indonews

indonews.id

Soal Laka BUS PO Putera Fajar, Komisioner Kompolnal: Biar Tak Terulang Lagi, Utamakan Pencegahan dari Hulu ke Hilir

Soal Laka BUS PO Putera Fajar, Komisioner Kompolnal: Biar Tak Terulang Lagi, Utamakan Pencegahan dari Hulu ke Hilir

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: very

Jakarta, INDONEWS.ID - Komisioner Kompolnas RI, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Pudji Hartanto Iskandar, M.M didampingi Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Bus PO Putera Fajar yang tergelincir di Jl. Palasari Ciater saat membawa 61 orang penumpang siswa SMK Lingga Kencana Depok hingga menewaskan 10 orang penumpangnya dan satu orang pengendara motor pada Senin (13/5/24).

Usai melakukan pengecekan TKP, Komisioner Kompolnas Irjen (Purn) Pudji Hartarto menyampaikan bebera hal agar kasus lakalantas tersebut tak terulang lagi di masa mendatang. Menurutnya, bukan perosalan rem blong yang mesti ditelusuri lebih lanjut namun banyak faktor.

"Agar kecelakaan tidak terulang lagi, kita harus melihatnya secara komprehensif tapi fokus. Jadi mengutamakan pencegahan mulai dari hulu sampai dengan hilir," kata Pudji dalam keterangan kepada Media, Senin (13/5/24).

Pertama terkait Sumber Daya Manusia (SDM) yakni seperti apa kualitas pengemudi angkutan umum. Berkaca pada kasus ini, pengemudi tidak disiplin, kurang terampil dan kurangg tanggung jawab. Sehingga perlu pembinaan dan uji kompetensi terampil/ahli mengemudi hingga melakukan revitalisasi sertifikasi pengemudi angkutan umum.


"Kedua adalah masalah bagaimana kalau sebagai kendaraan angkutan umum itu harus KIR. Nah, berarti pelaksanaan dari KIR itu sendiri harus profesional harus betul-betul bisa dipertanggungjawabkan. Kondisi prasarana juga harus diperhatikan seperti kondisi jalan, turun tanjakan terjal, tikungan tajam, jalan berlubang, rambu-rambu jalan dll," bebernya.

Pudji menjelaskan masalah selanjutnya ialah soal pihak pengusaha bus yang mesti mengerti terkait kendaraan angkut tersebut.

Dia mengatakan pihak pengusaha seharusnya melakukan pengecekan internal, meski telah diperiksa pihak pemerintah.

"Pengecekan internal itu akan lebih baik, sehingga tidak mengandalkan daripada pemerintah," jelasnya.

Selanjutnya adalah terkait regulasi atau peraturan yang ada. Perlu dilakukan pengawasan dan penindakan Gakum Dirlantas. Saat ini lemah. Hal ini terlihat tidak layak jalan namun dilakukan pembiaran yang akhirnya jadi hal biasa.

"Saya berharap peristiwa nahas ini menjadi momentum untuk semua stake holder atau pemangku kepentingan agar berubah dan mau memperbaiki serta bertanggung jawab soal bagaimana ke depan transportasi nasional ini bermartabat," pungkasnya.

Sebelumnya, sopir bus pariwisata, Sadira mengatakan di tengah jalan mulai menyadari bahwa ada masalah pada bus yang dikendarainya. Berawal dari hari Jumat (10/5/2024) saat rombongan SMK Lingga Kencana berangkat dari Depok menuju Bandung.

"Hari Jumat saya langsung menuju ke Alun-alun Bandung. Dari Alun-alun Bandung langsung nginap di Cihampelas. Masih normal-normal aja busnya," kata Sadira, diwawancarai tvOne, Minggu (12/5/2024).

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas