indonews

indonews.id

Strategi DCA Aset Crypto Solusi Investasi Jangka Panjang

Investasi aset crypto dikenal memiliki potensi keuntungan besar. Kendati demikian, investasi ini penuh dengan volatilitas harga yang sering membuat investor bingung menentukan waktu terbaik untuk membel. 

Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
zoom-in Strategi DCA Aset Crypto Solusi Investasi Jangka Panjang
Investasi aset crypto dikenal memiliki potensi keuntungan besar. Kendati demikian, investasi ini penuh dengan volatilitas harga yang sering membuat investor bingung menentukan waktu terbaik untuk membel.

Jakarta, INDONEWS.ID --Investasi aset crypto dikenal memiliki potensi keuntungan besar. Kendati demikian, investasi ini penuh dengan volatilitas harga yang sering membuat investor bingung menentukan waktu terbaik untuk membeli.

Ari Budi Santosa, Blockchain & Crypto Researcher PINTU menjelaskan, Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) hadir sebagai solusi sederhana namun efektif untuk berinvestasi secara konsisten.

DCA, lanjut dia sebuah strategi investasi yang membantu mengurangi ketidakpastian soal kapan waktu terbaik untuk masuk pasar.

Investor tidak perlu pusing dan bingung, melainkan cukup menyisihkan dana dengan jumlah tetap secara rutin.

"Karena kita cukup mengikuti jadwal investasi tetap yang sudah ditentukan. Strategi ini juga mendorong disiplin untuk berinvestasi secara rutin," ungkap Ari Budi Santosa, Senin (9/3).

"Strategi DCA cukup sederhana, kita hanya perlu mengalokasikan sejumlah dana untuk membeli aset secara rutin (seperti mingguan atau bulanan) tanpa peduli harga aset," imbuhnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, tujuan utama DCA adalah mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang. Ini strategi investasi yang sederhana namun efektif untuk mengumpulkan aset dalam jangka panjang.

"Intinya, strategi ini mendorong kita untuk berinvestasi secara rutin dan disiplin, yang sangat bermanfaat terutama saat pasar sedang berfluktuasi," sambungnya.

Dalam jangka panjang, metode ini bisa membantu menurunkan biaya rata-rata per unit dibandingkan jika membeli sekaligus dalam jumlah besar pada satu waktu.

Lalu, Ari Budi memberi penjelasan bagaimana cara kerja DCA crypto.  "Jika harga Bitcoin saat ini $50.000 dan kamu langsung membeli dengan sistem lump sum, maka kamu akan mendapatkan 1 BTC dengan harga dasar (cost basis) $50.000," dia menjelaskan.

Selanjutnya, jika dana $50.000 tersebut dibagi menjadi lima kali dengan strategi DCA, misalnya di $50.000/BTC, $45.000/BTC, dan $25.000/BTC, maka rata-rata harga dasar pembelian bisa turun menjadi $40.000 per BTC.

"Dari skenario ini, kamu akan mengumpulkan total 1,4 BTC. Dengan berinvestasi jumlah yang sama secara konsisten, kita akan membeli lebih banyak unit saat harga murah dan lebih sedikit unit saat harga mahal," benernya.

Dalam jangka panjang, strategi ini bisa membantu menurunkan rata-rata biaya pembelian per unit aset.

Tips Memilih Aset untuk DCA Crypto

Ari Budi membeberkan  beberapa tips dalam memilih aset untuk crypto. Pertama, ketahanan (Durability). Ini terkait pertanyaan sejak kapan aset ini hadir di pasar.

Karena DCA biasanya dilakukan dalam jangka panjang (bertahun-tahun), kripto yang dipilih sebaiknya sudah terbukti memiliki rekam jejak dan bertahan lama.

Kedua tren pasar yaitu terkait  sentimen pasar dan tren yang berkembang di media sosial, portal berita, dan komunitas kripto. Apakah orang-orang melihat proyek ini positif atau sebaliknya?


Ketiga, metriks utama yaitu memperhatikan volume perdagangan, riwayat pergerakan harga, dan likuiditas. Faktor-faktor ini bisa membantu menilai potensi jangka panjang.

Meski terlihat sederhana dan efektif, Ari Budi mengakui bahwa strategi DCA crypto juga punya beberapa risiko yang perlu diperhatikan.

"DCA crypto memang bisa membantu mengurangi risiko membeli di harga puncak, tapi tidak memberikan perlindungan penuh jika pasar jatuh terus-menerus. Nilai portofolio tetap bisa turun," urainya.

Karena itu, menurutnya, manajemen risiko tetap penting, misalnya dengan melakukan diversifikasi ke berbagai aset lain seperti saham, obligasi, atau properti.

Selain itu, dengan DCA crypto, investasi dibagi dalam jangka waktu tertentu. "Artinya, kamu mungkin melewatkan keuntungan besar jika harga kripto langsung naik tajam setelah Anda mulai berinvestasi," imbuhnya.

