Nasional

Ternyata Ini Sosok Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditusuk di Bandara

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 20/04/2026 11:34 WIB


Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Maluku, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei menjadi korban penusukan hingga tewas pada Minggu (19/4). (Detikcom/Rengga Sancaya)

Jakarta, INDONEWS.ID - Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tewas setelah menjadi korban penusukan di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4) sekitar pukul 12.00 WIT.

Insiden terjadi tak lama setelah korban mendarat dari penerbangan asal Ambon. Nus Kei sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka yang diderita.

Kapolres Maluku Tenggara, Rian Sehendi, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah menangkap dua orang pelaku berinisial HR (28) dan FU (36). Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi penikaman diduga dilatarbelakangi motif dendam.

“Motifnya itu dendam ya, dari hasil penyidikan kita sementara itu,” ujar Rian, Minggu (19/4).

Nama Nus Kei selama ini dikenal luas, tidak hanya sebagai politisi, tetapi juga karena keterlibatannya dalam konflik berkepanjangan dengan kelompok John Refra alias John Kei, yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya. Nus Kei diketahui merupakan paman dari John Kei.

Konflik antara kedua kelompok tersebut sebelumnya mencuat dalam sejumlah kasus kekerasan, termasuk bentrokan pada 2020 di kawasan Green Lake City, Tangerang, yang menewaskan satu orang. Dalam kasus itu, John Kei divonis 15 tahun penjara atas tindak pembunuhan berencana dan pengeroyokan.

Perselisihan tersebut disebut dipicu persoalan pembagian uang hasil penjualan lahan di RSUD Haulussy, Ambon, dengan nilai mencapai Rp49,97 miliar. Ketegangan antara kedua kelompok juga kembali terjadi pada Oktober 2023 di Bekasi, yang mengakibatkan satu korban tewas.

Meski demikian, polisi belum memastikan apakah aksi penusukan yang menewaskan Nus Kei berkaitan langsung dengan rangkaian konflik sebelumnya. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap motif dan latar belakang secara menyeluruh.

Kabid Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut. Ia juga meminta seluruh kader untuk tetap waspada namun tidak terpancing emosi.

“Kepada kader tetap waspada tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut,” kata Sarmuji.

Artikel Lainnya