indonews

indonews.id

UNIFIL Laporkan Pasukan Israel Tembaki Konvoi Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon Selatan

Pasukan Penjaga Perdamaian Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) kembali melaporkan tindakan agresif militer Israel setelah konvoi mereka ditembaki saat melakukan patroli di sepanjang perbatasan Lebanon–Israel, Selasa (9/11). Insiden terbaru ini memicu seruan tegas dari UNIFIL agar Israel menghentikan serangan terhadap personel penjaga perdamaian.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Pasukan Penjaga Perdamaian Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) kembali melaporkan tindakan agresif militer Israel setelah konvoi mereka ditembaki saat melakukan patroli di sepanjang perbatasan Lebanon–Israel, Selasa (9/11). Insiden terbaru ini memicu seruan tegas dari UNIFIL agar Israel menghentikan serangan terhadap personel penjaga perdamaian.

Mengutip laporan AFP, UNIFIL menyampaikan bahwa prajurit Israel menembaki konvoi mereka menggunakan tank Merkava. Padahal, lokasi dan jadwal patroli telah diberitahukan sebelumnya kepada militer Israel (IDF).

“Kemarin, penjaga perdamaian yang sedang berpatroli dengan kendaraan di sepanjang Garis Biru ditembaki oleh prajurit IDF dari sebuah tank Merkava,” demikian pernyataan UNIFIL pada Rabu (10/12).

UNIFIL menjelaskan sedikitnya terjadi satu tembakan awal, disusul rentetan sepuluh peluru yang dilepaskan ke arah atas konvoi. Tidak berhenti di situ, empat rentetan lanjutan — masing-masing sepuluh peluru — kembali ditembakkan setelahnya.

Baik pasukan UNIFIL maupun tank Israel saat itu berada di wilayah Lebanon. UNIFIL menekankan bahwa IDF sebenarnya sudah mengetahui keberadaan dan rute patroli mereka di kawasan tersebut.

“Penjaga perdamaian meminta IDF untuk menghentikan tembakan melalui saluran penghubung UNIFIL. Beruntung, tidak ada yang terluka,” lanjut pernyataan itu.

Insiden penembakan terhadap penjaga perdamaian bukan yang pertama kali terjadi. Bulan lalu, UNIFIL juga melaporkan tentara Israel menembaki personel mereka di selatan Lebanon — dengan IDF mengklaim bahwa mereka salah mengira helm biru pasukan PBB sebagai “tersangka” dan melepaskan tembakan peringatan.

Lebih jauh, pada Oktober tahun lalu, UNIFIL juga mencatat satu anggotanya terluka akibat granat Israel yang dijatuhkan di dekat posisi PBB. Serangkaian insiden ini disebut sebagai pelanggaran serius terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang menjadi dasar gencatan senjata sejak 2006 dan diperbarui pada November 2024.

“Serangan terhadap atau di dekat penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi 1701,” tegas UNIFIL.

UNIFIL kembali mendesak militer Israel untuk menghentikan seluruh bentuk tindakan agresif terhadap pasukan internasional yang bertugas menjaga stabilitas dan mencegah eskalasi konflik di sepanjang Garis Biru.

“Kami menyerukan kepada IDF untuk menghentikan perilaku agresif dan serangan terhadap atau di dekat penjaga perdamaian yang bekerja untuk membangun kembali stabilitas di sepanjang Garis Biru,” tutup UNIFIL.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas