INDONEWS.ID

  • Kamis, 13/04/2023 22:37 WIB
  • Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Membengkak Lagi, Sultan Usulkan IKN Dipindahkan Ke Bandung

  • Oleh :
    • Mancik
Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Membengkak Lagi, Sultan Usulkan IKN Dipindahkan Ke Bandung
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin.(Foto:Dok.DPD RI.)

INDONEWS.ID - Biaya projek Kereta Cepat Bandung-Jakarta kembali mengalami pembengkakan sebesar 1,2 USD atau setara 18 triliun rupiah dengan bunga pinjaman 3,4 persen. Sebelumnya, pada 15 September 2022, pembengkakan biaya (cost overrun) pernah naik menjadi US$1,449 miliar atau Rp21,74 triliun.

Dari cost overrun US$ 1,2 miliar, total pinjaman Indonesia angkanya sekitar US$ 560 juta," tutur menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di dalam konferensi pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta Pusat, Senin, 10 April 2023. 

Baca juga : Dinilai Cocok untuk Perjalanan Bisnis dan Wisata, Sultan Najamudin Minta Tiket Kereta Cepat Tidak Disubsidi

Menanggapi hal tersebut, wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin agar pemerintah untuk menghitung secara saksama untung rugi serta relevansi Mega projek transportasi darat ini. Apakah Mega projek ini related dengan posisi Bandung sebagai Kota administrasi dari sebuah provinsi.

"Dengan biaya yang terus membengkak dan Break even poin serta izin konsesi yang sangat lama, rasa tidak related jika kereta cepat ini hanya untuk menghubungkan dua ibu kota provinsi. Sehingga kami mengusulkan sebaiknya pemerintah memindahkan Ibu kota negara (IKN) baru dari Kalimantan timur ke Bandung Jawa Barat", ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Kamis (13/04/2023).

Baca juga : Negara Jamin Proyek Kereta Cepang Bandung Jakarta, Sultan Najamudin: Preseden Buruk Pembangunan Infrastruktur

Wacana dan persiapan Bandung sebagai IKN, kata Sultan, sesungguhnya telah direncanakan sejak masa Hindia Belanda. Dan Di masa kepemimpinan presiden Joko Widodo Jawa Barat disiapkan oleh dua Mega infrastruktur yang belum difungsikan secara optimal yakni Bandara internasional Kartajati dan kini Kereta Cepat pertama di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah belum terlambat untuk mengevaluasi kembali keputusan memindahkan IKN dari Jakarta ke Panajam Paser Kalimantan Timur. Hal ini bertujuan untuk mendongkrak tingkat kemanfaatan kedua Mega infrastruktur tersebut.

Baca juga : Komite II DPD RI Pertanyakan Pembengkakan Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

"Saya kira banyak kawasan strategis dengan topografi dan kontur menarik di sekitar Bandung Raya yang sesuai untuk kebutuhan pembangunan gedung dan perkantoran pemerintahan pusat. Dataran tinggi Parahyangan memiliki semua alasan untuk dijadikan sebagai kawasan inti IKN," tutupnya.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Cina soal pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Bandung-Jakarta. Dia berujar kedua negara sudah menyepakati cost overrun sebesar US$ 1,2 miliar. 

Di sisi lain, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal mengatakan, izin konsesi Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga diperpanjang dari 50 tahun menjadi 80 tahun.*

Artikel Terkait
Dinilai Cocok untuk Perjalanan Bisnis dan Wisata, Sultan Najamudin Minta Tiket Kereta Cepat Tidak Disubsidi
Negara Jamin Proyek Kereta Cepang Bandung Jakarta, Sultan Najamudin: Preseden Buruk Pembangunan Infrastruktur
Komite II DPD RI Pertanyakan Pembengkakan Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Artikel Terkini
Situasi keamanan memanas di Port au Prince Haiti, KBRI Havana imbau WNI untuk waspada
Atikoh soal Pendidikan Anak: Menolak Supir Membuka Pintu Mobil untuk Alam Ganjar
Memperkuat Rantai Pasok di Kawasan: Indonesia-Australia Kolaborasi Hilirisasi Industri, Digitalisasi, dan Pendidikan
Februari 2024, Ekspor ke Timor Leste Melalui PLBN Motaain Capai Rp55 Miliar
Perlu Strategi Mengintegrasikan Prinsip Pertahanan dan Diplomasi di Laut Natuna Utara
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas