indonews

indonews.id

Kolaborasi Intikom dan FPT IS Kembangkan Teknologi Penghitung Karbon dan Ramah Lingkungan

PT Intikom Berlian Mustika (Intikom) dan FPT Information System (FPT IS) telah secara resmi menjalin kemitraan untuk mengembangkan solusi penghitung karbon dan teknologi ramah lingkungan di Indonesia.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - PT Intikom Berlian Mustika (Intikom) dan FPT Information System (FPT IS) telah secara resmi menjalin kemitraan untuk mengembangkan solusi penghitung karbon dan teknologi ramah lingkungan di Indonesia.

Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam mendukung perusahaan Indonesia dalam proses transformasi hijau, memastikan kepatuhan terhadap standar internasional dan pencapaian target emisi nol bersih di negara ini.

Seiring dengan tuntutan dunia terhadap pembangunan hijau, pengendalian emisi gas rumah kaca (GRK) menjadi isu penting, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Pemerintah Indonesia pun memiliki ambisi besar untuk dapat mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 sehingga banyak regulasi yang semakin ketat. Hal ini mendesak perusahaan-perusahaan untuk mengadopsi solusi hijau yang efektif.

Menjawab tantangan ini, Intikom dan FPT IS telah menandatangani Nota Kesepahaman atau Momerandum of Understanding (MoU) sebagai fondasi bagi kemitraan yang strategis. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi hijau dan memperkenalkan solusi penghitungan karbon canggih sesuai dengan kebutuhan perusahaan di Indonesia.

VertZero, Solusi Penghitungan Karbon Canggih FPT IS

VertZero merupakan solusi penghitungan karbon FPT IS yang akan menjadi alat penting bagi perusahaan yang ingin mendigitalisasi pengumpulan data lingkungan, penghitungan, pengelolaan, laporan dan pelacakan emisi sesuai dengan standar internasional. Selain itu, ada juga jasa konsultasi strategis untuk membantu perusahaan merancang peta jalan yang jelas dan berkelanjutan untuk transformasi hijau.

Pada acara penandatanganan MoU yang dilaksanakan tanggal 14 November lalu, Doan Duy Lam selaku Direktur Asia Tenggara FPT IS, menggarisbawahi dampak potensial dari solusi ini: “Kami berharap dapat membuat VertZero menjadi salah satu solusi terdepan di pasar Indonesia, terutama di sektor keuangan, perbankan, dan manufaktur. Kami percaya kerjasama kami dengan Intikom akan menginspirasi bisnis lokal untuk merangkul tren pembangunan berkelanjutan dan memenuhi standar peraturan yang semakin ketat.”

Kerjasama ini menggabungkan VertZero, keahlian konsultasi, dan keahlian teknologi FPT IS dengan pengalaman Intikom selama 34 tahun di pasar Indonesia. Intikom memiliki pengetahuan yang mendalam tentang pasar lokal dan kemampuan untuk menyediakan layanan Teknologi Informasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis di Indonesia. Hal ini dapat mendorong inovasi dan memberikan solusi yang sesuai kebutuhan pasar Indonesia yang spesifik.

Fondasi Kuat untuk Masa Depan yang Berkelanjutan

Erwin Elias, Wakil Presiden Direktur Intikom, menyambut kolaborasi ini dengan optimis. “Ini adalah momen yang tepat untuk kerjasama ini. Sementara pemerintah Indonesia terus memperketat peraturan pengendalian dan pengurangan emisi untuk bisnis, kolaborasi ini dapat membantu memperkuat peran Intikom sebagai penyedia solusi teknologi hijau, memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk manajemen emisi dan alat hemat energi di pasar Indonesia.”

Melalui sinergi keahlian, sumber daya, dan data yang dimiliki bersama, Intikom bersama FPT IS siap membangun fondasi untuk proyek-proyek ramah lingkungan di masa depan dan membangun konsensus untuk mengatasi masalah lingkungan. Intikom dan FPT IS berkomitmen untuk memimpin transformasi hijau di Indonesia sekaligus menghasilkan nilai yang berkelanjutan bagi bisnis dan masyarakat.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas