INDONEWS.ID

  • Selasa, 02/02/2021 13:01 WIB
  • Mengenal Yuri Octavian Thamrin, Alumni FISP UI Jadi Ahli Hubungan Internasional

  • Oleh :
    • Rikard Djegadut
Mengenal Yuri Octavian Thamrin, Alumni FISP UI Jadi Ahli Hubungan Internasional
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Yuri Octavian Thamrin, saat memimpin sidang tingkat pejabat tinggi Indian Ocean Rim Association (IORA) di Padang, Sumatera Barat, 21 Oktober 2015.

Jakarta, INDONEWS.ID - Sebagai salah satu kampus top di Indonesia, Universitas Indonesia (UI) terbukti telah meluluskan banyak alumni yang berkontribusi dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI (FISIP UI).

Sebelumnya, media ini telah menurunkan tulisan tentang acara hari jadi atau dies natalies FISIP UI ke-53 yang jatuh pada 1 February 2021. Dalam tulisan itu, diturunkan sejarah terbentuk dan berdirinya Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI.

Kali ini, tulisan ini akan fokus untuk menelusuri jejak sukses para alumni FISIp UI yang berkiprah di berbagai bidangnya masing-masing, baik di kancah nasional maupun internasional. Salah satunya adalah Drs. Yuri Octavian Thamrin, MA.

Yuri Octavian Thamrin adalah adalah seorang diplomat senior Indonesia dengan pengalaman lebih dari 30 tahun mewakili negaranya, baik dalam diplomasi bilateral maupun multilateral.

Sosok kelahiran Jambi, 31 Oktober 1961 ini pernah ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Inggris merangkap Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional dari tahun 2008 sampai 2011, sebelum digantikan oleh T.M. Hamzah Thayeb.

Makan Garam dalam Dunia Hubungan Internasional

Sosok Yuri Octavian Thamrin sendiri bukan orang baru dalam dunia diplomasi dan sudah banyak makan asam garam dalam hubungan Internasional.

Dalam karir diplomatiknya yang panjang, sebelum menjabat Duta Besar, Yuri pernah menjabat beberapa posisi penting di Kementerian Luar Negeri, di antaranya Kepala Biro Administrasi Menteri merangkap Juru Bicara dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika pada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Sedangkan tugas di luar negeri yang pernah diembannya adalah Perwakilan Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss dan Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York, Amerika Serikat.

Pada 2016, Yuri ditunjuk Jokowi mewakili Indonesia sebagai Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa untuk masa bhakti periode 2016-2020.

Sebagai diplomat yang profesional, bersemangat dan pekerja keras, sosok kelahiran Jambi, 31 Oktober 1961 ini
memulai karirnya sebagai ahli pelucutan senjata di Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Yuri Octavian Thamrin, saat memimpin sidang tingkat pejabat tinggi Indian Ocean Rim Association (IORA) di Padang, Sumatera Barat, 21 Oktober 2015.

Yuri pun mewakili Indonesia dalam Konferensi Pelucutan Senjata (Jenewa) pada tahun 1992-1995 serta dalam banyak forum internasional diplomasi keamanan atau kontrol senjata internasional di Perserikatan Bangsa-Bangsa (New York) pada tahun 2000-2003.

Yuri O. Thamrin juga mewakili Indonesia sebagai Pemimpin Seniors` Office Meeting (SOM) atau Ketua SOM APEC ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin APEC pada tahun 2013.

Ia juga memainkan peran penting sebagai ketua SOM yang membuat persiapan substantif untuk KTT yang diketuai oleh Presiden Joko Widodo untuk memperingati 60 tahun Asia -Konferensi Afrika pada bulan April 2015.

Dalam konteks diplomasi di Lingkar Samudera Hindia, Yuri O. Thamrin juga memberikan kontribusi penting saat memimpin proses SOM untuk mempersiapkan Pertemuan Tingkat Menteri IORA di Padang, Indonesia pada bulan Oktober 2015.

Pertemuan Tingkat Menteri tersebut kemudian mengesahkan gagasan penyelenggaraan IORA yang pertama kali. KTT untuk peringatan ke-20 IORA, yang mengarah pada adopsi The Jakarta Concord on the Indian Ocean Rim Association: Promoting Regional Cooperation for a Peaceful, Stable and Prosperous Indian Ocean pada tahun 2016.

Yuri O. Thamrin sangat bersemangat untuk meningkatkan kerjasama Indonesia dengan negara mitranya dan juga dengan organisasi internasional. Ia bercita-cita untuk menjadi pencari peluang yang baik dalam hal mempromosikan kerjasama perdagangan, pariwisata, investasi dan pendidikan.

Isu penting lainnya seperti lingkungan, perubahan iklim, HAM, demokrasi, kesehatan, perikanan, penanggulangan bencana dan pengentasan kemiskinan juga menjadi perhatiannya.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg, Uni Eropa dan Organisasi Internasional (a.l. NATO, WCO). Yuri Octavian Thamrin (kiri) bersama istri, Risandrani usai menyerahkan surat kepercayaan (kredensial) kepada Grand Duke of Luxembourg, Henri Albert Gabriel Felix Marie Guillaume (tengah) di Istana Grand Ducal, Luksemburg, 9 Juni 2016. Foto: KBRI Brussel

Lulusan FISIP UI

Yuri O. Thamrin berkarier di Kementerian Luar Negeri sejak tahun 1987. Yuri O. Thamrin sendri menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia (UI) jurusan Hubungan Internasional, yang merupakan salah satu program studi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Fisip UI angkatan 1979.

