INDONEWS.ID

  • Sabtu, 11/07/2020 23:54 WIB
  • Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi, Tanggapan Menteri Erick Tohir Mengejutkan

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Wacana Reshuffle Kabinet Jokowi, Tanggapan Menteri Erick Tohir Mengejutkan
Menteri BUMN Erick Tohir.(Foto:Jawapos.com)

Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Budan Usaha Milik Negara (BUMN) menangapi positif terhadap rencana perombakan Kabinet Indonesia Maju. Perubahan susunan menteri dalam pemerintahan merupakan wewenang penuh seorang presiden.

Menurut Erick Tohir, seorang menteri harus siap diganti jika presiden telah mengambil keputusan sesuai dengan hak prerogatif yang dimiliki oleh seorang kepala negara dan kepala pemerintahan. Menteri tidak hanya bersedia menerima mandat menjalankan tugas pemerintahan.

Baca juga : Prioritas Penanganan Covid-19 di 9 Provinsi, Ini Pertimbangan Jokowi

"Jangan hanya siap diangkat, harus siap dicopot juga," tegas Erick sebagaimana dikutif dari Kompas.TV, Jakarta, Sabtu,(11/07/2020)

Kementerian BUMN selama ini, sering mendapatkan sorotan dari masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari beberapa keputusan yang diambil seorang menteri Erick dalam menata kementerian tersebut.

Baca juga : Rizal Ramli Sarankan Jokowi Angkat Jonan Jadi Komut Pertamina, Ahok Jadi Dubes

Terlepas dari penilaian masyarakat, menurut Erick, presiden berhak memberikan penilaian terhadap kinerja dari para menterinya. Hasil pengamatan presiden bisa saja menjadi pertimbangan dalam merombak susuanan kabinet yang ada.

Karena itu, lanjut Erick, dirinya mengaku siap dengan semua keputusan yang diambil oleh Jokowi. Ini merupakan bentuk kepatuhan sekaligus menghormati wewenang penuh yang dimiliki oleh presiden sesuai dengan amanat konsitusi.

Baca juga : Ahok Bongkar Aib Pertamina, Ini Respon Tak Terduga Kementerian

Awal Mula Wacana Reshuffle Kabinet

Rencana perombakan susunan kabinet pertama kali disampaikan sendiri oleh Presiden Jokowi. Hal ini ia sampaikan pada saat rapat kabinet paripurna, Kamis,(18/06) yang lalu.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi secara terbuka menyampaikan rasa kecewaan atas kinerja para menteri, yang menurutnya belum memuaskan.

Kemarahan presiden ini ramai ditanggapi oleh masyarakat setelah ditayangkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden seminggu kemudian.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan," kata Jokowi.

Kemarahan presiden tidak terlepas dari bencana non alam Covid-19 yang dialami Indonesia saat ini. Pemerintah telah mengalokasikan dana penanganan Covid-19, namun, serapannya masih kecil bahkan ada anggaran yang belum sama sekali digunakan.

Karena itu, presiden meminta kepada menteri dan pimpinan lembaga, merasakan betul penderitaan yang dialami oleh masyarakat Indonesia selama pandemi Covid-19. Hal ini karena wabah corona tidak berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga kepada sektor ekonomi masyarakat.

"Kita harus ngerti ini. Jangan biasa-biasa saja, jangan linear, jangan menganggap ini normal.Bahaya sekali kita. Saya lihat masih banyak kita yang menganggap ini normal," tutupnya.*

 

 

 

Artikel Terkait
Prioritas Penanganan Covid-19 di 9 Provinsi, Ini Pertimbangan Jokowi
Rizal Ramli Sarankan Jokowi Angkat Jonan Jadi Komut Pertamina, Ahok Jadi Dubes
Ahok Bongkar Aib Pertamina, Ini Respon Tak Terduga Kementerian
Artikel Terkini
234Coffee, Tawarkan Kopi Berkualitas dengan Sajian Unik
Kritik Survei LSI Denny JA Soal COVID-19, Rizal Ramli: Bohongi Rakyat dan Meninabobokan Pejabat
Keras to the Point! Benny Harman Minta Mahfud Mundur Jika Tak Bisa Benahi Hukum
Usai Arief Budiman, Komisioner KPU Pramono Positif Covid-19
Tim Relawan Bakal Calon Bupati Toraja Utara Terbentuk, Siap Jaga Pilkada Aman
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir