indonews

indonews.id

BUMN Rusia Rosatom Jajagi Kerja Sama Energi Nuklir dengan Pertamina NRE

Pada pertemuan tersebut Direktur Utama Pertamina NRE John Anis menyampaikan ketertarikannya untuk turut mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in  BUMN Rusia Rosatom Jajagi Kerja Sama Energi Nuklir dengan Pertamina NRE
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan Rosatom BUMN Rusia dalam pertemuan pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia di kantor Pertamina NRE, Grha Pertamina, Pertamax Tower, Jl. Medan Merdeka Timur no. 11-13 Jakarta Pusat. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia pada Jum`at (11/7/ 2025) telah diadakan pertemuan antara Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dengan Rosatom BUMN Rusia di kantor Pertamina NRE, Grha Pertamina, Pertamax Tower,  Jl. Medan Merdeka Timur no. 11-13 Jakarta Pusat.

Hadir CEO Pertamina NRE, John Anis, Director Project & Operations, Norman Ginting, VP Business Development New & Renewable Energy, Andree Harahap, Manager BD Renewable Energy, Adrisman Tahar, Asistant CEO Pratama, Mrs. Anna Belokoneva, Head of Representative Office Rosatom in Indonesia, Ismeth Wibowo, konsultan bisnis internasional serta mitranya Achmad Balya dan Derina. Rosatom adalah State Atomic Energy Corporation, BUMN Rusia.

Pada pertemuan tersebut Direktur Utama Pertamina NRE John Anis menyampaikan ketertarikannya untuk turut mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia.

“Pertamina NRE ingin selalu berkontribusi sebagai salah satu perusahaan energi di Indonesia yang bergerak di bidang energi baru dan terbarukan,” ujarnya.

Pertamina NRE, katanya, berupaya untuk menjadi bagian dari pengembangan PLTN. Dia mengatakan, Pertamina NRE akan melakukan kajian perihal nuklir, baik teknologi yang digunakan, lokasi pengembangan PLTN maupun sumber energi yang akan digunakan.

Mrs. Anna Belokoneva dari Rosatom menyatakan bahwa BUMN Nuklir Rusia terbuka untuk kerja sama dengan Pertamina NRE di bidang nuklir. ”Rusia menjadi salah satu negara terbesar yang mengembangkan energi nuklir,” ujarnya.

Dia mengatakan, salah satu opsi yang dibahas adalah membangun PLTN terapung.

Seperti diketahui, Kementerian ESDM menargetkan operasional pertama PLTN di Indonesia berjalan pada 2034 seperti tertuang di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN 2025-2034.

 

Ismeth Wibowo mengungkapkan bahwa proyek nuklir Rosatom di luar negeri diantaranya ada di Hungaria, China, Turki, Mesir, India, Bangladesh dan Uzbekistan.

“Rosatom menawarkan solusi untuk energi energi nuklir di Indonesia antara lain large scale NPP, land base SMR NPP dan Floating Power Unit (FPU),” ujarnya.

Rosatom juga telah mengadakan serangkain pertemuan dengan BRIN, Kementerian ESDM, PLN, BAPETEN dan DEN. 

Terpisah, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno di sela-sela kunjungan dalam rangkaian Agenda Kongres Ekologi Internasional Nevsky XI yang berlangsung di St. Petersburg, Rusia, mengadakan pertemuan dengan First Deputy CEO Rosatom Kirill Komarov. 

Eddy Soeparno menilai, Teknologi yang dikembangkan Rosatom sangat relevan dengan kebutuhan energi Indonesia ke depan. Pasalnya, teknologi tersebut dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain dengan standar keamanan yang tinggi. 

"Teknologi nuklir modular terapung menawarkan solusi yang menyeluruh bagi negara kepulauan yang luas seperti Indonesia," ujar Eddy dalam keterangan tertulis.

Dia mengatakan, mobilitas yang tinggi dari teknologi nuklir modular terapung tersebut sesuai dengan kebutuhan wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan listrik nasional, seperti wilayah terluar dan tertinggal.

Eddy menjelaskan, kebutuhan Indonesia energi nuklir akan semakin terasa dalam 8-10 tahun mendatang, ketika sumber-sumber energi terbarukan di Pulau Jawa sudah tergunakan dan habis.

Kondisi ini, menurut Wakil Ketua Umum PAN itu, membuat kebutuhan energi nuklir menjadi salah satu opsi energi baru yang bersih dan bisa dimanfaatkan selama 24 jam. *

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas