INDONEWS.ID

  • Rabu, 25/11/2020 13:30 WIB
  • Kader Gerindra Kena OTT KPK, Prabowo Subianto : Saya Akan Masukin Ke Penjara

  • Oleh :
    • Ronald
Kader Gerindra Kena OTT KPK, Prabowo Subianto : Saya Akan Masukin Ke Penjara
Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo. (Foto : ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - KPK menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KPK) sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo pada Rabu (25/11/2020) malam dini hari tadi, terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor benih lobster.

Tidak sendirian, Iis Rosita Dewi, istri Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pun, ikut ditangkap KPK di Bandara Soekarno-Hatta sepulang dari Amerika Serikat. Diketahui, Iis Rosita Dewi tercatat sebagai anggota Fraksi Gerindra (parpol yang sama dengan suaminya) dari daerah pemilihan Jawa Barat II.

Baca juga : KRI Nanggala-402 Tenggelam, GMNI: Presiden Perlu Evaluasi Kinerja Menhan Prabowo

Terkait kasus penangkapan ini, jika ditarik ke belakang, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat Pilpres 2019 lalu sempat mengumbar janji perihal bila ada kader Partai Gerindra korupsi akan dimasukkan olehnya ke penjara.

"Saya jamin Partai Gerindra akan melawan korupsi sampai ke akar-akarnya. Kalau ada anggota Partai Gerindra korupsi, saya sendiri yang akan masukin (kader) ke penjara," kata Prabowo dalam Debat Capres-Cawapres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta pada Kamis (17/1/2019).

Baca juga : Prabowo Resmikan Kapal Selam KRI Alugoro-405

Prabowo menjawab itu saat ditanya Capres nomor urut 01, Joko Widodo terkait data dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut banyak caleg Partai Gerindra pada Pileg 2019 berlatar mantan narapidana korupsi.

"Itu mungkin ICW, tapi saya belum dapat laporan itu. Itu sangat subjektif, saya tidak setuju. Saya seleksi caleg-caleg, kalau ada bukti silakan lapor ke kami," tukas Prabowo pada saat itu.

Baca juga : Kena OTT KPK, Harta Kekayaan Nurdin Abdulah Senilai 51,35 Miliar

Sebagaimana diberitakan, Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dan sejumlah pihak lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (25/11/2020) dinihari.

Edhy dan sejumlah pihak lain ditangkap lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap terkait ekspor benur.

"Benar KPK tangkap, berkait ekspor benur (benih Lobster)," kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron saat dikonfirmasi, Rabu (25/11/2020) pagi. (rnl)

Artikel Terkait
KRI Nanggala-402 Tenggelam, GMNI: Presiden Perlu Evaluasi Kinerja Menhan Prabowo
Prabowo Resmikan Kapal Selam KRI Alugoro-405
Kena OTT KPK, Harta Kekayaan Nurdin Abdulah Senilai 51,35 Miliar
Artikel Terkini
Khotbah Idul Fitri, Anggota Kompolnas Ajak Jamaah Sholat Ied Taat Prokes
Kenaikan Yesus Harus Dimaknai dengan Menjalankan Misi Cinta Kasih
Terapkan Prokes Covid-19, Karyawan PNM Kantor Pusat Safari Ramadhan ke Seluruh Pelosok Negeri
Karyawan PNM Kantor Pusat Lakukan Safari Ramadhan hingga ke Daerah 3T
Presiden Jokowi dan Iriana Silaturahmi dengan Wapres dan Ibu Secara Daring
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas