INDONEWS.ID

  • Senin, 07/08/2023 09:57 WIB
  • KAGAMA Beksan Jabodetabek Gelar Parade Tari dan Budaya Nusantara Pertama "Cakrawala"

  • Oleh :
    • Rikard Djegadut
KAGAMA Beksan Jabodetabek Gelar Parade Tari dan Budaya Nusantara Pertama "Cakrawala"

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemulihan pasca pandemi haruslah bisa mencapai semua lini yang melibatkan ragam aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas berkesenian dan berbudaya. Dalam hal ini KAGAMA Beksan Jabodetabek sebagai salah satu komunitas seni di bawah PP KAGAMA, terpanggil untuk menjalankan peran sebagai penggerak di masyarakat, terutama dalam berkesenian dan berbudaya Nusantara.

Dalam kaitannya dengan tema “Ke-Nusantara-an” tersebut, KAGAMA Beksan Jabodetabek menyelenggarakan Parade Tari & budaya Nusantara berjudul Cakrawala.

Pagelaran yang digelar di Gedung Pewayangan Kautaman pada tanggal 12 Agustus 2023 ini, selain mendukung aksi KAGAMA dalam mengartikulasikan aspirasi dan ragam seni budaya Indonesia agar pulih pasca pukulan berat pandemi, juga untuk mengajak berbagai pihak, beragam usia, untuk kembali membuka “cakrawala pandangan” pada seni dan budaya Nusantara.

Tidak bisa kita pungkiri, mengenal dan memahami Nusantara tercinta haruslah secara menyeluruh, paling tidak mencakup tiga unsur utama, yaitu: alam, sejarah dan budaya. Indonesia adalah sebuah negara kepulauan, dengan letak geografis yang sangat unik berada diantara dua benua dan dua samudra.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai negara maritim. Disinilah peran anak bangsa untuk mengenal sejarah perjalanan bangsanya, juga ragam budayanya, menjadi sebuah kebutuhan. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal budaya dan jati dirinya.

Kehidupan modern telah banyak mengaburkan urusan sejarah dan budaya, bahkan untuk mengenal alam sekitarnya, terutama untuk generasi muda bahkan remaja, terlebih di kota-kota besar, dimana manusianya sudah terjebak pada rutinitas dan keseharian yang monoton. Dalam situasi ini kesenjangan generasi (generation gap) yang identik dengan perbedaan pandangan dan opini antar-

generasi dalam teknologi, politik dan atau nilai kehidupan sosial di masyarakat, termasuk seni dan budaya, menjadi sebuah tantangan yang dihadapi sebuah bangsa dalam menjaga warisan alam, sejarah dan budayanya.

Disinilah Cakrawala hadir, sebagai sebuah tontonan yang ditujukan untuk menggambarkan bagaimana insan Indonesia lintas generasi menyikapi keberlangsungan ragam seni budaya Nusantara warisan berharga leluhur bangsa, di tengah dilematika dan dinamika perkembangan zaman.

Gap lintas generasi dalam memaknai cara pandang terhadap alam, sejarah dan budaya bangsa Indonesia ini digambarkan dalam wujud cerita 5 tokoh berbeda generasi: Om Krisna, Oma Philomena, Diara, Juno dan Abinaya.

Sebuah Perjalanan melintasi Nusantara

Petualangan para tokoh ini dibuka di suatu masa di tanah Betawi, dilanjutkan dengan perjalanan mengenal kejayaan bangsa pelaut di negeri Angin Mamiri di Sulawesi dan kerajaan Maritim Sriwijaya di Sumatera Selatan.

Petualangan juga digambarkan melewati cerita kejayaan para prajurit wanita di tanah para Dewata kemudian melalui perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajahan, baik oleh para pria maupun wanita, terutama di daerah pesisir dan di pedesaan.

Lebih lanjut petualangan memasuki tahap kekaguman pada kondisi alam lingkungan dan hutan Indonesia yang luar biasa, di tanah Papua dan di Kalimantan.

Petualangan ini membuka wawasan dan cara pandang para tokohnya, sekaligus menghadirkan realita pergulatan pemikiran lintas generasi dalam menyikapi keindahan alam dan keberagaman dalam memaknai seni budaya Nusantara; dan untuk itulah maka pagelaran ini diberikan judul Cakrawala.

