indonews

indonews.id

KPK Ungkap Dugaan Korupsi di Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Fokus pada Pengadaan Lahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap materi penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh yang melibatkan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Lembaga antirasuah tersebut kini tengah mendalami dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan lahan proyek strategis nasional tersebut.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap materi penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh yang melibatkan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Lembaga antirasuah tersebut kini tengah mendalami dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan lahan proyek strategis nasional tersebut.

“Materinya itu terkait dengan lahan sebetulnya. Jadi, bukan masalah prosesnya, melainkan terkait dengan pembebasan lahan,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Asep menjelaskan, penyelidikan dilakukan karena ada dugaan pihak-pihak tertentu memanfaatkan proyek kereta cepat untuk meraup keuntungan pribadi dari proses pembebasan lahan.

“Misalkan di pengadaan lahan yang harusnya harga wajarnya 10, lalu dia jadi 100. Itu tidak wajar. Negara kan rugi, harusnya hanya membayar 10 tapi malah jadi 100. Nah, uang kelebihan itu harus dikembalikan,” tegas Asep.

Meski begitu, KPK belum mengungkap secara pasti lokasi lahan yang menjadi fokus penyelidikan. “Apakah di Halim, atau di Bandung, di Tegalluar, atau bahkan sampai Cileunyi, nanti kita sama-sama tunggu,” ujarnya.

Asep juga menegaskan bahwa proses penyelidikan tidak akan mengganggu operasional proyek Whoosh yang sudah berjalan. “Kami ingin memastikan kalau memang ada kerugian negara, uang itu dikembalikan. Supaya negara tidak rugi akibat praktik seperti ini,” katanya.

Sebelumnya, mantan Menko Polhukam Mahfud MD sempat mengungkap adanya dugaan mark up besar-besaran dalam proyek Whoosh. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Mahfud MD Official pada 14 Oktober 2025, Mahfud menyebut biaya pembangunan kereta cepat di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS per kilometer, jauh di atas biaya di China yang hanya 17–18 juta dolar AS.

“Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Naik tiga kali lipat, dan itu dolar Amerika, bukan rupiah,” kata Mahfud.

Menanggapi hal tersebut, KPK pada 16 Oktober 2025 meminta Mahfud untuk melaporkan dugaan korupsi itu secara resmi. Sejak saat itu, komunikasi antara Mahfud dan KPK terus berlanjut hingga Mahfud menyatakan siap memberikan keterangan kepada penyidik pada 26 Oktober 2025.

Sementara itu, KPK pada 27 Oktober 2025 telah mengumumkan bahwa kasus dugaan korupsi dalam proyek Whoosh sudah masuk tahap penyelidikan sejak awal tahun 2025.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas