Resensi Buku "Kreativitas Evolusioner" Karya Tokoh Penerima Ratusan Penghargaan Bidang Desain, Eisuke Tachikawa
"Kreativitas bukan hanya milik para genius, melainkan ada dalam diri setiap orang." Inilah hal yang mendasari kegigihan Eisuke Tachikawa, seorang ahli strategi desain asal Jepang untuk mendalami dan mengembangkan sebuah teori khusus dalam bidang desain dan kreativitas. Dia meyakini bahwa terdapat struktur dan metode untuk mengembangkan kreativitas.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - "Kreativitas bukan hanya milik para genius, melainkan ada dalam diri setiap orang." Demikian salah satu penggalan kalimat yang tertuang dalam buku "kreativitas evolusioner" dan menjadi pintu masuk yang mendasari kegigihan Eisuke Tachikawa, seorang ahli strategi desain asal Jepang untuk mendalami dan mengembangkan sebuah teori khusus dalam bidang desain dan kreativitas.
Dia meyakini bahwa terdapat struktur dan metode untuk mengembangkan kreativitas. Sehingga, dengan mempelajari polanya, siapapun dapat mengasah kreativitas dan mendalami skil di bidang desain. Eisuke menemukan bahwa ada kemiripan antara kreasi dan evolusi makhluk hidup.
Setelah hampir 20 tahun mendalaminya, Eisuke lantas mengembangkan sebuah metode bernama “Evolutionary Creativity" atau "Kreativitas Evolusioner" yang mencakup pemikiran mutatif dan pemikiran selektif. Melalui metode ini, harapannya setiap individu dapat menggapai puncak kreativitas yang akhirnya dapat memperkuat kreativitas global.
"Kreativitas Evolusioner" mengambil pendekatan unik dalam mengungkapkan sesuatu yang sering dianggap tidak terukur oleh sebagian besar orang. Buku ini mengambil pendekatan pemahaman tentang kreativitas dan bakat kreatif melalui lensa teori evolusi.
Perbandingan yang diajukan oleh buku ini mengajak pembaca untuk melihat kreativitas sebagai metodologi, bukan hanya sebagai sesuatu yang intuitif (sebuah anugerah ilahi pada orang-orang berbakat-red) — melainkan menawarkan suatu metodologi untuk mendekati kreativitas yang dimulai dari sembilan metode berpikir mutatif lalu beralih ke cara berpikir yang lebih selektif.
Sebagai pendiri perusahaan desain asal Jepang, NOSIGNER sekaligus seorang desainer industri kenamaan serta grafis berpengalaman, konsep kreativitas sebagai bakat intuitif yang tak dapat dipelajari sempat membuat Eisuke bingung untuk menjelaskan sesuatu yang banyak orang anggap sebagai hal yang bersifat intuitif.
Sepanjang kariernya, Eisuke menyaksikan banyak contoh hal-hal yang dapat dianggap kreatif dan mulai mengenali pola atau ukuran dalam terobosan-terobosan kreatif ini. Ia kemudian mulai menyelidiki asal-usul pola ini.
Bahkan dalam tesis masternya, ia mulai melihat kesamaan antara bahasa dan desain, sehingga ia mulai melakukan penelitian tentang linguistik dan desain. Ia juga menjadi penasaran mengapa desain yang ada di alam bisa begitu indah nan sempurna serta holistik.
Bagi Eisuke, pertanyaan-pertanyaan yang tampaknya terpisah itu terhubung dan terintegrasi, meninggalkan satu kesimpulan—"Mungkin desain atau kreativitas itu sendiri sebagai fenomena adalah semacam evolusi."
Meskipun ia memahami bahwa sebagian besar orang tidak memandang kreativitas sebagai fenomena seperti itu, evolusi mungkin menjadi sudut pandang dasar dalam memahami apa itu kreativitas sebagai teori yang terbukti dan merupakan dasar dari banyak ilmu alam.
Eisuke menyadari bahwa sarana yang digunakan akan menentukan kemungkinan yang ada. Selama sekian tahun, Eisuke melihat begitu banyak orang meninggalkan kreativitas di masa muda mereka manakala kelas seni atau proyek seni mereka berakhir tidak memuaskan.
Menurut Eisuke, hasil yang tidak memuaskan tidak lantas berarti bahwa orang-orang tersebut tidak kreatif. Sebab dia meyakini bahwa kreativitas adalah sesuatu yang bisa dipelajari, dipraktikkan dan diperbaiki.
