.671, Total Jadi 74.018 Kasus
Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi, Tanggapan Menteri Erick Tohir Mengejutkan
Pilot Terlibat Narkoba, Garuda: Kita Akan Dipecat, Tak Ada Toleransi!
Resuffle Kabinet Maju Mundur
KSAD Ceritakan Kronologi 1.280 Orang di Secapa AD Positif Corona
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
gandalf