indonews

indonews.id

Pagelaran Wayang Kulit, Pramono: Siap Bangun Balai Rakyat untuk Semua Kegiatan Warga

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews

Jakarta, INDONEWS.ID - Pagelaran wayang kulit kembali di gelar gabungan komunitas Wong Jowo Jakarta, bersama dalang Ki Sutrisno SE., membawakan lakon lahire Parikesit. Pramono Anung mengatakan, wayang dekat dengan dirinya, bila dirinya nanti terpilih sebagai Gubernur Jakarta, Insya Allah warga tak lagi kesulitan mencari tempat untuk menggelar kesenian nasional.

Pagelaran wayang kulit tersebut diadakan di Warung Solo, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto, sekretaris tim pemenangan nomer 3, Aria Bima, tokoh agama Gus Toto, Pemred indonews.id, Asri Hadi, dan ratusan warga Jaksel.

Sebelum pegelaran dimulai, Pramono mengatakan, wayang merupakan warisan budaya tak benda yang diakui Unesco maka sebagai pemilik kesenian tradisional, kita wajib melestarikan. Dan tak hanya wayang, nanti bila dirinya terpilih sebagai Gubernur Jakarta akan dibangun balai rakyat di setiap lingkungan RW untuk menggelar segala aktifitas warga, baik itu resepsi pernikahan atau pagelaran budaya.

Menurutnya, kesenian wayang sudah bagian dari hidupnya, ayahnya merupakan guru pewayangan, dan Pram kecil sudah dikenalkan dengan tokoh-tokoh pewayangan oleh ayahnya. Baginya pewayangan itu adalah refleksi kehidupan masyarakat, kita salah jalur atau di jalur yang tepat tergantung dalangnya.

Sebagai orang berdarah Jawa, Pramono paham dengan kisah pewayangan, menanggapi lakon yang di bawakan ki Sutrisno menurutnya, Parikesit yang lahir itu dari Kediri atau dia yang besok (20/10) di lantik sebagai Presiden. "Itu tergantung dalangnya", tambahnya.

Wayang kesenian tradisional masyrakat Jawa Tengah dan Timur, sejak masa kanak-kanak Pramono sering menyaksikan pertunjukan wayang, dan ia punya dalang favorit, pertama Ki Narto Sabdo, Manteb Hadi Sutjipto, dan Anom Suroto.

Baginya filosofi wayang itu sangat dalam yaitu cerminan refleksi kehidupan kita sehari-hari tergantung bagaimana dalang memainkan permainan itu. Dalam wayang ada gunungan yang mengartikan antara manusia dan alam punya hubungan yang dekat, karen itu dirinya senang bisa menyaksikan pagelaran wayang "Lahire Parikesit".

"Lakon lahire Parikesit sebetulnya sudah dimainkan para dalang September lalu, tergantung bagaimana dakangnya. Nah oesan moral ini bisa kita cerna, apakah Parikesitnya lahir di Jakarta atau besok dilantik" ujarnya mengakhiri sambutan di pagelaran wayang kulit.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas