INDONEWS.ID

  • Jum'at, 21/08/2020 11:20 WIB
  • Tanggapi Konflik Tanah di TTS, Ardy Mbalembout: Presiden Harus Hadir Beri Solusi

  • Oleh :
    • Marsi Edon
Tanggapi Konflik Tanah di TTS, Ardy Mbalembout: Presiden Harus Hadir Beri Solusi
Tokoh muda NTT Jakarta, Ardy Mbalembout.(Foto:Istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Sengketa antara masyarakat adat Pubabu, Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur dengan pemerintah daerah tak kunjung surut.

Sengketa yang antara kedua belah pihak tersebut menyebabkan masyarakat adat Pubabu tergusur dari tanah leluhurnya. Penggusuran pertama terjadi pada 4 Agustus 2020 dan yang paling anyar pada 13 Agustus 2020.

Baca juga : Bakal Periksa Gories Mere Terkait Kasus Lahan Rp3 Triliun, Ini Jawaban Kajati

Merespon sengketa tersebut, tokoh muda NTT di Jakarta Ardy Mbalembout angkat bicara.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, presiden sebagai kepala negara sudah semestinya turun tangan hadir memberikan solusi mengatasi persengketaan antara masyarakat adat dan pemerintah daerah.

Baca juga : Kendalikan Penyebaran Covid-19, Tito Minta Kepala Daerah Ikuti Arahan Jokowi

Ia menilai presiden seolah-olah mengabaikan persoalan yang sedang dialami oleh masyarakat adat Pubabu.

"Jangan presiden pakai pakaian adat kerajaan nenek moyang NTT tapi tutup mata tutup telinga atas kerusakan dan perampasan yang terjadi atas tanah masyarakat adat di NTT," kata Ardy, Jakarta, Jumat,(21/08/2020)

Baca juga : Jokowi Centre: Berangus Terorisme dan Separatisme dari Indonesia

Presiden Joko Widodo sendiri, seperti diketahui, menggunakan pakaian adat Timor Tengah Selatan saat menjadi Inspektur Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Senin yang lalu.

Menurut Ardy, dengan mengenakan pakaian kebesaran masyarakat Timor Tengah Selatan, presiden seharusnya mampu menjadi pelindung masyarakat tertindas.

"Demikian harap dipahami dengan jernih. Silahkan mensejahterakan warga NTT tapi dengan tidak merusak peradaban manusia dengan berlindung di balik baju adat kerajaan nenek moyang orang NTT," tandas Ardy.

Seperti diketahui Jokowi mengenakan kain motif kaif berantai nunkolo. Motif sudah dimodifikasi dari bentuk belah ketupat atau motif geometris dengan batang tengah.

Motif tersebut memiliki arti sebagai sumber air dan bagian pinggir bergerigi melambangkan wilayah yang berbukit dan berkelok-kelok. Warna merah melambangkan keberanian laki-laki nunkolo.*

 

Artikel Terkait
Bakal Periksa Gories Mere Terkait Kasus Lahan Rp3 Triliun, Ini Jawaban Kajati
Kendalikan Penyebaran Covid-19, Tito Minta Kepala Daerah Ikuti Arahan Jokowi
Jokowi Centre: Berangus Terorisme dan Separatisme dari Indonesia
Artikel Terkini
Direktur Bank Danamon Hadir Gowes Akhir Pekan di Waroeng Solo
Hadir Gowes Bersama di Waroeng Salo, Saleh Husin: Penting Tingkatkan Imun Tubuh saat Pandemi
Ketua MPR Lepas Gowes Reuni Pereli dan Pembalap Tiga Djaman di Waroeng Solo
Aplikasi AI Math-Solver QANDA Luncurkan QANDA Live Class di Indonesia
Maksimalkan Kinerja Polri, Kompolnas Lakukan Monitoring di Kepri
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir