indonews

indonews.id

TNI AL Siapkan Korps Marinir untuk Misi Perdamaian ke Jalur Gaza

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menyiapkan Korps Marinir untuk bergabung dalam pasukan perdamaian Indonesia yang akan dikirim ke Jalur Gaza, Palestina. Para marinir bakal berdiri satu formasi dengan prajurit TNI dari matra lain sesuai kebijakan pemerintah terkait misi kemanusiaan di wilayah konflik tersebut.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menyiapkan Korps Marinir untuk bergabung dalam pasukan perdamaian Indonesia yang akan dikirim ke Jalur Gaza, Palestina. Para marinir bakal berdiri satu formasi dengan prajurit TNI dari matra lain sesuai kebijakan pemerintah terkait misi kemanusiaan di wilayah konflik tersebut.

Wakil Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya Erwin Aldedharma mengatakan, seluruh jajaran TNI saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menyukseskan keputusan pemerintah mengirim pasukan perdamaian ke Gaza.

“Seluruh jajaran TNI saat ini mempersiapkan diri untuk bisa turut menyukseskan kebijakan pemerintah tersebut,” ujar Erwin dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Korps Marinir di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 17 November 2025.

TNI AL, kata Erwin, secara khusus menyiapkan Korps Marinir atau pasukan baret ungu sebagai bagian dari kontingen. Dari Marinir, beberapa batalyon dengan spesialisasi tertentu akan diberangkatkan, di antaranya batalyon zeni, batalyon kesehatan, serta batalyon yang menangani kebutuhan logistik dan dukungan teknis lainnya.

Meski begitu, Erwin belum dapat memastikan jumlah personel TNI AL yang akan diperbantukan dalam pasukan gabungan untuk Gaza.

“Proses seleksi sudah berjalan, saat ini kami sudah mengumpulkan nama-nama prajurit yang akan berangkat,” katanya.

Erwin menambahkan, TNI masih menunggu arahan teknis lebih lanjut dari pemerintah mengenai waktu, formasi, serta kebutuhan spesifik misi.

“Kami menyesuaikan dengan kebijakan dari pemerintah, apa saja yang harus kami siapkan, baru kami akan lebih detailkan lagi persiapan-persiapan selanjutnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan rencana Indonesia mengirim pasukan perdamaian ke Gaza yang selama dua tahun terakhir dibombardir Israel. Pasukan tersebut diproyeksikan memiliki kemampuan khusus di bidang konstruksi dan kesehatan.

Sjafrie menyebut, pemerintah Indonesia tengah menyiapkan sekitar 20 ribu prajurit untuk misi ini. “Spesifikasinya kepada kesehatan dan juga konstruksi,” kata Sjafrie di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Jumat, 14 November 2025.

Ia menegaskan, Indonesia menginginkan pasukan perdamaian itu mengedepankan pendekatan non-koersif. “Kami cenderung pendekatan kemanusiaan,” ujar purnawirawan jenderal Angkatan Darat tersebut.

Pasukan perdamaian Indonesia direncanakan menjadi bagian dari pasukan gabungan internasional untuk Gaza. Menurut Sjafrie, rencana pembentukan pasukan gabungan itu kini tengah dibahas sejumlah negara.

Ada dua opsi payung kerja sama yang sedang digodok. Opsi pertama adalah pembentukan pasukan di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Opsi kedua adalah melalui persetujuan internasional yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

TNI AL bersama Korps Marinir kini menunggu keputusan final skema internasional tersebut sekaligus menyiapkan prajurit terbaik dengan kemampuan tempur, teknis, dan kemanusiaan, untuk berkontribusi dalam upaya pemulihan dan penjagaan perdamaian di Jalur Gaza.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas