PNM Baubau Salurkan Rp 228,8 Miliar, Berdayakan 49 Ribu Nasabah Perempuan dan Pelaku Usaha Mikro
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Baubau mencatat hingga Oktober 2025, total dana yang disuntikkan melalui program andalan mereka yakni MekaaR (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dan ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro), telah menembus Rp 228,812 miliar. Angka ini menegaskan komitmen kuat PNM Baubau dalam menggerakkan dan menopang ekonomi akar rumput di wilayah kerjanya.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Baubau mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025. Hingga Oktober 2025, total dana yang disalurkan melalui dua program andalannya, Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dan ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro), telah menembus Rp 228,812 miliar. Capaian ini menegaskan peran PNM Baubau sebagai salah satu penggerak utama ekonomi akar rumput di wilayah Kepulauan Buton dan sekitarnya.
Pemimpin Cabang PNM Baubau, Salim, mengungkapkan, performa penyaluran pembiayaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen PNM dalam mendukung pelaku usaha mikro, terutama perempuan prasejahtera.
“Penyaluran pembiayaan melalui Mekaar dan ULaMM hingga Oktober 2025 ini menunjukkan kinerja positif dan komitmen kami dalam memberdayakan pelaku usaha kecil di daerah,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Salim menjelaskan, program Mekaar yang berbasis pembiayaan kelompok perempuan prasejahtera menjadi motor utama penyaluran pembiayaan. Total dana yang telah digulirkan melalui Mekaar mencapai Rp 215,412 miliar.
“Program Mekaar berhasil memberdayakan secara masif sebanyak 49.012 nasabah perempuan,” jelasnya.
Mekaar ditujukan bagi perempuan prasejahtera yang selama ini kesulitan mengakses kredit perbankan konvensional. Program ini menawarkan pembiayaan modal usaha tanpa agunan dengan plafon bervariasi, mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 15 juta per nasabah.
“Awalnya Rp 3 juta dulu. Nanti bertahap, kalau pembayaran lancar kita naikkan terus sampai Rp 15 juta. Penyalurannya wajib untuk modal usaha,” terang Salim.
Kunci sukses program ini, lanjutnya, terletak pada konsep tanggung renteng dan pembayaran mingguan. Kelompok Mekaar beranggotakan 10 hingga 30 orang yang dibentuk berdasarkan kedekatan domisili. Konsep ini dinilai efektif memupuk rasa tanggung jawab kolektif dan mempermudah mitigasi risiko pembiayaan.
Selain Mekaar, PNM Baubau juga mengandalkan program ULaMM yang menyasar pelaku usaha mikro yang ingin meningkatkan skala usahanya. Program ini memberikan pembiayaan secara individual dengan plafon di atas Rp 15 juta hingga Rp 200 juta, dengan menggunakan agunan.
“Sementara program ULaMM berbasis pembiayaan mikro individual turut berkontribusi signifikan dengan total pencairan dana sebesar Rp 13,4 miliar, menjangkau 462 nasabah perorangan,” kata Salim.
Dengan demikian, total keseluruhan nasabah yang telah diberdayakan PNM Baubau melalui Mekaar dan ULaMM hingga Oktober 2025 mencapai 49.464 orang.
Dalam pengelolaan risiko, PNM menerapkan pendekatan humanis. “PNM mengedepankan pendekatan soft collection dalam penanganan risiko gagal bayar, memprioritaskan penyelesaian secara sukarela sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Meski penyaluran dana (lending) telah melampaui target sampai Oktober 2025, PNM Baubau masih terus berpacu mengejar target outstanding pembiayaan atau portofolio pinjaman yang belum lunas.
“Target portofolio outstanding kita di angka Rp 150 miliar untuk Mekaar. Kita baru Rp 138,551 miliar. Berarti ada gap kurang lebih Rp 12 miliar untuk capai target,” jelas Salim.
Dengan tren penyaluran yang terus positif dan dukungan jaringan unit kerja yang luas, ia optimistis target tersebut dapat tercapai bahkan terlampaui pada sisa akhir tahun.
PNM Cabang Baubau saat ini membawahi 23 kantor unit yang menjangkau seluruh wilayah Kepulauan Buton, termasuk Kabupaten Muna dan Muna Barat. Melalui jaringan tersebut, PNM berupaya memastikan akses pembiayaan inklusif menjangkau pelaku usaha hingga ke pelosok.
PNM Baubau juga mengajak para pelaku UMKM, khususnya kelompok perempuan, untuk memanfaatkan peluang pembiayaan yang tersedia.
“Kami mengajak para pelaku UMKM, terutama ibu-ibu pelaku usaha, untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan ini guna mempercepat kemandirian dan kesejahteraan ekonomi keluarga,” tutup Salim.