INDONEWS.ID

  • Jum'at, 09/06/2023 14:59 WIB
  • Bantu Pengungsi di Jakarta, PUKAT KAJ Kembali Gelar Run4U 2023

  • Oleh :
    • very
Bantu Pengungsi di Jakarta, PUKAT KAJ Kembali Gelar Run4U 2023
(Dari kiri ke kanan) Direktur Lembaga Daya Dharma (LDD) KAJ - Romo A. Suyadi, SJ, Ketua Panitia Run4U 2023, Ken Prita Sitasari, Uskup Keuskupan Agung Jakarta - Ignatius Kardinal Suharyo, Direktur Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia, Romo Martinus Dam Febrianto, SJ, Moderator Hermien Y Kleden, dan Ketua 1 Pukat KAJ Reymund Levy. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Profesional dan Usahawan Katolik - Keuskupan Agung Jakarta (PUKAT KAJ) kembali menggelar acara Run4U, sebuah kegiatan charity run tahunan dan terbuka untuk umum.

Acara ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan jasmani dan rohani melalui olahraga, tetapi juga untuk memberikan welas asih, belarasa, dan berkat bagi sesama yang membutuhkan, khususnya para pengungsi.

Baca juga : Bertemu Uskup Agung Jakarta, Menag: Visi Kebangsaan dan Moderasi Beragama Jadi Prioritas Kami

Wilayah Keuskupan Agung Jakarta saat ini menampung sekitar 6000 pengungsi dari berbagai negara seperti Afghanistan, Somalia, Sudan, Irak, Iran, dan Eritrea. Mereka telah meninggalkan tanah kelahirannya karena mengalami berbagai persekusi.

Para pengungsi tersebut tersebar di beberapa daerah di Jakarta seperti Tebet, Pasar Minggu, Kebayoran, Grogol, Ciputat, Serpong, dan Kalideres. Selain hidup tanpa kepastian mengenai masa depan, sebagian dari mereka juga menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar setelah tinggal di Indonesia dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga : Awali Tugas, Dirjen Bimas Katolik Kunjungi Ketua Presidium KWI

Lembaga Daya Dharma (LDD) Keuskupan Agung Jakarta dan Jesuit Refugee Service (JRS) Jakarta telah memberikan berbagai pelayanan kepada para pengungsi, termasuk peningkatan kapasitas dan keterampilan serta pembagian sembako. Pada tahun 2022, sebanyak 206 pengungsi dari komunitas Afrika menerima 12 kali distribusi sembako untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

JRS Jakarta juga telah mendampingi dan melayani 118 individu atau keluarga pengungsi dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka, sambil berupaya memberikan peluang pemberdayaan.

Romo Martinus Dam Febrianto, SJ, Direktur JRS Indonesia, menyatakan dalam dua tahun mendatang, JRS berkomitmen untuk terus melayani para pengungsi luar negeri di Jakarta. “Namun, pelayanan ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” ujarnya dalam konferensi pers di Keuskupan Agung Jakarta, Jumat (9/6).

Selama tahun 2023, ujarnya, JRS membutuhkan dana sebesar Rp 773.360.054,00 untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar pengungsi seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, layanan kesehatan darurat, advokasi, koordinasi, dan peningkatan kapasitas staf JRS. Jika dihitung dengan kebutuhan tahun 2024, jumlahnya menjadi Rp 1.634.888.111,00.

 

Apresiasi Kardinal Suharyo

Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, memberikan apresiasi atas inisiatif Profesional dan Usahawan Katolik - Keuskupan Agung Jakarta (PUKAT KAJ) dalam penyelenggaraan Run4U 2023.

“Acara tahunan ini bukan hanya sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga merupakan kegiatan amal untuk membantu para pengungsi di wilayah Keuskupan Agung Jakarta,” ujarnya.

Dana yang terkumpul dari acara ini akan disalurkan melalui Lembaga Daya Dharma (LDD) Keuskupan Agung Jakarta dan Jesuit Refugee Service (JRS), yang merupakan lembaga gerejawi yang sangat terpercaya dalam memberikan pelayanan kepada pengungsi yang dijalankan oleh Serikat Jesus.

Kardinal Suharyo mengajak semua pihak yang memiliki kemampuan dan kesempatan untuk terlibat dalam usaha mulia ini. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif dalam mewujudkan kesejahteraan bersama, terutama bagi para pengungsi.

“Keikutsertaan dalam bentuk apa pun akan sangat dihargai dan diabdikan untuk kemuliaan Tuhan serta kebaikan bersama,” katanya.

Run4U 2023, yang memiliki target peserta sebanyak 3.500 orang, akan diselenggarakan dengan konsep Hybrid yang menarik. Konsep ini menggabungkan elemen dari Run4U 2018 dan 2019 yang hanya diadakan dalam satu hari dan satu lokasi dengan Virtual Run4U 2021 dan 2022 yang berlangsung selama dua bulan dan dapat diikuti oleh peserta dari mana pun, termasuk dari luar negeri.

Ken Prita Sitasari WS, Ketua Panitia Run4U 2023, menjelaskan bahwa pemilihan konsep Hybrid ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak orang dari berbagai usia, latar belakang, dan lokasi. Dengan kampanye yang berlangsung selama hampir tiga bulan, diharapkan dapat menggalang donasi yang dibutuhkan oleh LDD dan JRS untuk para pengungsi.

“Melalui kebersamaan yang luas, acara ini mengedepankan nilai welas asih, kekompakan, dan sukacita,” katanya.

Pendaftaran untuk peserta Run4U 2023 telah dibuka sejak 1 Juni 2023. Kegiatan ini secara garis besar terbagi menjadi dua kategori, yaitu Pejuang Donasi dan Pejuang Kilometer. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan pada poster terlampir.

Dengan adanya Run4U 2023, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan olahraga ini sambil memberikan dukungan bagi para pengungsi dan meluaskan karya sosial PUKAT KAJ dalam mewujudkan kebersamaan yang berlandaskan welas asih, kekompakan, dan sukacita. ***

Artikel Terkait
Bertemu Uskup Agung Jakarta, Menag: Visi Kebangsaan dan Moderasi Beragama Jadi Prioritas Kami
Awali Tugas, Dirjen Bimas Katolik Kunjungi Ketua Presidium KWI
Artikel Terkini
Dewan Pakar BPIP: Akademisi Bisa Buka Wacana Keselarasan Sistem Pilpres dengan Sila ke-4 Pancasila
Baznas RI Berikan Penghargaan Kepada Bupati Tanah Datar
HUT Basarnas ke 52, Kerja Keras, Cerdas, Ikhlas, dan Tuntas
Aksara Bricks, Cluster Gaya Eropa di Pasar Minggu
Ancaman Propaganda Pro-Khilafah: Dari Kajian Tertutup Hingga Pop-Culture
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
legolas