Risiko lain yang perlu diperhatikan, dibandingkan lump-sum investing (langsung menaruh modal besar sekaligus), hasil DCA bisa terasa kurang memuaskan bagi investor agresif yang mengejar keuntungan cepat.

Namun intinya DCA adalah salah satu strategi paling sederhana yang bisa digunakan siapa saja, baik pemula maupun berpengalaman.

Tidak butuh analisis teknikal rumit, tidak perlu menebak timing pasar, dan bisa berjalan otomatis melalui program tabungan/investasi rutin.

Strategi menambahkan dana secara rutin ke akun investasi membangun kebiasaan secara disiplin seperti menabung.

Nilai portofolio akan terus bertambah, meskipun aset yang ada kadang sedang turun nilainya. Namun, jika penurunan pasar berlangsung lama, tentu ada risiko nilai portofolio ikut tertekan.

Untuk itu mengelola emosi dalam investasi  sangat penting. Sebab, banyak investor terjebak dalam investasi emosional, misalnya karena takut rugi besar setelah membeli sekaligus.

"DCA membantu mengurangi faktor emosional ini. Dengan strategi beli rutin, investor bisa lebih fokus pada tujuan jangka panjang tanpa mudah terpengaruh berita atau hype jangka pendek dari media maupun pasar," jelasnya.

DCA vs Investasi Lump Sum

Lebih lanjut Ari Budi juga menjelaskan  investasi lump sum, strategi di mana seseorang menempatkan sejumlah besar modal ke dalam satu investasi sekaligus. Investor yang memilih strategi ini biasanya memiliki kapital yang cukup banyak.

Di sisi lain, DCA umumnya menjadi strategi investasi yang lebih cocok bagi mereka yang belum memiliki modal besar.

"Strategi ini membantu “meratakan” harga beli, sehingga risiko membeli dalam jumlah besar saat harga sedang di puncak bisa dikurangi," tukasnya.

Kedua strategi, baik lump-sum investing dan DCA, menurut Ari Budi, memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Lump-sum investing bisa memberi peluang keuntungan besar jika harga crypto (atau aset lain) melonjak tajam setelah sempat turun.

Namun, tantangan utamanya adalah menentukan titik terendah pasar, yang sulit diprediksi. Hal ini makin sulit di dunia crypto, karena harganya jauh lebih fluktuatif dibanding saham.

DCA, di sisi lain, memang tidak memberikan keuntungan instan sebesar lump-sum saat pasar naik cepat, tetapi strateginya lebih aman karena risiko “salah timing” bisa ditekan.

Berbagai Platform dan Exchange Lokal

Bagi investor crypto di Indonesia yang masih bertanya-tanya terkait cara DCA crypto, kini menerapkan strategi DCA jadi lebih mudah berkat dukungan berbagai platform dan exchange lokal.

Salah satu aplikasi yang menyediakan fitur ini adalah Pintu. Saat ini, Pintu telah menghadirkan fitur Auto DCA, yaitu layanan yang memungkinkan pengguna membeli aset crypto secara otomatis dan rutin dengan jumlah tetap.

Investor dapat menjadwalkan pembelian harian, mingguan, atau bulanan sesuai kebutuhan, tanpa harus repot melakukan transaksi manual setiap kali.
Dengan adanya Auto DCA, pengguna bisa berinvestasi lebih disiplin, konsisten, dan terhindar dari stres mencoba menebak waktu terbaik masuk pasar.

"Fitur ini sangat cocok bagi investor pemula maupun berpengalaman yang ingin berinvestasi crypto jangka pajang," imbuhnya.

Tidak hanya satu aset, fitur Auto DCA Pintu juga menghadirkan Auto DCA Multiple Assets, di mana pengguna bisa membeli beberapa aset crypto sekaligus dalam satu jadwal otomatis.

Sebagai contoh, dari dana Rp1.000.000 per bulan, pengguna Pintu bisa mengalokasikan 60% untuk BTC, 20% untuk ETH, dan 20% untuk XRP membangun portofolio secara konsisten, tanpa repot.

Berikut cara menggunakan fitur Auto DCA Multiple Assets:

Buka aplikasi Pintu lalu klik ‘Auto DCA’ atau ‘Nabung Rutin’.

Klik “Buat Nabung Rutin Baru” dan pilih beberapa aset crypto yang ingin kamu kumpulkan secara rutin. 


Tentukan nominal pembelian dan buat jadwal nabung rutin, bisa per jam, harian, mingguan, hingga bulanan

Konfirmasi nabung rutin crypto kamu dengan tap “Konfirmasi”, dan selesai!

Dengan fitur Auto DCA Multiple Asset Pintu, pengguna tidak hanya berinvestasi, tetapi juga membangun portofolio jangkpa panjang secara konsisten dan mudah.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas