PNM Dukung Perempuan Tangguh Indonesia, Kisah Ibu Rani dan Rayyan Arkan Dikha Jadi Inspirasi
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan perempuan Indonesia, bukan hanya sebagai pelaku usaha ultra mikro, tetapi juga sebagai ibu yang menjadi fondasi utama dalam tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan perempuan Indonesia, bukan hanya sebagai pelaku usaha ultra mikro, tetapi juga sebagai ibu yang menjadi fondasi utama dalam tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyampaikan bahwa hingga kini PNM telah melayani 22,4 juta perempuan di seluruh Indonesia yang tersebar di 6.165 kecamatan. Para nasabah ini adalah perempuan-perempuan tangguh yang menjadikan cinta dan pengorbanan untuk keluarga sebagai kekuatan utama untuk bertahan dan berkembang.
Salah satu kisah inspiratif datang dari nasabah PNM asal Riau, Ibu Rani Ridawati, ibu dari Rayyan Arkan Dikha—bocah penari kecil yang viral dengan tarian "aura farming" di arena pacu jalur. Dikha menjadi sorotan publik berkat aksi tarinya yang memukau dan penuh semangat, namun tak banyak yang tahu bahwa ia tumbuh dari keluarga sederhana yang penuh kasih dan kerja keras.
“Dikha adalah bagian dari keluarga besar PNM, karena emaknya Dikha (Ibu Rani) sudah menjadi nasabah kami sejak 2017,” ujar Arief dalam keterangan tertulis, Jumat (11/7/2025).
Dalam pertemuan hangat dengan Ibu Rani dan Dikha, Arief menyampaikan pesan menyentuh kepada sang anak yang kini telah menjadi idola banyak orang. “Tolong dijaga ya tetap istiqomah, tetap rendah hati, jangan sombong sama teman-teman. Ingat, kalau sudah jadi orang besar, tetap butuh orang lain,” pesannya.
Ibu Rani, yang telah merasakan manfaat program pendampingan dan pembiayaan dari PNM selama bertahun-tahun, tak kuasa menahan haru. “Terima kasih untuk PNM, terima kasih untuk Pak Arief Mulyadi yang telah membantu keluarga kami,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
PNM meyakini bahwa peran seorang ibu bukan sekadar sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai kekuatan yang mampu mencetak anak-anak hebat yang membawa kebanggaan bagi bangsa dan daerah. Kisah Ibu Rani dan Dikha menjadi bukti nyata bagaimana kekuatan cinta seorang ibu, ditopang oleh dukungan ekosistem yang tepat, mampu menciptakan perubahan besar.
Melalui kisah ini, PNM mengirimkan doa dan harapan untuk Dikha agar ia terus menari dalam cahaya keyakinan dan kasih sayang yang membentuk dirinya. "Semoga ia melangkah dengan keberanian untuk bermimpi lebih tinggi, namun tetap berpijak dengan hati yang membumi, seperti ibunya yang selalu hadir, bahkan dari balik lapak jajanan yang sederhana," tutup Arief.