INDONEWS.ID

  • Jum'at, 08/05/2020 14:01 WIB
  • BNN Ambil Ruang bagi Anak Muda untuk Berkarya melalui REAN.ID

  • Oleh :
    • luska
BNN Ambil Ruang bagi Anak Muda untuk Berkarya melalui REAN.ID
Deputi Pencegahan BNN Irjen Pol Drs. Anjan Pramuka Putra, hari ini (8/5/2020) mengisi sesi khusus Konten Digital Anti Narkoba.

Jakarta, INDONEWS.ID - Di tengah pandemi covid-19 ini, Sobat Cyber Indonesia (SCI) dan Mastel dalam kegiatan Pesantren Kilat Digital mengajak Rumah Edukasi Anti Narkoba (rean.id) yang merupakan platform digital anak muda/ milenial dari Deputi Bidang Pencegahan BNN ikut mengkampanyekan anti narkoba pada kegiatan Pesantren Kilat Digital yang diselenggarakan dari tanggal 4 hingga 9 Mei 2020. Dengan menggunakan fasilitas teknologi pertemuan virtual kegiatan ini berlangsung cukup menarik hingga kurang lebih 160an kalangan anak muda atau milenial ikut kegiatan ini.

Deputi Pencegahan BNN Irjen Pol Drs. Anjan Pramuka Putra, SH., M.Hum hari ini (8/5/2020) berkesempatan untuk mengisi sesi khusus Konten Digital Anti Narkoba yang diusung dalam alamat rean.id. Dalam pemaparannya, orang nomor satu di satuan kerja Deputi Bidang Pencegahan menyampaikan bahayanya peredaran narkoba melalui dunia maya atau digital, sehingga anak muda harus paham betul pola peredaran dan bahayanya. Ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda inilah yang menjadi semangat bagi BNN untuk memberikan ruang bagi anak muda agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Baca juga : Awal Tahun 2021, BNN Berhasil Gagalkan Dua Kasus Penyelundupan Narkotika Sabu

Disampaikan dengan penuh semangat, bapak berbintang dua ini menjelaskan bahwa Rean.id merupakan bagian dari BNN dalam mengambil ruang di anak muda dalam berkarya. Konsentrasi yang cukup besar dari BNN kepada anak muda menempatkan anak muda sebagai aktor utama dalam perubahan dengan berbagai ide cemerlang untuk membangun bangsa dan negara dengan kemampuan mereka. Platform digital yang baru diluncurkan pada tahun lalu (bulan Oktober 2019), telah banyak dikontribusi oleh anak muda dengan memasukkan konten-kontennya ke rean.id.

Penyampaian materi yang cukup sistematis dan lugas bahasa yang mudah dipahami anak muda, membuat para peserta antusias untuk langsung bergabung dengan rean.id, dengan banyak yang memohon segera di aktivasi email mereka saat mendaftar pada saat acara sedang berlangsung. Panitia dari Sobat Cyber Indonesia pada sesi tersebut memberikan tugas kepada peserta Pesantren Kilat Digital ini untuk membuat konten yang nanti harus dimasukkan dalam laman rean.id. Diharapkan para peserta Pesantren Kilat Digital ini mampu berkontribusi dan berkarya dengan kegiatan positif dan diekpresikan melalui rean.id.

Baca juga : Selamat! Jokowi Lantik Kepala BNN Baru, Petrus R. Golose

Sebagai informasi, Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia akan meluncurkan platform bernama “Rumah Edukasi”. Platform ini bertujuan sebagai media pencegahan penggunaan narkoba dan obat/bahan berbahaya lainnya.

Dalam program Rumah edukasi anti narkoba mencangkup 3 hal yaitu media informasi, media edukasi dan sumber informasi dan edukasi. ke 3 hal tersebut memiliki fokus yang berbeda-beda. media informasi untuk remaja indonesia berjejaring, belajar, berbagi cerita dan inspirasi. sedangkan untuk media edukasi untuk remaja indonesia yang mampu mengekspresikan karya, menggali potensi, membangun kepercayaan diri guna memperkuat citra remaja dan untuk sumber informasi dan edukasi di fokuskan untuk remaja yang membuat konten yang berliterasi dibidang pencegahan narkoba.

Baca juga : Pres Rilis Akhir Tahun: BNNP NTB Ungkap 11 Kasus Narkotika Sepanjang 2020

Visi dan Misi rumah edukasi ini adalah melibatkan remaja (Generasi Milenial) sebagai aktor utama dalam setiap kegiatan. Mengunggah seluruh aktivitas Drug Free Exhibition Day dan hasil karyanya dalam Rumah Edukasi Narkoba. Menyediakan ruang bagi remaja untuk mengakses informasi dan edukasi bidang pencegahan melalui konten-konten dan literatur digital dalam halaman Rumah Edukasi Anti Narkoba.

Yang bertujuan terjalin hubungan “KITABISACEGAH” dengan remaja yang terlibat langsung dalam proses produksi konten pencegahan (Co-Produce). Tersedianya media bagi remaja untuk berekspresi dalam pencegahan narkoba (Co-Creator). Terbentuk jati diri remaja sebagai role model pencegahan narkoba (Co-Brand). Terbangunnya literasi informasi dan edukasi pencegahan narkoba bagi remaja (Co-Respon). (Lka)

Artikel Terkait
Awal Tahun 2021, BNN Berhasil Gagalkan Dua Kasus Penyelundupan Narkotika Sabu
Selamat! Jokowi Lantik Kepala BNN Baru, Petrus R. Golose
Pres Rilis Akhir Tahun: BNNP NTB Ungkap 11 Kasus Narkotika Sepanjang 2020
Artikel Terkini
Diperpanjang! Daftar Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pemkot Bogor
Dukcapil Kemendagri Ganti 14 Ribu Dokumen KK Korban Banjir Kalimantan Selatan
FOKSI Dukung PPATK Ungkap Aliran Dana Ke Rekening FPI
Biden Hapus Kebijakan Trump, Rizal Ramli: Nanti Kalau Ada Perubahan, Kita Batalkan UU Omnibus Law
Minta Maaf ke Natalius Pigai, Ambroncius Nababan: Saya Juga Anak Papua
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir