KRI Tarakan 905 Satban Koarmada III Mendukung Pergantian Satgas Pam Puter XXV TA.2021 di Pulau Bras
KRI Tarakan 905 Satban Koarmada III Mendukung Pergantian Satgas Pam Puter XXV TA. 2021 di Pulau Bras
Reporter: luska
Redaktur: very
Sorong, INDONEWS.ID - KRI Tarakan-905 merupakan KRI type Bahan Cair Minyak (BCM), sebuah kapal tanker produk industri pertahanan dalam negeri pada tahun 2016, yaitu PT Dok Kodja Bahari, yang dilengkapi dengan geladak untuk pendaratan Helikopter serta beberapa jenis persenjataan, diantaranya adalah dua pucuk Canon kaliber 20 mm dan dua pucuk senapan mesin berat kaliber 12,7 mm.
KRI Tarakan-905 memiliki panjang kapal 122,40 meter, lebar 16,50 meter serta memiliki kemampuan maksimum mengangkut minyak sebanyak 5.500 metrik ton. Muatan minyak tersebut dapat ditransfer ke KRI lain yang membutuhkan di medan operasi melalui prosedur Replenisment At Sea (RAS), yiatu suatu proses pengisian bahan bakar ke kapal lain sambil tetap melaksanakan pelayaran. Disamping hal tersebut, KRI Tarakan memiliki kemampuan operasional untuk melaksanakan pengiriman barang dan orang (evakuasi) dari KRI ke KRI dalam kondisi tetap berlayar serta kemampuan SAR terbatas.
KRI Tarakan-905 telah diterima secara resmi dalam jajaran Alutsista Koarmada III terhitung mulai tanggal 9 Maret 2021 dan telah melaksanakan berbagai operasi secara terus menerus diwilayah Koarmada III yang meliputi Samudera Pasific, sebagian Laut Banda dan Laut Arafuru. Operasi-operasi dalam konteks pengamanan wilayah yurisdiksi nasional kurun waktu tersebut yaitu Operasi Cenderawasih, Operasi Aman Sagara serta Operasi Gurita Sakti.
KRI Tarakan-905 sebagai unsur Satuan Kapal Bantu Koarmada III Sorong, mendapat perintah Bantu Kendali Operasi (BKO) Kolinlamil untuk mendukung Serpas dan Sermat Satgas Pam Puter XXV Tahun Anggaran 2021, Peninjauan Pos Satgas Pam Puter Kolakops Korem 173/PVB, Bhakti Sosial dan Serbuan Vaksinasi Covid-19 terhadap Masyarakat Pulau Bras oleh Korem 173/PVB, Lanal Biak dan Pemda setempat.
KRI Tarakan-905 bertolak dari Dermaga Lantamal Sorong pada tanggal 4 Agustus 2021 membawa Satgas pengganti Satgas Pengamanan Pulau Terluar di Pulau Bras TA 2020, dan berlabuh di Dermaga Pelabuhan Umum Biak Jl. Jend. Sudirman, Kel. Waupnor, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, pada tanggal 7 dan kembali berlabuh di Dermaga Pelabuhan Umum Biak pada tanggal 9 Agustus 2021. KRI Tarakan-905 berkontribusi sebagai Angkutan Laut dalam rangka embarkasi dan debarkasi Sermat dan Serpas, baik Satgas Pam Puter, maupun pergeseran rombongan untuk pelaksanaan Baksos serta Serbuan Vaksin kepada masyarakat Pulau Bras yang pada hari Minggu, 8 Agustus 2021. Komandan Lanal Biak, Letkol Marinir Karlos R. Deda., M.Tr.Hanla turut on board di KRI Tarakan-905 mendampingi Komandan Korem 173/PVB, Brigjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M beserta Pemerintah Kabupaten Supiori, guna melaksanakan peninjauan dalam rangka pergantian Satgas Pengamanan Pulau Terluar di Pulau Bras dan kegiatan Bakti Sosial.
Pulau Bras secara geografis berada di sebelah Barat Laut Kabupaten Biak Numfor dengan koordinat 0° 55′57″ LU, 134° 20′30″ , merupakan salah satu gugusan Kepulauan Mapia diantara (empat) gugusan pulau lainnya yaitu Mapia atau Pegun, Bras atau Berasi, Bras Kecil, Fanildo atau Faniroto dan Fanildo Kecil. Pulau Bras merupakan salah satu pulau Negara Kesatuan Indonesia (NKRI) yang berbatasan dengan Republik Palau dimana jarak antara Pulau Bras dengan Pulau Babelthuap (Republik Palau) + 390 Mil laut.
Keberadaan KRI di wilayah perbatasan memiliki arti penting dalam perspektif strategi pertahanan dan kedaulatan negara di laut yang diperkuat dengan keberadaan Satgas Pam Puter di darat. KRI memiliki peran penting dalam menciptakan rasa aman terhadap warga negara di pulau-pulau terluar pada hususnya dan kedaulatan NKRI pada umumnya, sehingga diharapkan kawasan tersebut turut menjaga, mengelola serta melestarikan serta mampu berkontribusi bagi pendapatan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sebagai wujud Pertahanan dan Keamanan Negara Semesta. Hal tersebut merupakan salah satu wujud bukti nyata yang relevan bahwa “Bersama Rakyat, TNI Kuat”.
Komandan KRI Tarakan-905, Letkol Laut (P) Cokorda G.P. Pemayun, S.H., M.Sc., M.Tr. Hanla, M.M., berharap, kekuatan TNI bersama rakyat harus selalu ditingkatkan dalam berbagai aspek, guna peningkatan ketangguhan ketahanan nasional dalam menghadapi Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan (AGHT) terhadap bangsa dan NKRI. (Lka)