“Setiap desainer yang baik tahu bahwa ketika kita berlatih, kita akan menjadi lebih baik,” kata Eisuke, “Berlatih itu sangat penting, tetapi cara berlatihnya sering kali tampak samar atau abstrak, penuh dengan kisah sukses hidup dari orang-orang yang memang mampu melakukannya. Namun, perspektif ini selalu menggambarkan mereka sebagai orang yang berbakat. Apa yang ingin saya lakukan adalah melupakan kasus individu tersebut, tapi justru mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam kepala kita sebagai fenomena alami?”
Buku kreativitas evolusioner diterbitkan dalam bahasa Jepang pada 2021. Buku ini memiliki dampak besar di Jepang dan penerbitan perdananya pada 2021 sukses mendapat banyak penghargaan bergengsi. Mulai dari Yamamoto Shichihei Prize ke-30 hingga menjadi No. 1 bestseller di Amazon Jepang dalam kategori Bisnis & Ekonomi.
Buku karya pendiri NOSIGNER ini juga turut diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Salah satunya adalah dalam bahasa Indonesia bertajuk “Kreativitas Evolusioner” yang diterjemahkan secara resmi ke dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Simpul Group.
Buku ini dibagi dalam 3 bagian utama. Pada bagian pertama, Eisuke menjelaskan terkait struktur evolusi dan pikiran. Lalu pada Bab 2, disajikan penjabaran soal mutasi (how) yang dibagi lagi ke dalam 9 pola mutasi.
Pada Bab 3, Eisuke menjelajahi anatomi untuk mengetahui struktur dan bagian dalam dari sebuah desain. Lalu sejarah untuk menerima silsilah masa lalu kemudian ekologi untuk mengamati hubungan yang menyambung ke bagian luar hingga futurologi untuk menyambungkan prediksi masa depan ke harapan.
Sementara pada bab akhir, yakni bab 5, Eisuke menyajikan kesimpulan mendalam dari teori evolusi kreativitas yang ditawarkannya.
Bagi para desainer yang menggeluti dunia desain, buku ini tentu saja menjadi masukan penting untuk mengembangkan kreativitas dan memperdalam skil. Namun keberadaan buku ini juga tidak membatasi mereka para pemula yang ingin mendalami dunia desain hingga pebisnis, pemilik perusahaan dan lain-lain.
Sebab, meskipun buku ini umumnya tentang desain, berbagai pemikiran di dalamnya juga merupakan cara bagi Eisuke untuk menghubungkan dan menggabungkan sains, teknik, bisnis, dan desain. Itulah sebabnya, Eisuke menegaskan tak ingin membatasi jenis buku ini hanya dalam satu kategori.
Siapa Eisuke Tachikawa
Mendalami buku "Kreativitas Evolusioner" penting untuk mengetahui latar belakang dan karir sang penulis, Eisuke Tachikawa.
Eisuke Tachikawa merupakan seorang Design Strategist. Dia juga menjabat sebagai Wakil NOSIGNER dan President JIDA (The Japan Industrial Design Association) serta tercatat sebagai Board Member WDO (The World Design Organization).
Selaku wakil NOSIGNER, sebuah firma desain yang hanya menangani proyek menciptakan harapan masa depan, Eisuke melaksanakan berbagai proyek terkait masalah sosial seperti mitigasi serta adaptasi terhadap perubahan iklim, energi terbarukan, penanggulangan bencana, revitalisasi wilayah, dan lain-lain.
Ia mengedepankan Kreativitas Evolusioner yang mempelajari esensi kreativitas evolusi adaptasi organisme dan terpilih sebagai penerima Penghargaan Shichihei Yamamoto, penghargaan akademis terkemuka di bidang ilmu budaya di Jepang.
Sebagai ketua dari "Association for the Consideration of Future Higher Education" di Benesse Educational Research & Development Institute dan lain sebagainya, ia berupaya menyebarluaskan pendidikan krearif.
Sebagai desainer yang memiliki daya ekspresi tinggi di bidang arsitektur, produk, grafis, dan lain-lain, ia telah menerima lebih dari 100 penghargaan desain baik di dalam maupun di luar Jepang, antara lain Penghargaan Emas The Good Design Award, Penghargaan Utama Design for Asia Awards, dan Penghargaan Emas German Design Award. Ia juga menjadi juri untuk berbagai penghargaan desain.
Pada tahun 2021, ia menjadi Presiden JIDA (The Japan Industrial Design Association), sebuah organisasi desain nasional yang bersejarah di Jepang dan menjadi sosok termuda di antara para presiden di dalam sejarahnya, dan berkontribusi untuk menyelenggarakan World Design Assembly di Jepang setelah 34 tahun lamanya.
Sejak tahun 2023, ia menjadi board member WDO (The World Design Organization), komite penasihat PBB. Proyek-proyek yang dikelola olehnya adalah OLIVE, Penanggulangan Bencana Tokyo, PANDAID, Yamamotoyama, Yokohama DeNA BaySrars, dan lain-lain.*