Dia juga pernah melanjutkan pendidikannya ke Australian National University, dan mendapatkan gelar Master of Arts Hubungan Internasional dari universitas tersebut.

Menjadi Marketer

Pada akhir masa jabatannya sebagai Duta Besar untuk Belgia, Yuri Octavian Thamrin mengaku telah mengaplikasikan pesan Presiden RI Joko Widodo yang mengharapkan seluruh kepala perwakilan menjadi pemasar dengan penekanan diplomasi ekonomi yang membumi dan dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat.

“Alhamdulillah, tim KBRI Brussels telah dibekali untuk menjadi marketer (pemasar) andal melalui berbagai pelatihan ," ujar Dubes Yuri, seperti dikutip dari antara.com.
Lebih lanjut, putra dari pasangan Thamrin Manan dan Siti Soendari ini mengatakan, sebagai marketer, kondisi apa pun termasuk situasi pandemi virus corona Covid-19 seperti sekarang ini, harus dimanfaatkan.

"Kita harus bersikap atau berorientasi komersial dan melihat pandemi sebagai kesempatan memajukan kepentingan nasional," sosok yang ayahnya merupakan seorang ahli hukum dan pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Jambi ini.

Suami Sandra Thamrin yang dikarunia dua putra dan tiga cucu itu sejak semula berminat sebagai pencari peluang yang mempromosikan perdagangan, pariwisata, investasi dan kerja sama pendidikan.

Direktur Jenderal Asia Pasifik Kementrian Luar Negeri Yuri Octavian Thamrin di Hotel Mulia.  (aacc2015)

Selama menjabat dubes, Yuri menggeluti berbagai isu penting yang menjadi perhatiannya seperti lingkungan hidup, perubahan iklim, hak asasi manusia, demokrasi, kesehatan, perikanan, penanggulangan bencana dan pengentasan rakyat dari kemiskinan.

“Kami sangat optimistis prospek pengembangan kerja sama antara Indonesia dan Belgia, Luksemburg dan EU karena kesamaan faktor ideologis yakni sesama negara demokrasi sehingga memiliki pertautan kepentingan,” ujar putra dari pengacara dan politisi ini.

Dikatakannya Belgia, Luksemburg dan EU merupakan negara sahabat Indonesia. Dalam berbagai isu multilateral, terdapat kesamaan pandangan dan posisi yang sama untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan lebih damai.

Belgia, Luksemburg dan EU mengapresiasi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di Asia Tenggara dengan ekonomi yang cukup kuat dan pemimpin natural ASEAN, ujar Dubes Yuri yang meraih Master Hubungan Internasional di Australian National University.

Beasiswa Indonesian Interfaith Scholarship

Suami dari Risandrani berharap bahwa menggeliatnya kembali perekonomian Eropa akan dapat berimbas bagi peningkatan investasi Eropa ke Indonesia.

KBRI Brussels berkoordinasi dengan pemda seperti NTB untuk menjajaki proyek yang siap ditawarkan ke para investor dari Eropa, khususnya Belgia dan Luksemburg.

Mengingat pariwisata adalah salah satu sektor yang sangat terpukul oleh pandemi, KBRI Brussels mulai kembali mempromosikan berbagai destinasi wisata Indonesia yang siap dibuka dalam waktu dekat misalnya Bali, NTB, dan Batam, Bintan, dan Banyuwangi.

Bercerita tentang capaian selama menjabat Dubes di Brussels, Ayah dari Rian dan Adrian ini mengatakan KBRI memberikan beasiswa Indonesian Interfaith Scholarship untuk peneliti di Parlemen Eropa, pejabat Komisi Eropa, Kemlu Belgia, jurnalis, peneliti, tokoh pemuda dan mahasiswa mengenai Islam damai, inklusif dan toleransi beragama.

Program beasiswa ini berlangsung selama enam tahun dan menghasilkan 52 alumni, ujar mantan Direktur Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika itu.

Kini, setelah purna tugas menjadi Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Yuri Octavian Thamrin tentu ingin terus berkiprah di hubungan Internasional.

Biografi Yuri O.Thamrin

Nama : Yuri Octavian Thamrin
Tempat, Tanggal Lahir : Jambi, 31 Oktober 1961
Profesi : Diplomat
Pasangan : Risandrani
Anak : Rian dan Adrian
Orangtua : Thamrin Manan (Ayah) dan Erlaini (Ibu)

Pendidikan

Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia (UI) 1979
Master of Arts Hubungan Internasional dari Australian National University.*

Karir

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika pada Kementerian Luar Negeri RI.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh kepada Kerajaan Inggris merangkap Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional dari tahun 2008 mencapai 2011.
Kepala Biro Administrasi Menteri merangkap Juru Bicara dan Direktur Asia Timur & Pasifik Kementerian Luar Negeri.
Perwakilan Tetap RI kepada PBB di Jenewa, Swiss dan Perwakilan Tetap RI kepada PBB di New York, Amerika Serikat.
Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa 2016-2020.*(Rikard Djegadut).

Artikel Terkait
Artikel Terkini
BPBD Kabupaten Semarang Bangun Tenda Darurat Pascagempa
Susunan Direksi Baru, Rahfie Syaefulshaaf Jadi Dirut PNM Venture Capital
Puluhan Kapal Perang Laksanakan Peperangan Uji Kemampuan Teknologi Di Perairan Laut Jawa
Tim Gabungan Lakukan Penanganan Longsor di Kabupaten Banjarnegara
Mahasiswa Visioner Kunci Indonesia Masa Depan
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas