Kemenag Serukan Warga Aceh Shalat Khusuf Saat Gerhana Bulan Total Malam Ini
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh menyerukan kepada masyarakat untuk melaksanakan shalat sunah khusuf saat fenomena gerhana bulan total yang terjadi malam ini, bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 H.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh menyerukan kepada masyarakat untuk melaksanakan shalat sunah khusuf saat fenomena gerhana bulan total yang terjadi malam ini, bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 H.
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengatakan gerhana bulan yang terjadi di pertengahan Ramadhan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah.
“Gerhana bulan yang terjadi di pertengahan Ramadhan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas ibadah, maka dianjurkan shalat sunah khusuf,” kata Azhari di Banda Aceh, Selasa.
Fenomena gerhana bulan total atau yang populer disebut worm moon ini diperkirakan menghiasi langit Aceh setelah waktu Magrib hingga sesaat setelah Isya. Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana dapat diamati di Aceh pada tiga fase akhir, yakni gerhana total berakhir (U3) pukul 19.03 WIB, gerhana sebagian berakhir (U4) pukul 20.17 WIB, serta gerhana penumbra berakhir (P4) pukul 21.24 WIB.
Kemenag mengimbau masyarakat agar tidak mengaitkan gerhana bulan dengan musibah atau pertanda buruk, meskipun terjadi pada fase maghfirah di bulan suci Ramadhan.
“Gerhana bulan jangan dikaitkan dengan kematian, musibah atau hal-hal buruk lainnya, karena gerhana bulan merupakan fenomena alam untuk menegaskan keagungan dan kebesaran Allah SWT,” ujarnya.
Masyarakat dianjurkan melaksanakan shalat sunah khusuf dalam rentang waktu sejak awal Magrib hingga berakhirnya gerhana sebagian pada pukul 20.17 WIB.
Sementara itu, Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Dr. Alfirdaus Putra, menjelaskan bahwa gerhana kali ini baru dapat diamati setelah matahari terbenam, seiring terbitnya bulan di ufuk timur.
“Saat puncak gerhana, bulan akan tampak berwarna kemerahan atau populer disebut blood moon,” kata Alfirdaus.
Ia menjelaskan, gerhana bulan total terjadi ketika bulan melintasi bayangan inti (umbra) bumi secara penuh, yakni saat posisi bumi berada di antara matahari dan bulan. Dalam kondisi tersebut, bulan tampak meredup dan berubah warna menjadi merah tembaga.
Secara keseluruhan, gerhana bulan dimulai dengan fase penumbra pada pukul 15.44 WIB, disusul gerhana sebagian pada pukul 16.50 WIB. Fase gerhana total yang membuat bulan berwarna merah dimulai pukul 18.04 WIB dan berlangsung selama 58 menit hingga pukul 19.02 WIB.
Setelah itu, gerhana berlanjut ke fase sebagian mulai pukul 19.02 WIB dan berakhir pukul 20.17 WIB.
“Gerhana bulan total ini akan berlangsung selama 58 menit. Setelah gerhana total, masyarakat juga dapat menyaksikan gerhana sebagian hingga pukul 20.17 WIB,” demikian Alfirdaus.