Kinang Kilaras, Tari Kipas, Gending Sriwijaya, Legong Condong, Glipang, Tari Tifa, Tarian Aku Papua dan Kancet Bangun Tawai adalah 8 rangkaian tarian yang disajikan dalam Parade tari & Budaya yang menggambarkan perjalanan ke-5 tokoh dalam menyusuri Cakrawala Nusantara.

 

No

Jenis Performance

Asal Daerah

Penampil dan Mitra

1

Tari Kinang Kilaras

Jawa (Betawi)

Kabek Jabodetabek

Sucitta Art

2

Tari Kipas

Sulawesi (Makasar)

Kabek Jabodetabek

Sanggar Tari Pandawa (EsPe Studio)

3

Tari Gending Sriwijaya

Sumatra

(Palembang)

Kabek Jabodetabek

Adiswara Gadjah Mada

4

Tari Legong Condong

Bali

Kabek Jabodetabek

Sanggar Tari Pandawa (EsPe Studio)

5

Tari Glipang

Jawa (Jatim)

Kabek Jabodetabek Sanggar Pilar Budaya

Ikatan Alumni ITB

6

Tari Tifa

Nusa Tenggara Timur

Kabek Jabodetabek Anak-anak Kabek Jabodetabek

7

Lagu “Aku Papua” dan tarian koreo

Papua

Kabek Jabodetabek Adiswara Gadjah Mada Wayang Orang Bharata

Ikatan Alumni ITB

8

Tari Kancet Bangun Tawai

Kalimantan

Kabek Jabodetabek Grha Wastra Mutu Manikam

Profil Singkat Kagama Beksan Jabodetabek

Kagama Beksan Indonesia merupakan sebuah komunitas penggiat tarian nusantara yang tumbuh dan berkembang di beberapa kota besar di Indonesia. Anggotanya adalah para anggota KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada), juga non-KAGAMA yang mempunyai semangat dan kecintaan yang sama dalam menjaga warisan budaya leluhur.

Kagama Beksan Jabodetabek merupakan salah satu cabang Kagama Beksan Indonesia yang anggotanya berdomisili di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Sejak awal berdirinya (Sabtu Pahing, 6 Juli 2019), Kagama Beksan Jabodetabek sudah membangun ikatan erat dengan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, khususnya untuk menari atau hambekso (menari tradisional/klasik).

Namun demikian, mengingat domisilinya di Ibukota dengan segala keberagamannya, KAGAMA Beksan Jabodetabek bertekad mengutamakan fleksibilitas dengan mengakomodasi berbagai budaya Nusantara.

Pada usianya yang keempat, KAGAMA Beksan Jabodetabek telah melakukan beberapa aksi panggung (antara lain pementasan di Sarinah Thamrin, di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, dan di TMII); juga aksi rekaman regular untuk Youtube dan beberapa aksi tarian massal secara live seperti memandu tarian pada acara CFD Kebaya goes to UNESCO dan berbagai aktivitas street performance, baik di Jakarta maupun di Yogyakarta. Dan pada saat ini Parade Tari & budaya Nusantara: Cakrawala, menjadi performance pertama Kabek Jabodetabek dalam pagelaran yang mandiri.

Parade tari & Budaya Nusantara: Cakrawala ini, adalah salah satu bentuk nyata kecintaan para anggota KAGAMA Beksan Jabodetabek dan mitra-mitranya dalam memberikan sumbangsih nyata pada kelangsungan seni dan budaya Nusantara.

Di tengah kesibukan para anggota KAGAMA Beksan Jabodetabek yang berkarya di ibukota di beragam profesi, kesempatan untuk menyajikan sebuah karya seni untuk Nusantara, tetap merupakan sebuah kehormatan. Dan semoga menjadi oase segar bagi para penikmat seni dan budaya Nusantara.

Artikel Terkait
Artikel Terkini
Simak Rekam Jejak dan Konsepnya! Dosen Senior IPDN "Turun Gunung" Bertarung Jadi Cabup Mamasa 2024-2029
Jet Tempur Sukhoi SU-30 MK2, Pesawat Hercules C-130 Dan Boeing 737-200 Pukau Ribuan pada Makassar International Eight Festival And Forum
Lilik Mardianto Rayakan Ulang Tahun Perkawinan dengan Sumbang Pompa Air untuk Masyarakat Waingapu Sumba Timur
Pos Kewar Satgas Yonif 742/SWY Bersama Puskesmas Weluli Berikan Asupan Gizi Kepada Anak Stunting di Perbatasan RI-RDTL
Santi Ayu Graito Kordinir UMKM hingga Berkembang
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
vps.indonews.id