INDONEWS.ID

  • Jum'at, 17/07/2020 21:30 WIB
  • Ini Bocoran Nama Menteri Usulan DPD dalam Rencana Reshuffle Kabinet Jokowi

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Ini Bocoran Nama Menteri Usulan DPD dalam Rencana Reshuffle Kabinet Jokowi
Susunan Kabinet Kabinet Indonesia Maju.(Foto:IStimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti terus mengawal rencana Presiden Jokowi dalam melakukan perombakan jajaran kabinet. Terbukti, LaNyalla telah mengusulkan beberapa nama yang menjadi usulan DPD apabila presiden mengubah susunan kabinet dalam waktu dekat.

LaNyalla sendiri tidak menyebutkan secara jelas siapa nama-nama yang diusulkan oleh DPD. Namun, ia menegaskan, nama Wakil Ketua DPD, Nono Sampono sangat layak duduk menjadi anggota kabinet, membantu tugas presiden.

Baca juga : Covid-19 Makin Meningkat, DPD Ajak Masyarakat Tunda Pilkada 2020

"Wakil Ketua Nono Sampono pantas untuk membantu Presiden Jokowi," kata LaNyalla saat mengunjungi kantor redaksi Media group (MetroTV) dan Rakyat Merdeka group, Jakarta, Jumat,(17/07/2020)

Sementara itu, dalam perbincangan santai dengan sejumlah wartawan di Senayan, Wakil Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin sempat membuka nama-nama calon tersebut. Sultan menyebut tiga nama yang menjadi usulan DPD.

Baca juga : Prioritas Penanganan Covid-19 di 9 Provinsi, Ini Pertimbangan Jokowi

"Ada tiga nama yang oleh Ketua DPD direkomendasikan ke Presiden. Tetapi tentu semua kembali kepada Pak Jokowi. Kan kita juga belum tahu apa benar ada reshuffle atau tidak. Itu hak prerogatif presiden,” kata Sultan

Sultan menerangkan, beberapa nama yang menjadi usulan DPD yakni ada nama Nono Sampono, ada GKR Hemas dan Agustin Teras Narang. Menurutnya, ketiga nama tersebut dinilai layak menjadi menteri berdasarkan pengalaman pribadi mereka.

Baca juga : Rizal Ramli Sarankan Jokowi Angkat Jonan Jadi Komut Pertamina, Ahok Jadi Dubes

"Setahu saya tiga senior Senator itu yang ditawarkan ketua. Kalau ada yang lain saya belum tahu. Dan saya pikir memang pantas ketiga senior tersebut masuk bursa bila memang presiden menghendaki,” ujarnya.

Sultan menambahkan, di luar tiga nama tersebut, di DPD periode saat ini cukup banyak tokoh yang mumpuni untuk masuk bursa. Selain punya rekam jejak yang bagus, juga memiliki kompetensi yang layak.

"DPD periode ini sangat banyak tokoh daerah yang kapabel dan pantas untuk menjadi menteri, karena mereka memang benar-benar besar dari bawah, bukan karbitan,” cetusnya.

Terhadap tiga nama tadi, dikatakan Sultan, Nono Sampono punya pengalaman militer di kelautan dan teritorial yang cukup mumpuni. Nono juga pernah mendapat pendidikan pasukan khusus di Hawaii, AS, dan Korea Selatan.

"Jadi Pak Nono pantaslah menurut saya. Apalagi beliau pernah juga dipercaya sebagai Dankormar, Danpaspampres dan Kepala Basarnas. Komplit sudah,” urai Senator asal Bengkulu ini.

Sementara, GKR Hemas di mata Sultan juga layak masuk dalam bursa. Mengingat pejuang daerah yang sudah empat periode di DPD RI itu sangat dikenal aktif memperjuangkan kepentingan kaum perempuan.

"Bu Hemas sampai ikut turun ke jalan waktu menentang salah satu pasal di RUU Pornografi yang dinilai melecehkan kaum perempuan,” ungkapnya.

Sedangkan Agustin Teras Narang menurut Sultan, sangat cakap untuk membantu di pemerintahan. Mengingat legacy Teras Narang saat dua periode menjadi Gubernur Kalimantan Tengah dinilai cukup berhasil melakukan pemerataan pembangunan.

"Dan saat beliau menjabat gubernur, mendapat penghargaan Anti-Korupsi tahun 2007. Karena memang latar belakang beliau juga aktivis hukum, HAM dan lingkungan,” pungkasnya.

Sebelumnya, wacana reshuffle kabinet sudah merambah ke meja para Senator di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Sejumlah anggota DPD RI telah menyampaikan perlunya presiden mempertimbangkan unsur ketiga dalam komposisi kabinet yaitu dari unsur DPD RI. Selain unsur Partai Politik dan profesional dan pengusaha.*

 

 

Artikel Terkait
Covid-19 Makin Meningkat, DPD Ajak Masyarakat Tunda Pilkada 2020
Prioritas Penanganan Covid-19 di 9 Provinsi, Ini Pertimbangan Jokowi
Rizal Ramli Sarankan Jokowi Angkat Jonan Jadi Komut Pertamina, Ahok Jadi Dubes
Artikel Terkini
Rugikan Negara Sebesar Rp41 Miliar, Kejagung Berhasil Tangkap Buron Kasus Korupsi Bank Sulsel
Klarifikasi Nadiem Terkait Isu Penghapusan Mata Pelajaran Sejarah Disekolah
Sekjen PDIP Tegaskan Pilkada 2020 Harus Tetap Dilaksanakan. Begini Alasannya
Tower 5 Wisma Atlet Kemayoran Terisi 91 Persen, Tower 4 Siap Digunakan Pekan Depan
Usut Tuntas Oknum Pelaku Dugaan Manipulasi Hasil Rapid Test di Bandara Soetta
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir